Google+
Tampilkan postingan dengan label Raja Buleleng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Raja Buleleng. Tampilkan semua postingan

Perjalanan Trah Panji Sakti - Babad Buleleng 2

Perjalanan Trah Panji Sakti - Babad Buleleng 2

PEMERINTAH BELANDA MENCARI DUKUNGAN

Dengan peristiwa pemberontakan I Nyoman Gempol pemerintah kolonial Belanda tentu saja menemukan kesulitan dalam menjalankan pemerintahannya kalau tidak didukung oleh pemerintah lokal. Untuk mengatasi situasi itu maka pemerintah kolonial Belanda di bawah pimpinan asisten residen P. L. van Bloemenwaanders berusaha membentuk pemerintah lokal yang definitif. Beliau menpersilahkan tokoh dan keturunan raja Buleleng untuk mengadakan musyawarah. Disamping itu juga mendengarkan pendapat masyarakat umum. Akan tetapi siapakah atau yang manakah sentana raja Buleleng itu? Suasana panas dingin mulai timbul diantara keiuarga di seluruh pelosok Buleleng ini yang merasa terkait dengan keturunan raja di Buleleng.

Perjalanan Trah Keturunan I Gusti Ngurah Panji Sakti - Babad Buleleng 1

Trah Keturunan I Gusti Ngurah Panji Sakti

I Gusti Ngurah Panji Sakti, istana Puri di desa Panji (pertama). Menyatukan wilayah Den Bukit menjadi kerajaan Buleleng. Sempat melebarkan kekuasaan dengan pasukan Teruna Gowak dibawah panglima perang Ki Tamblang Sampun dan KI Gusti Batan sampai ke Blambangan dibawah kekuasaan putranya: I Gusti Ngurah Panji Gde Danudarastra Membangun Puri Sukasada di Sangket. Putrinya, I Gusti Ayu Panji kawin dengan I Gusti Agung Anom di Kapal, Mengwi.

PERISTIWA SEMETON KALIH

Peristiwa yang tidak diinginkan atau yang lebih tepat disebut tragedi sejarah yang menggurat kerajaan Den Bukit adalah sengketa antara dua pihak yang masih keluarga terdekat. Yaitu perselisihan antara dua orang yang diketahui masih dalam hubungan bersaudara, dan mereka merupakan keturunan ke 4 pendiri kerajaan Buleleng I Gusti Ngurah Panji Sakti. Yang lebih tua bernama I Gusti Ngurah Panji yang beristana di puri Sukasada di desa Sangket dan yang muda bernama 1 Gusti Ngurah Jlantik yang bersemayam di puri Buleleng.