Google+

Minggu, 29 Juli 2012

Namaste adalah penghormatan spiritual

Namaste  _/l\_ adalah ekspresi verbal, juga sikap tubuh (gesture) simbolik untuk saling memberi salam. Namaste adalah ucapan salam Hindu yang paling populer, dilakukan dengan menyatukan kedua telapak tangan di dekat hati dengan kepala ditundukkan dengan hormat ketika seseorang mengatakan, "Namaste"

Wangsa Bharata yang beragama Hindu selalu menyapa satu dengan yang lainnya dengan kata-kata tersebut di atas, sambil mengatubkan kedua tangan dalam bentuk sembah. Ekspresi ucapan-ucapan ini sebenarnya penuh makna dan sangat bermanfaat bagi yang menyalami dan yang dialami.
Secara Terminologi, Namste berasal dari bahasa Sansekerta, berasal dari 2 kata
  • "Namah" yang artinya menunduk, hormat, membungkuk dalam salam penuh hormat
  • "Te" yang artinya padamu,
  • Sedangkan “Namaha” berarti atas namamu, bukan punyaku.

Rabu, 25 Juli 2012

trah keturunan Gusti Jelantik - Babad Blahbatuh

berikut merupakan garis keturunan dari keluarga besar Gusti Jelantik yang merupakan cikal bakal babad blahbatuh.

Arya Kresna Kepakisan / Pangeran Nyuh Aya menurunkan;
  1. Ida Dianggan
  2. Kryan Petandakan [Karangasem]
  3. Krian Akah [Menguri]
  4. Krian Madya Asak
  5. Krian Cacaran [Pengalasan]
  6. Krian Pengalasan Peninggungan
  7. Krian Kaloping
  8. Krian Pelangan
  9. Krian Satra

Selasa, 24 Juli 2012

Pusaka Puri Blahbatuh - Babad Blahbatuh

Puri Blahbatuh memiliki benda pusaka yang merupakan warisan nenek moyang  (panglingsir) dari jaman perang kerajaan, yang memiliki nilai sejarah sangat panjang. adapun keris tersebut adalah:

keris ki pencok sahang / taring naga basuki

keris mautama yang menjadi pajenengan dari leluhur puri blahbatuh yang dipegang secara turun temurun bagi yang mebhiseka ratu I Gusti ngurah Jelantik.berawal dari istri kryan jelantik Bogol yang bernama ni gusti ayu kaler yang sedang mandi di sungai tiba-tiba ada sebatang kayu/sahang yang mengenai badannya.kayu itupun di buang tetapi terus datang lagi demikian berulang-ulang dan akhirnya kayu itupun dibawa pulang.sampai di puri kayu itu dibelah untuk dipakai kayu bakar.akan tetapi setelah dibelah ternyata ada sebilah keris didalam kayu. 

Satria Dalem - Babad Bali tentang Trah Ksatria Kerajaan Bali

Satria Dalem yang tertulis dalam Lontar sangat minim dalam mengupas silsilah garis keturunan keluarga trah Ksatria Dalem di Kerajaan Bali, sehingga penting menyamakan persepsi guna bisa mengungkap keberadaan "trah" tersebut.

"Sejarah atau silsilah tentang keberadaan 'trah' keluarga satria Dalem ibarat kertas tersobek-sobek yang sukar dibaca oleh generasi penerus dari pihak keturunan maupun 'pengelingsir' (tokoh)," kata  Pengageng Ageng (ketua umum) Kerta Semaya Trah Dalem Suhunantara Provinsi Bali, I Dewa Made Suamba Negara di Gianyar, Minggu.

Minimnya keberadaan lontar tertulis terkait keturanan dari salah satu "trah" leluhur di Bali itu, memunculkan perselisihan dan perbedaan pendapat soal keberadaannya. "Untuk itu sangat penting dilakukan penyamaan persepsi," ucapnya.