Google+
Tampilkan postingan dengan label Mandukya Upanishad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mandukya Upanishad. Tampilkan semua postingan

Prenawa OM dan pembangunan sejarah simbol Om

Prenawa OM dan pembangunan sejarah simbol Om


Pranawa Om adalah mantram sakral yang paling banyak disenandungkan oleh umat Dharma di seluruh pelosok bumi ini. Konon kata Amen, Amind dan Omen dikatakan berasal dari kata OM ini. Semua mantram Hindu-Buddhis dimulai dengan Om karena Omkara sebenarnya menyiratkan Sri Ganeshya dan berbagai maknanya, selain Dewa yang paling maha dalam jajaran dewata maka dewa ini adalah penghubung umat manusaia, dewa dan Hyang Maha Tunggal. Om juga dipergunakan pada awal setiap sapaan yang bersifat sakral, seperti Om Sai Ram, Hari Om dan sebagainya.

Aum , menurut Hindu filsafat, adalah suara primordial dari mana alam semesta diciptakan. Aum, juga disebut Pranava, adalah Firman asli Power, dan dibacakan sebagai mantra. Mantra adalah serangkaian suara lisan yang memiliki suara daya melekat yang dapat menghasilkan efek fisik atau psikologis tertentu, bukan hanya sesuatu yang memiliki arti intelektual yang ditugaskan. Kata mantra berasal dari ekspresi bahasa Sansekerta 'mananaath thraayathe' yang longgar berarti "mengubah pikiran", secara harfiah, "yang, ketika pikiran, membawa salah satu di [lautan duniawi kesedihan]". Kekuatan mantra terletak pada kemampuannya untuk menghasilkan perubahan, tujuan jelas di yogi yang mengulanginya dengan benar.

isi Kitab Suci Rig Weda - AM I A HINDU

berikut adalah lanjutan resume dari buku

AM I A HINDU ( Apakah Saya Hindu ? )

dimana dibawah ini dijelaskan tentang "Sruti dan Smerti" buku ini di tulis oleh Ed. Viswanathan (Diterjemahkan oleh NP Putra)

 

APA SEBENARNYA ISI RIG WEDA?

Rig Weda adalah kitab Sruti yang paling utama. Ia terdiri dari 1,028 nyanyian pujaan (hymne) dengan jumlah total 10.562 baris yang dijelaskan dalam 10 buku. Satu hymne memiliki tiga bagian dasar. Bagian pertama adalah permohonan (exhortation), bagian kedua adalah pujian terhadap Dewa tertentu dalam bentuk doa, dan bagian ketiga adalah permohonan khusus (special request). Agama yang dijelaskan dalam Rig Weda dapat disebut Brahmanisme atau Wedisme. Dalam Rig Weda kita melihat bangsa Arya baru saja menetap di lembah-lembah sungai Indus dan memuja semua kekuatan alam seperti udara (Bayu), air (Baruna), matahari (Surya), bulan (Soma) dan api (Agni). Rig Weda tampaknya bukan kitab suci yang disusun selama periode waktu tertentu tapi satu kitab suci yang disusun dalam tahapan selama beberapa abad.