Google+

Rutinitas di Pagi Hari

Membaca Mantra di Pagi Hari

banyak pertanyaan di kalangan umat tentang kegiatan sehari-harinya, salah satunya pertanyaan yang umum ditanyakan adalah:

  • mengapa bangun pada saat Brahma Muhurtam?
  • mengapa melakukan pembacaan mantra di pagi hari?
  • mengapa menatap cakupan tangan di pagi hari?

nah, itu pertanyaan umum, mungkin para pembaca artikel ini juga tergelitik dengan pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti itu, tapi adakah yang mengetahui jawabannya?
berikut ini saya akan mencoba memberikan pemahaman kenapa kita harus melakukan rutinitas pagi seperti itu.

mengapa bagun pada saat Brahma Muhurtam?

pukul 4 paagi sampai dengan 5.30 pagi disebut brahma muhurtam dalam sastra hindu.
periode tenang dan damai ini sangat cocok untuk belajar weda atau buku-buku agama lainnya, latihan yoga dan meditasi.


Weda menyatakan bahwa orang yang bangun tidur dan pengguna waktu di brahma muhurtam terbebas dari gangguan fisik dan mental. orang seperti itu memiliki sebuah kilauan di badannya.

Ayurweda menjelaskan bahwa udara yang dipenuhi oleh energi positif sinar bulan dan diperkaya oksigen yang dihasilkan oleh tumbuhan merupakan tonik bermanfaat bagi kesehatan. dengan demikian, periode ini disebut dengan Amrit Bela yang secara harafiah berarti saat nektar. udara pada jam ini mengandung campuran 41% oksigen dan 55% nitrogen yang menyehatkan dan hanya 4% karbon dioksida. dengan terbitnya matahari, kegiatan manusia mulai menghancurkan kedamaian atmosfir dan pencairan spiritual yang membutuhkan konsentrasi pikiran menjadi tidak mungkin.

mengapa melakukan pembacaan mantra di pagi hari?

sastra mengisyaratkan pembacaan mantra kontemplatif di waktu pagi untuk menenangkan pikiran dan menuntun ke arah suasana religius. sebuah nama mewakili sebuah karakter dan pencapaiannya menambah kemuliaan. pembacaan itu meliputi acuan kepada orang-orang agung di masa lalu yang telah memuliakan nama mereka lewat perbuatan mereka yang mulia. nama-nama ini memberikan inspirasi menyamai usaha-usaha keras mereka. untuk alasan yang sama anak-anak juga disarankan untuk membaca biografi orang-orang besar. tradisi Anhik melakukannya dengan acuan ringkas sebagaimana perbuatan orang-orang besar yang dijadikan idola sudah dikenal oleh para pengikut anhik. berikut ini adalah bait acuan seperti yang dianjurkan sastra untuk hafalan:
Punyas'loko Nalo Raja Punyas'loko Yudhisthira

Punyas'loki Ca Vaidehi Punyas;loko Janardhana
artinya:
aku membawa pikiranku untuk mengenang nama-nama agung seperti prabhu Nala, yudistira, sita dan janardana.

Ahlya, Draupadi, Sita, Tara, Mandodadi

Pancakam Na Samaranityam Mahapataka Nasanam
artinya:
Ahalya, Drupadi, Sita, Tara, Mandodari, kelima nama ini adalah pembersih dosa

Prahlada Narada, Parasarapundarik, Vyasambrisasuka,

Saunaka Bhismadalyana, Rukmangadarjunavasista,
Vibhisanadin, Punyanimana, Parambhagyawatanmami,
artinya:
Prahlada, Narada, Parasara, Pundarika, Byasa, Wasista dan Wibisana - Aku persembahkan salam hormatku kepada semua bhakta ini.

Dharmavivirdhyati Yudhisthira Kirtanen,

Papam Pranasyati, Vrkodara Kirtanen,
Satrurvinasyati Dhananjaya Kirtanen,
Madri Suto Kathyatam No Bhavanti Roga.
artinya:
Nama yudistira memberi inspirasi tentang pertumbuhan dharma, nama bima membersihkan dosa, nama arjuna penghancur musuh, nama sahadewa dan nakula mengusir penyakit.

Ayudhya Mathuramaya Kasi Kanchi Avantika,

Puridwaravati, Chaiwa Sameta Moksa Dayika
artinya:
Ayodya, mathura, maya (haridwar), kasi, kanchi, awantika dan dwaraka - ketujuh tempat suci ini membuka pintu-pintu nirwana.

Manum Samarmayadi Gurum Prajanam,

Bhagiratha Dhirmuda Grayathnam,
Bhupom Harischandramabhawamwacham,
Srirachandra Raghuvansasuryam
artinya:
manu guru yang sejati bagi manusia, bhagiratha yang selalu berusaha keras, hariscandra raguwamsa dan ramacandra yang jujur - aku mengenang mereka.

Mengapa menatap cakupan tangan di pagi hari?

ucapkanlah bait-bait mantra berikut ini di dalam hati dan cakupkan tangan serta pusatkan pandangan padanya:
Karagrey Vasate Laksmi,

Karmadhye Sarasvati,
Karamule Tu Gauri,
Prabhate Kardarsanam.

"Lakshmi ada di jari-jari kita. Saraswati ada pada telapak tangan kita! Dewi Gauri ada di pergelangan tangan,..Penuh harapan memandangi tangan"
jadi baca dan ucapkan bait tersebut sembari menatap tangan anda.

tangan adalah simbol Karma, perbuatan.
untuk menyelesaikan suatu perbuatan, keuangan dan pengetahuan dibutuhkan karma. Laksmi dan Saraswati masing masing adalah dewi kekayaan (keuangan - finansial) dan kebijaksanaan (pengetahuan). Wisnu adalah pemberi nafkah kepada semua.
jadi, pelaku perbuatan, tangan melambangkan semua dewa diatas secara simbolis, dengan menatap tangan, secara visual berrarti terhubung dengan kekuatan-kekuatan mahasuci untuk mendapatkan inspirasi bagi perbuatan-perbuatan mulia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar