Google+
Tampilkan postingan dengan label Pangeran Nyuh Aya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pangeran Nyuh Aya. Tampilkan semua postingan

trah keturunan Gusti Pelandung (trah Pangeran Nyuh Aya)

keturunan Gusti Pelandung

Shri Nararya Kreshna Kepakisan, berputra:
  1. Pangeran Nyuh Aya
  2. Pangeran Made Asak
Pangeran Nyuh Aya, berputra:
  1. I Gst, Ag. Petandakan.
  2. I Gst. Satra.
  3. I Gst. Pelangan.
  4. I Gst. Kaloping.
  5. I Gst. Akah.
  6. I Gst. Cacaran.
  7. I Gst. Anggan.
  8. I Gst. Ayu Adhi

Sri Nararya Kresna Kepakisan ( Arya Nyuh Aya )


Arya Kepakisan / Arya Nyuh Aya

Setelah Raja Bali yang bergelar Gajah Waktra di Bedahulu, atau disebut juga Sri Astha Sura Ratna Bhumi Banten dapat dikalahkan oleh Mahapatih Gajah Mada pada tahun 1343 M, maka Gajah Mada menempatkan para arya yang mengiringi beliau di Bali. Patih Kerajaan Bedahulu Ki Pasung Grigis tidak dibunuh dan sebagai imbalannya maka Ki Pasung Grigis diperintahkan untuk menyerang Raja Sumbawa, Dedela Natha. Keduanya terbunuh, karena keduanya mempunyai kesaktian yang seimbang.

Setelah Bali ditaklukkan ternyata masih terjadi pemberontakan dimana-mana akibat ketidakpuasan dari penduduk Bali Aga terhadap pemerintahan para arya yang ditugaskan di Bali. Atas pemikiran Gajah Mada maka Arya Kepakisan  datang ke Bali pada 1352 M diutus oleh raja Majapahit  mengiringi Dalem Sri Kresna Kepakisan, untuk memadamkan pemberontakan di 39 desa Bali Aga. Satu persatu desa Bali Aga yang memberontak dapat ditaklukkan. Setelah berhasil beliau diangkat sebagai patih agung kerajaan,  mendampingi Dalem Sri Kresna Kepakisan, sebagai raja Samprangan I.