Google+
Tampilkan postingan dengan label Manfaat Tenget. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manfaat Tenget. Tampilkan semua postingan

Tenget Suatu Tinajuan Filsafat

Tenget Suatu Tinajuan Filsafat

Tenget adalah istilah dalam Bahasa Bali yang menyiratkan larangan untuk mengganggu terhadap areal / lingkungan, tempat, bangunan, tumbuhan, hewan atau benda-benda tertentu, karena dianggap keramat, suci, bertuah atau dapat mendatangkan bencana atau risqi bagi pendukungnya.

Filosofis Tenget tidak bisa diungkap secara terpisah dari budaya Bali, yang bersumber dari sistem religi masyarakatnya. Ajaran kebenaran dalam Weda yang berkembang dalam tradisi Bali, melahirkan berbagai fenomena unik dalam budaya Bali (Surata dalam Supartha ed.– 1999). 
Kebenaran (tatwam) itu kemudian diwujudkan menjadi etika (susila) yaitu pandangan tentang “baik buruk”; “boleh” atau “tidak boleh”; serta pandangan tentang rwa beneda (ada hulu hilir, tinggi rendah, dsb) terhadap lingkungan alam ataupun lingkungan sosial. Etika lingkungan tersebut, dikomunikasikan dengan simbol-simbol, salah satunya melalui tenget. Dengan demikian tenget adalah sebuah simbol. Simbol adalah keadaan yang merupakan peng-antara-an pemahaman tentang suatu obyek (Triguna). Obyeknya disini adalah etika yang bersumber dari kebenaran yang diyakini. Simbol berbeda dengan tanda karena simbol adalah bagian dunia makna manusia yang berfungsi sebagai designator, sedangkan tanda adalah bagian dunia fisik yang berfungsi sebagai operator. Kegiatan simbolik mengandung arti untuk sesuatu atau juga menggambarkan sesuatu, khususnya untuk menggambarkan sesuatu yang immaterial, abstrak, sesuatu idea, kualitas, tanda – tanda suatu obyek, proses dan lain – lain.