Google+
Tampilkan postingan dengan label Raja Yoga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Raja Yoga. Tampilkan semua postingan

Rahasia Yoga Kawisesan Bali

Rahasia Yoga Kawisesan Bali

iki gegelaran manusa sakti, jalma luwih, kawruhakena dening prayatna, rumegep Sang Hyang Wisesa, tingkahing pati, lawan urip, manusa sakti bernama I Jaratdrana, ika Wisnu Buwana ngaran. Yan teka ring patine, jalanang manusa saktine, yang bernama I Jaratdrana ane ada di sor, ne nongos di bongkol tulang jringe, irika pagenahing atmane, apange matunggung menek, adan atmane I Belis, ne been apine, ne beduwur yeh, yen suba yan matungga lan dadi abesik, ya madan Gni Rakasya, margane terus kematane, away simpang, apan marga utama ya, anggon ngeseng lara, sehananing lara wenang kageseng denya.
Yan terka ring pati, majalan makejang, apan tunggal pati lawan urip. Rupan manusa saktine putih, ne nongos di bongkol tulang jringe. Irika genah Sang Wenara Petak. Matane tengen mangaran Bhatara Guru, matane di tengah mangaran Simaralaya, matane di kiwa mangaran indraloka, pasyakan matane di tengah bernama Wisnu Buwana, gegelaran manusa sakti manderaguna manusia setengah Dewa.
Karena itu, di dalam hidup ini hendaknya dengan tekun dan sadar selalu membersihkan diri. Mengurangi keangkaraan hati. Dan bilamana datang dari kematiannya, maka berjalanlah dengan tenang, "margannya menek ke pabahane (ubun-ubun), budinta apang enak, yang sida semangkana, ya mangaran manusa sakti, ya mangaran manusia setengah Dewa sakti manderaguna. Yan kita sampun wruh semangkana, wenang kita mabrata, ngurangin pangan kinum, mwah aturu lan senggama. Away wera dahat, nadyan kita mati tan pabya, tan urung kita anungkap swarg luwih". Kalau memang sudah bisa begitu, bila nanti kita mati, walaupun tanpa di aben, tanpa dibuatkan upakara, kita akan tetap masuk sorga.

Raja Marga Yoga

Raja Marga Yoga

Jalan Mistik (Raja Marga) merupakan lelakon yang sifatnya mencari kebenaran lebih jauh tentang keberadaan Tuhan Yang Maha Rahasia dan berusaha dengan ilmu pengetahuan (Jnana) yang dimiliki untuk menguak tabir misteri dari Sang Maha Misteri. Dalam Karma dan Bhakti Marga, kegiatannya masih lebih banyak memakai jasmani, maka dalam Raja Marga yang bekerja lebih banyak hati dan pikiran. Melaksanakan upacara, beryadnya, dharma yatra dan sebagainya, adalah merupakan ruang lingkup dari jalan kerja (Karma) dan jalan Bhakti yang merupakan perwujudan dari sedikit Jnana yang dikuasai. Ketika manusia memperdalam ilmu pengetahuannya tentang hakekat ketuhanan, hakekat kehidupan, berpikir jauh tentang keberadaan alam kelanggengan yaitu alam kehidupan setelah kematian yang serba tidak kasat mata (gaib), maka yang banyak berperan adalah hati dan pikiran. Pikiran sangatlah berperan dalam menentukan arah dari perjalanan kehidupan manusia dan pikiran sangatlah sulit untuk dikendalikan. Kitab Saracamuscaya Sloka 80 mengatakan :
Apan ikang manah ngaranya,

ya ika witning indriya,
maprawati ta ya ring cubhacubhakarma,
matangnyan ikang manah juga prihen kahrtanya sakareng.
Terjemahannya :
Sebab yang disebut pikiran itu, adalah sumbernya nafsu, ialah yang menggerakkan perbuatan yang baik ataupun yang buruk; oleh karena itu, pikiranlah yang segera patut diusahakan pengekangannya/pengendaliannya.