Google+

Sabtu, 04 Agustus 2012

Panca tantra dan Artha Sastra - AM I A HINDU

berikut adalah lanjutan resume dari buku

AM I A HINDU ( Apakah Saya Hindu ? )

dimana dibawah ini dijelaskan tentang "Panca tantra dan Artha Sastra" buku ini di tulis oleh Ed. Viswanathan (Diterjemahkan oleh NP Putra)

 

APAKAH PANCHATANTRA (LIMA BUKU)?

Buku-buku itu adalah kumpulan kisah-kisah yang diceritakan oleh seorang bijaksana yang bernama Vishnusharman kepada beberapa pangeran untuk mengajari mereka mengenai urusan-urusan dunia. Di balik setiap cerita ada satu moral, menunjukkan arah yang tepat dari tindakan yang harus diambil oleh seorang yang bijaksana. Ia juga mengajarkan ilmu ketatanegaraan dan pengertian yang benar mengenai sifat-sifat manusia.
Dalam kisah-kisah ini kejahatan diungkapkan melalu karakter dari binatang-binatang. Bagian yang paling penting dari kisah-kisah ini dimainkan oleh dua ekor serigala, Karataka dan Damanaka. Konon buku fabel Hindu yang terkenal ini ditulis pada tahun 200 AD. Salah satu dari buku terbaik dari buku-buku Panchatantra ini diterjemahkan oleh Arthur W. Ryder (University Of Chicago Press, 1925). Terjemahan bagus yang lain ditulis oleh Mr. D. Ghosal, diberi nama "Tiga puluh lima cerita dari Panchatantra" (Thirty Five Stories From the Panchatantra", Kalkuta, 1925)

 

AYAH, APAKAH ARTHA SHASTRA?

Artha Shastra adalah kode etik untuk para raja yang ditulis oleh Perdana Menteri Dinasti Mourya yang tidak begitu suci (not-so-saintly prime minister) yang bernama Kautilya atau Chanakya. (Arti literal dari Kautilya adalah 'bengkok, tak lurus, tak jujur' (croockedness) atau 'pengkhianat' (treachery).

Artha Shastra dipersembahkan untuk Venus dan Jupiter, dan membahas doktrin Nyaya dan Atharwa Weda. Percaya atau tidak, persis seperti 'Dead Sea Scrolls' (Bagian dari Injil yang berbentuk gulungan yang ditemukan di Laut Mati, pen), kitab ini baru ditemukan pada tahun 1905. Buku ini dibagi dalam lima belas bagian membahas berbagai subyek politik dan masyarakat. Di samping membahas mengenai pemerintahan yang benar, buku ini juga mengajari tentang sistem spionase yang efektif. Buku ini juga mengajarkan tentang cara-cara menyiksa musuh. Ia mengajarkan berbagai cara menyiksa badan, seperti dipecut sampai mati, penyiksaan dengan tabung air dan segala macam pemotongan organ tubuh dan lengan. Inilah doktrin yang paling sinis yang pernah dikenal manusia. Ia juga merupakan kitab hukum pidana yang sangat ganas.

 

APAKAH HUKUM-HUKUM HINDU BEROBAH DARI WAKTU KE WAKTU?

Biasanya memang seperti itu. Maharesi-maharesi besar yang membimbing agama Hindu dari satu zaman ke zaman lain melakukan perobahan-perobahan sesuai dengan kebutuhan zaman.

 

JADI HINDU MEMPERKENANKAN DIBUATNYA HUKUM BARU?

Ya. Dewasa ini masyarakat Hindu telah berkembang menjadi sangat besar, dan sayangnya kebanyakan dari orang Hindu hanya tahu kisah-kisah mitologis dan beberapa baris dari Bagawad Gita.

 

APAKAH ITU BERARTI HINDU AGAMA YANG MATI?

Sama sekali tidak. Karena kita tidak mengetahui banyak dari kitab-kitab suci kita, itu tidak berarti kita bodoh mengenai ide-ide, cita-cita dan kode-kode, peraturan-peraturan agama Hindu. Sebagian besar orang Hindu mempraktekan agama Hindu dalam kehidupan mereka sehari-hari. Keluarga mereka, kehidupan sosial dan profesional mereka adalah cerminan dari agama Hindu yang mereka praktekkan, dengan sadar ataupun tidak sadar. Karena kita mengikuti kode etik Hindu, kita memiliki lebih sedikit noda dan stres (stain and stress) dalam hidup kita. Aku tahu anakku, kamu sangat ingin menanyakan pertanyaan khusus tapi mari kita teruskan dulu sejarah dan perkembangan agama Hindu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar