Google+

Selasa, 21 Oktober 2014

Orang Bali menyembah Patung atau Batu? (hindu memuja berhala)

Orang Bali menyembah Patung atau Batu? (Hindu memuja Berhala)

sebelum kita membahas tentang "Hindu memuja Patung atau Batu", mari kita simak dulu sloka bhagawad gita 4.11
ye yathā mām prapadyante tāms tathaiva bhajāmy aham, mama vartmānuvartante manusyāh pārtha sarvaśah
"Jalan mana pun yang ditempuh seseorang kepada-Ku, Aku memberinya anugerah setimpal. Semua orang mencari-Ku dengan berbagai jalan, wahai putera Partha"

dari ayat bhagawad gita tersebut, muncullah 4 jalan menyembah Tuhan, salah satu diantaranya adalah dengan jalan BAKTI
dimana jalan bakti ini diperuntukan bagi umat yang tingkat keyakinannya masih tahap awal, dan pengetahuan tentang agama masih di tahap awal. "makna yang terkantung dalam Ajaran Bakti adalah Cinta". ciri para penganut jalan BAKTI ini adalah fanatisme, keyakinan berlebihan dan selalu berupaya dekat dengan yang dicintainya (Tuhan) dengan jalan sederhana.
contohnya: Agama dan Kepercayaan yang berkembang sekarang, dimana fanatik dan tidak mau disaingi.
dan ini salahsatunya yang sering dilakukan dan dikatakan orang yang menganut Agama dengan Jalan Bakti
"saya bukan pemuja berhala, saya memuja Tuhan"  - walaupun kenyataan seperti pemuja berhala.
memuja Batu dan Patung
berbagai alasan dan ber-aneka dalil pembenaran bahwa Agama'ku paling sempurna, sehinga tidak mengaku dekat dengan yang namanya Berhala.
berikut ini sedikit gambaran Agama dengan sistim pemujaan Jalan Bakti

Cara dan Jalan Mencari Tuhan dalam Bhagawad Gita 4.11

Cara dan Jalan Mencari Tuhan dalam Bhagawad Gita 4.11

disebutkan dalam Kitab Bhagawad Gita,
ye yatha mam prapadyante
tams tathaiva bhajamy aham
mama vartmanuvartante
manusyah partha sarvasah

Arti Bhagawad Gita Bab 4 ayat 11:

ye - semua orang yang;
yatha - sebagai;
mam - kepada-Ku;
prapadyante - menyerah;
Tan - mereka;
tathā - jadi;
eva - tentu;
bhajāmi - pahala (imbalan);
aham - Aku (pribadi Tertinggi);
mama - (kepunyaan) saya;
vartma - jalan;
nivartante - ikuti;
manuṣyāḥ - semua orang;
Partha - O putra Partha;
sarvaśaḥ - dalam segala hal.

Minggu, 19 Oktober 2014

Bakti Sosial Pengobatan Gratis di Denpasar Bali

Bakti Sosial Pengobatan Gratis di Denpasar Bali

sebagai wujud rasa kemanusiaan yayasan Taman Bukit Pengajaran, lewat team Usadha Klinik Jalasidi, yayasan Taman Bukit Pengajaran yang memiliki alamat di Keiman denpasar secara rutin setiap Minggu Pagi menyelenggarakan Bakti Sosial Pengobatan Gratis di Denpasar Bali yang siap meyadnya membantu segala keluhan sakit anda, baik medis maupun non medis.

berikut ini foto kegiatan Bakti Sosial Pengobatan Gratis di Denpasar Bali khususnya yang berlokasi di Lapangan Bajra Sandhi Renon Denpasar Bali:

Jumat, 17 Oktober 2014

Inter dan Antar Geguritan Basur

Inter dan Antar Geguritan Basur

Geguritan berasal dari kata gurit bermakna ‘ gubah; karang; sadur’ . Geguritan adalah cerita dalam bentuk puisi yang dapat dinyanyikan ( Kamus Bahasa Bali Indonesia, 2005 : 289) . Geguritan sebagai salah satu karya sastra tradisional memiliki ciri tersendiri. 

  1. Geguritan terikat pada jumlah larik dalam satu bait / pada.
  2. Tiap – tiap bait jumlah larik atau barisnya dalam hitungan tertentu, misalnya ginada, satu bait berjumlah tujuh larik atau baris.
  3. Jumlah suku kata dalam tiap larik mengikuti hitungan yang tetap, misalnya, delapan suku kata baris pertama.
  4. Persamaan bunyi atau rima akhir yang selalu sama dalam bait – bait berikutnya,.

Ginada, misalnya:
baris pertama 8-a,
baris kedua 8-i, 
baris ketiga 8- a, 
baris keempat 8-u, 
baris kelima 8-a, 
baris keenam 4-i, 
baris ketujuh 8-a
Aturan – aturan itu bersifat baku.

Terkadang seorang penulis geguritan melakukan perubahan ucapan terutama pada bunyi terakhir karena terbentur pada bunyi rima akhir, misalnya / punika / karena terbentur bunyi diubah menjadi / puniku / yang bersinonim bermakna ‘ itu ‘ Hal ini dilakukan karena kesulitan mencari padanan kata yang tepat untuk kata yang dimaksud. Meski seorang penulis geguritan hendaknya memiliki beragam kosakata, kaya akan rasa kata, dan makna kata. Penulis juga mengalami kesulitan dalam mencari kata yang tepat mewakili makna yang dimaksud.

Gede Basur, Cerita Perlawanan Hegemoni Gender dalam Geguritan Basur

Gede Basur, Cerita Perlawanan Hegemoni Gender dalam Geguritan Basur

sebagian cerita, Gede Basur dibangun oleh unsur intrinsik dan ekstrinsik. 
Penggabungan ini akan makin kompleks jika seorang pengarang memiliki kemauan, kemampuan, penghayatan terhadap persoalan-persoalan yang menyebabkan sebuah karya sastra itu lahir. 
Karya sastra bukanlah lahir dari sebuah kekosongan. Ia berbicara dan menyuarakan masyarakat yang ingin diejawantahkan oleh seorang penulis. Bahasa sebagai sarana untuk merefleksikan persoalan-persoalan sosial yang mengusik seorang penulis. Apalagi sastrawan sekaliber Ki Dalang Tangsub yang karyanya sudah membumi bahkan terkadang tanpa disadari dilantunkan atau dikutip dalam setiap pembicaraan adalah hasil renungan Ki Dalang Tangsub.

Sebuah karya sastra akan bisa eksis hidup jika mampu menyuarakan problematika yang dihadapi masyarakat pada zamannya. Problematika-problematika ternyata ada benang merahnya dengan problematika yang dihadapi masyarakat dalam kekinian. Masa ini tidak bisa dilepaskan oleh masa lalu. Pengarang lewat karyanya bisa mengatasi sang waktu. Artinya, karyanya tidak lekang oleh waktu. Ia akan terus berbicara selama manusia ingin menggali yang terdapat di dalamnya. Nilai-nilai inilah yang perlu direnungi diresapi, dihayati sehingga karya sastra itu berguna dan bermanfaat bagi kehidupan.

Salah satu yang unik dalam Geguritan Basur ini adalah Ki Dalang Tangsub berkeinginan menyuarakan perempuan. Konsep, ide, gagasan, cita-cita, dan cinta dalam diri seorang tokoh Garu-lah itu diwakilkannya. Perempuan yang tidak boleh diremehkan lagi. Perempuan yang pemberani, tegas, dan tegar dalam menghadapi cibiran dalam masyarakat. Tokoh yang menentang sebuah hegemoni yang diciptakan seorang pria, Gede Basur. Hegemoni Basur berusaha mendominasi, memengaruhi Garu agar menerima segala nilai-nilai moral dan budaya dalam dirinya. Akan tetapi, Garu tetap pada sikapnya bahkan berani melakukan perlawanan.

Rabu, 15 Oktober 2014

foto pre wedding indoor & outdoor di Bali

foto pre wedding indoor & outdoor di Bali

terima kasih sebanyak-banyaknya kami ucapkan kepada: Bali Wedding photografer Ari_arya dari Tabanan, Alit Studio grafis di sukawati dan Meliana Salon Sukawati, karena telah bersedia membantu pelaksanaan foto pre wedding indoor & outdoor kami di Bali.

kami bukanlah model, tapi untungnya kami mempunyai sahabat yang membantu kami melaksanakan foto prewed ini. berikut ini koleksi prewedding di bali yang mungkin bisa dijadikan Gambaran pemilihan Paket Prewedding murah di Bali. adapun hasilnya adalah:

Lokasi Foto Prewedding di Artcenter Denpasar Bali

foto pre wedding di Artcenter bali
Foto Pre wedding lokasi di Artcenter Bali

Senin, 13 Oktober 2014

Alasan Tak Logis Orang Bali Pindah Agama

Alasan Tak Logis Orang Bali Pindah Agama

akibat pindah agama
alasan tak logis pindah agama hindu
Ada banyak hal yang membuat seseorang akhirnya memutuskan untuk pindah agama. Lalu, apa alasan orang Bali pindah agama?

Disamping kuat dalam memegang tradisi/adat, masyarakat Bali yang mayoritas pemeluk Hindu juga dikenal sebagai masyarakat yang religius dan taat dalam menjalankan agama. Bagaimana tidak, oleh orang asing Bali sampai dijuluki “The Island of thousand temple” (pulau seribu pura) saking banyaknya Pura (tempat pemujaan Tuhan dan segala manifestasinya) yang bisa ditemukan di pulau ini.

Namun, bukan berarti tidak ada orang Bali yang pindah agama. Justru, setidaknya menurut pengamatan saya, orang Bali yang semula pemeluk Hindu lah yang lebih banyak pindah ke agama lain dibandingkan sebaliknya.

Memang, idealnya, sekali memeluk suatu agama selamanya takkan berubah. Sayangnya, kita tidak hidup di dunia yang serba ideal. Ada banyak kondisi yang membuat seseorang — termasuk orang Bali — akhirnya memutuskan untuk pindah agama.

Lalu, apa alasan orang Bali pindah agama?

Inilah 5 alasan orang Bali — yang awalnya beragama Hindu — memutuskan untuk pindah agama, setidaknya yang terungkap ke publik.

  1. Terlanjur Jatuh Cinta
  2. Capek Miskin
  3. Jadi Orang Bali itu Repot dan Berat Di Ongkos
  4. Berprinsip “Semua Agama Sama”
  5. Agama Tidak Penting

berikut ini penjelasan Alasan Orang Bali Pindah Agama

Seniman Kubayan - Jasa Dekorasi Gayor Pernikahan dan Karya Adat

Seniman Kubayan - Jasa Dekorasi Gayor Pernikahan dan Karya Adat

Desa Guwang, yang dikenal dengan segudang seniman ukir dengan maskot desa adalah Garuda Wisnu, yang kemudian diabadikan dengan Patung Garuda Wisnu yang letaknya di tengah-tengah Desa tepatnya di sebelah selatan Kantor Kepala Desa Guwang (prebekel) barat Pasar Tradisional (Bancingah Desa Guwang).

dengan semakin majunya perkembangan jaman, seni ukir tidak hanya bisa dikerjakan pada kayu ataupun batu saja, saat ini seniman muda desa guwang terutama dari keluarga kubayan mengembangkan seni ukir tradisi desa yang dituangkan dalam "seni Gayor", yang bahannya terbuat dari spon, gabus styrofoam atau dari bahan lainnya.


salah satu seniman muda keluarga kubayan yang sudah lama malang-melintang "ngayah" melalui seni Gayor adalah Wayan Ardika. Wayan Ardika adalah seorang Guru di sekolah swasta di kabupaten Gianyar, yang kesehariannya berbagi ilmu masak serta seni woodcarving atau foodcarving, tetapi dalam acara adat, dia sering diundang untuk "ngayah" membuat Gayor, baik untuk upacara pernikahan maupun Karya Adat lainnya.

Sabtu, 11 Oktober 2014

Surga dan Neraka bukanlah Tujuan Agama

Surga dan Neraka bukanlah Tujuan Agama

mungkin ada yang bertanya, kenapa Surga dan Neraka bukanlah Tujuan Agama?
bila yang bertanya orang hindu, maka akan terlihat tingkat pemahaman agamanya, tetapi bila yang bertanya tentang hal diatas orang/umat non-hindu, sangat dipahami karena mereka baru belajar untuk mencari Sorga dan Neraka saja.

mungkin umat hindu sudah mengetahui, bahwa Tujuan Agama Hindu Adalah:
Moksatam Jagathita ya ca iti dharma
bahwa tujuan agama adalah mencapai MOKSA dan kebahagiaan dimasa hidup, caranya dengan jalan dharma.

Dalam agama Hindu sebagaimana dijelaskan sebelumnya, setelah mati, jiwa kita (1) mencapai moksa atau (2) lahir kembali kedunia.
Bila kita lahir kembali, maka dalam kelahiran itu kita menerima akibat-akibat dari perbuatan kita dari kehidupan yang terdahulu. Akibat baik atau akibat buruk. Disini dikenal istilah kelahiran surga dan kelahiran neraka.

  • Kelahiran surga artinya dalam hidup ini kita menjadi orang yang beruntung dan berbahagia.
  • Kelahiran neraka artinya dalam hidup ini kita akan menderita dan banyak mendapat kesulitan. Penderitaan itu sangat banyak jenisnya. Misalnya karena : sakit yang tidak dapat disembuhkan, penghianatan, kebencian, dendam, iri hati, sakit hati, dan kemarahan yang tak terkendali adalah bentuk neraka didunia ini.

tujuan sejati orang Hindu tidaklah mengejar sorga. 


sorga dan kenikmatan yang ada di dalamnya bukanlah idam-idaman pemeluk Hindu sejati. ada yang jauh lebih indah dan membahagiakan dibandingkan kenikmatan surga. kenikmatan surga sangat terbatas. dari demikian banyaknya level kehidupan sorga terindah adalah yang di miliki Dewa Indra. dalam kepercayaan Budhis malah ada 33 jenis level kehidupan, dan sorga ada di dalam level-level itu.

Apa yang salah dari Hindu?

Apa yang salah dari Hindu?

APA YANG SALAH DARI HINDU? “BANGGALAH ANDA TETAP DI JALAN DHARMA”

Om Swastyastu,
Belakangan ini kita cukup senang mendengar banyak saudara kita yang kembali ke ajaran dharma, ajaran yang bersumber dari Veda. Mereka telah di Sudhi Wadani menjadi seorang Hindu. Namun, saking senangnya kita melihat hal tersebut, kita malah tidak menghiraukan adanya bahaya yang terus memepet posisi kita.

Di tempat lain, malah banyak saudara kita yang pindah agama karena berbagai alasan. Mereka yang lemah, yang haus akan spiritual, yang tidak puas dengan jawaban “nak mula keto”, yang ingin mencari kedamain dengan jalan rohani, yang terpuruk karena ekonomi dan disibukkan dengan ritual yang menelan banyak biaya, mulai didekati oleh para kaum misionaris-misionaris untuk menawarkan produk yang tidak jelas kualitasnya.

Betapa sedihnya hati melihat saudara kita meninggalkan ajaran sanatana dharma karena kasus konversi. Maraknya kasus konversi agama belakangan ini sungguh membuat kita bingung. 
Kenapa hal ini bisa terjadi? 
Kenapa agama diperjual-belikan? 
Apa yang melandasi saudara-saudara kita pindah agama? 
Apa benar agama Hindu itu sulit? Apa benar agama lain lebih baik dari Hindu? 
Apa ada yang salah dari agama Hindu? 
Banyak pertanyaan di otak kita yang terus bermunculan akibat kasus seperti ini.

Hukum Hindu bagi Orang Bali Pindah Agama

Hukum Hindu bagi Orang Bali Pindah Agama

Prinsip predana ikut purusa disalah artikan. Jika anak perempuan harus ikut suami walau suami beragama bukan Hindu. Padahal yang dimaksud adat bahwa istri ikut suami adalah bukan agamanya melainkan mengikuti adat yang masih berdasarkan Hindu.

Untuk itu kita akan membahas di dalam blog ini akibat berpindah agama, yang mungkin dapat bisa memberikan pencerahan dalam hati kalian wahai 'generasi Muda Hindu Nusantara' . 
Banyak sekali kejadian kejadian saya temukan setelah berpindah agama malah menjelek-jelekkan agamanya yang terdahulu dengan mengganggap keyakinannya yang sekarang "Lebih Benar" tanpa tau akibat dari perpindahannya itu.

Seseorang pindah agama umumnya disebabkan suatu perkawinan. Mereka memandang bahwa perkawinan itu terjadi karena jodoh. Cara pandang mereka ini sangat keliru dan sangat berbahaya bagi generasi Hindu. Mereka seolah olah berlindung di bawah keagungan brahman padahal mereka itu tidak mempercayai Brahman. kalau memang setiap perkawinan itu karena jodoh, mengapa tidak ada orang eskimo dari kutub kawin dengan orang bali. mengapa tidak ada gadis uganda yang berkulit hitam pekat kawin dengan bujang ganteng dari bali.

Tidak ada mantra mata seloka dalam kitab suci weda yang mencantumkan tentang perkawinan karena jodoh. Brahman hanya mewahyukan hukum untuk dijadikan pegangan hidup umatnya. mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan tinggal kita yang melakoninya. Segala sesuatu yang kita lakukan dalam hidup di dunia maya ini tergantung dari kita. jadi nasi itu kita lah yang menentukannya. mau bernasib baik atau bernasib buruk tergantung dari diri kita.