Google+
Tampilkan postingan dengan label Dalem Ketut Ngulesir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dalem Ketut Ngulesir. Tampilkan semua postingan

Sekilas Babad Arya Kanuruhan

Kebo Anabrang putra Sirarya Katanggaran Arya Kediri kemudian dikenal dengan nama Arya Sabrang, karena diutus menyerang daerah seberang (Melayu) oleh raja Kertanegara, berhasil menawan Dara Petak dan Dara Jingga. Dalam rangka penyerangan ini, Kebo Anabrang datang ke Tanah Melayu dengan pasukan yang disebut dengan nama pasukan Pamalayu. Kedatangan pasukan Pemelayu dari daerah Melayu setelah menyelesaikan masa tugasnya maka setibanya di Singosari mereka tidak melihat lagi kerajaan Singosari, Singasari telah hancur, sehingga datanglah Kebo Anabrang ke kerajaan Mojopahit karena kerajaan Mojopahit adalah di perintah oleh Raden Wijaya yang merupakan pewaris langsung dan kerajaan Singosari, maka kedua putri itu diserahkan kepada raja Majapahit (Raden Wijaya).

Dara Petak diperistri oleh Raden Wijaya, yang nantinya melahirkan putra bernama Kala Gemet. Sedangkan Dara Jingga kawin dengan keluarga raja maka lahirlah Aditya Warman, yang nantinya menjadi raja di kerajaan Melayu.

Sri Smara Kepakisan (1380 – 1460 M)

Dalem Ketut Ngulesir - Raja Bali III 


merupakan putra bungsu Sri Kresna Kepakisan. Dengan adanya kemerosotan pemerintahan di Samprangan, Akhirnya Kyai Klapodyana / Kyai Kubon Tubuh (Kyai Bendesa Gelgel) mengambil inisiatif mencari Dalem Ketut Ngulesir. Dhalem Ketut Ngulesir ditemui di rumah judi di desa Pandak Tabanan, sedang bermain judi. 

Setelah dengan berbagai usaha, Setelah didaulat dan diyakinkan oleh Kyai Bendesa Gelgel, sampai-sampai Kyayi Bendesa Klapodyana menyerahkan rumahnya untuk istana raja, baru bersedia menggantikan kakaknya. Beliau beristana di kediaman Kyai Bendesa Gelgel, yang kemudian disebut Suweca Linggarsapura. Maka, mulailah Kerajaan Gelgel dengan raja Ida I Dewa Ketut karena tampannya bergelar Sri Smara Kepakisan atau Dalem Ketut Smara Kepakisan.