Google+

Peran MPU WITHADARMMA dalam Perselisihan Antara I Gusti Nyuhaya dengan I Gusti Kubon Tubuh

Peran MPU WITHADARMMA dalam Perselisihan Antara I Gusti Nyuhaya dengan I Gusti Kubon Tubuh

Pada masa pemerintahan Dalem Gelgel Cri Smara kapakisan, telah dilangsungkan perkawinan I Gusti Kubon Tubuh dengan I Gusti Ayu Adhi anak dari I Gusti Nyuhaya Patih Agung kerajaan Gelgel. 

Peristiwa ini menyebabkan I Gusti Nyuhaya menjadi marah, karena tidak menyetujui perkawinan ini. Ia tidak mau menerima tawaran dialog antara kedua belah pihak. Di dalam hatinya timbul niat untuk membunuh I gusti Kubon Tubuh, karena menganggap I Gusti Kubon Tubuh yang lebuh derajatnya mengawini anaknya yang derajatnya lebih tinggi. Sesudah I Gusti Nyuhaya mengadakan perundingan dengan anak-anaknya, diputuskan untuk menghadap Dalem Gelgel Cri Smara Kapakisan. Setelah I Gusti Nyuhaya berhasil menghadap, disana ia mempermaklumkan bahwa anaknya sudah dinikahi oleh I Gusti Kubon Tubuh. Juga dikatakan bahwa I Gusti Kubon Tubuh derajatnya lebih rendah dari I Gusti Nyuhaya, asal-usulnya tidak jelas, dan telah berani mengawini orang yang lebih utama.


Mendengar pengaduan I Gusti Nyuhaya demikian, Dalem Gelgel Cri Smara Kapakisan belum dapat memberikan jawaban. Pasalnya, jasa-jasa I gusti Kubon Tubuh terhadap dalem cukup banyak. Misalnya ketika beliau naik tahta menjadi Dalem, jasa Kubon Tubuh tidak bisa diremehkan. Kemudian Kubon Tubuh memberikan seorang saudaranya untuk dijadikan istri beliau. Bahkan Kubon Tubuh menyerahkan rumahnya untuk dijadikan purinya di Gelgel. Di dalam hati Dalem Gelgel timbul bisikan yang mengatakan mengapa beliau tidak dapat membantu I Gusti Kubon Tubuh, karena persoalannya hanya seperti setitik noda di dalam jasanya. Sehingga Dalem merasa berdosa apabila beliau tidak dapat menolongnya. Ketika itu Dalem Gelgel mejawab bahwa beliau belum dapat memberi keputusan, dan minta waktu 2 hari untuk mengadakan penelitian keturunan siapa I Gusti Kubon Tubuh. Apabila I Gusti Nyuhaya bertekad membunuh I Gusti kebon Tubuh, Gelgel akan mengalami kehancuran. Sebab, akan banyak rakyat I Gusti Kebon Tubuh yang akan membela, lebih-lebih para bangsawan, termasuk Warga Pasek yang jumlahnya cukup banyak.

Keesokan harinya Dalem Gelgel memanggil I Gusti Kebon Tubuh. I Gusti Kebon Tubuh datang menghadap, begitu pula I Gusti Nyuhaya bersama para mantri lainnya sampai penuh sesak di puri. Disana Dalem Gelgel bertanya kepada I Gusti Kebon Tubuh, apakah ia benar mengawini anaknya I Gusti Nyuhaya dan ia sangat keberatan anaknya dikawini, oleh karena tidak jelas asal-usulnya. I Gusti Kebon Tubuh lalu menjawab ia dengan I Gusti Nyuhaya berasal dari 1 kawitan (leluhur) dan sangat disayangkan kalau I Gusti Nyuhaya tidak mengetahui hal ini. Kemudian I Gusti Kebon Tubuh memperlihatkan Candri Sawalan yang dibawa dari kerajaan Majapahit, dan mereka sama-sama keturunan Keraton Daha di Jawa. Akhirnya berkat keterangan I Gusti Kebon Tubuh, ia tidak jadi dibunuh, sebab ia telah membuktikan bahwa mereka berasal dari 1 kawitan yang diturunkan oleh Raja Medang Kemulan Cri Maha Raja Rahyang Manu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar