Google+
Tampilkan postingan dengan label Bhuta Yadnya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bhuta Yadnya. Tampilkan semua postingan

Upakara dan Upacara Bhuta Yadnya

Upakara dan Upacara Bhuta Yadnya

Bhuta Yadnya adalah yadnya yang ditujukan kepada Bhuta Kala yang mengganggu ketentraman hidup manusia. Bagi masyarakat Hindu bhuta kala ini diyakini sebagai kekuatan-kekuatan yang bersifat negatif yang sering menimbulkan gangguan serta bencana, tetapi dengan Bhuta Yadnya ini maka kekuatan-kekuatan tersebut akan dapat menolong dan melindungi kehidupan manusia.

Adapun tujuan Upacara Bhuta Yadnya adalah disamping untuk memohon kehadapan Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa) agar beliau memberi kekuatan lahir bathin, juga untuk menyucikan dan menetralisir kekuatan-kekuatan yang bersifat negatif yang disebut bhuta kala tersebut sehingga dapat berfungsi dan berguna bagi kehidupan manusia.

seperti yang telah dijelaskan dalam Artikel Panca Yadnya dimana menurut Chandogya Upanisad, 3.14.1, yang intinya menerangkan bahwa Tuhan dapat menciptakan segala-galanya yang ada di dunia ini. Ciptaan itu seperti manusia, binatang atau hewan, tumbuh-tumbuhan, bumi, bulan, matahari, bintang, benda-benda yang besar, benda-benda yang kecil yang nampak dan yang tidak tampak oleh mata, benda halus, termasuk juga kekuatan alam yang dapat menguntungkan kehidupan manusia ini, makhluk-makhluk lainnya yang dapat menganggu kehidupan manusia di dunia ini, seperti para bhuta kala, jin, setan serta yang lainnya. Terhadap kesemuanya itu manusia wajib menghormatinya dan memberikan persembahan. Jadi manusia wajib pula melaksanakan upacara keagamaan yang ditujukan kehadapan makhluk bawahan atau dengan para butha kala.

Panca Yadnya

Panca Yadnya

Yadnya adalah berarti kurban suci yang dilaksanakan dengan tulus ikhlas dalam ajaran Agama Hindu. Kata ini berasal dari Bahasa Sanskerta: यज्ञ (yajña) yang merupakan akar kata Yaj, yang berarti memuja, mempersembahkan atau korban suci. Dalam praktik agama Hindu di Bali, terdapat lima jenis Yadnya yang disebut dengan Panca Yadnya.

Panca yadnya berasal dari bahasa sansekerta, Panca berarti 5 dan yadnya berarti korban suci. Jadi panca Yadnya berarti lima korban suci yang tulus ikhlas tanpa mengarapkan imbalan. Orang yang melakukan Yadnya disebut Yajamana.

Dasar melakukan Yadnya

Semua yang ada di dunia ini merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa atau Hyang Widhi. Diantara ciptaan Tuhan maka manusia merupakan  ciptaanNya yang paling sempurna, karena manusia dapat berbuat, berkata-kata dan memiliki pikiran atau dengan  kata lain manusia memiliki unsur Tri Pramana yakni  bayu, sabda dan idep. Dengan  kesempurnaannya inilah  manusia wajib  menghormati dan menghargai semua ciptaan Tuhan, sebagai mana ada yang ditegaskan dalam sloka berikut ini:
“Sarwa idam khalu Brahman” (Chandogya Upanisad 3.14.1)
yang maksudnya:
segala yang ada ini tidak lain  berasal dari pada Brahman.
“Manusah sarvabhutesu varttate vai subhasubhe, 
asubhesu sama vistam subheve va va karayet” (Sarasamuccaya, 2).
artinya :
Diantara semua makhluk hidup, hanya yang dilahirkan menjadi manusia sajalah yang dapat melaksanakan perbuatan baik ataupun yang buruk, leburlah kedalam perbuatan baik, segala perbuatan yang buruk itu ; demikianlah  gunanya atau phalanya menjadi manusia.

Apakah Caru, Segehan, dan Tawur ?

Apakah Caru, Segehan, dan Tawur ?


Mecaru (upacara Byakala) 

adalah bagian dari upacara Bhuta Yadnya (mungkin dapat disebut sebagai danhyangan dalam bhs jawa) sebagai salah satu bentuk usaha untuk menetralisir kekuatan alam semesta / Panca Maha Bhuta.

Mecaru, dilihat dari tingkat kebutuhannya terbagi dalam:
  • Nista ~ untuk keperluan kecil, dalam lingkup keluarga tanpa ada peristiwa yang sifatnya khusus (kematian dalam keluarga, melanggar adat dll)
  • Madya ~ selain dilakukan dalam lingkungan kekerabatan/banjar (biasanya dalam wujud tawur kesanga, juga wajib dilakukan dalam keluarga dalam kondisi khusus, pembangunan merajan juga memerlukan caru jenis madya
  • Utama ~ dilakukan secara menyeluruh oleh segenap umat Hindu (bangsa) Indonesia