Google+
Tampilkan postingan dengan label Siwaratri Kalpa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Siwaratri Kalpa. Tampilkan semua postingan

membedah Hari Siwaratri dalam Siwa Ratri Kalpa

Hari Siwaratri dalam Siwa Ratri Kalpa

Hari Siwaratri dilaksanakan setiap setahun sekali, yaitu pada hari ke 14 paruh gelap bulan ke tujuh (panglong ping 14 sasih kepitu). Penyambutannya ditandai dengan pelaksanaan brata Siwaratri yang terdiri atas : jagra, upawasa, dan mono brata. Dalam hal ini siwaratri bagi umat hindu adalah sebagai malam perenungan dosa.

Siwaratri dalam agama hindu memiliki ajaran-ajaran yang terkandung didalamnya untuk manusia bagaimana untuk melakukan suatu perubahan untuk penyadaran diri. Siwaratri terdapat sumber-sumber ajaran siwaratri. Dalam kepustakaan sansekerta uarian tentang siwaratri, upacaranya sekaligus dengan si pemburunya yang naik sorga, tepatnya mendapat anugerah siwa di siwa loka, dapat ditemui dalam empat buah purana yaitu dalam padma purana, siwa purana, skanda purana,dan Garuda Purana. 

Demikianlah sumber sansekerta yang memuat tentang uraian siwaratri. Dalam Kekawin siwaratrikalpa karya Mpu Tanakung. Kekawin yang dibentuk oleh 20 wirama dan dnegan jumlah bait 232 buah ini, di samping dengan secara indah menguraikan kisah perjalanan si lubdaka, Bagaimana sadhana atau pencarian tersebut yang penuh dengan makna simbol-simbol akan dibahas dalam makna filosofis Siwaratri, juga dengan cukup mendasar menguraikan pelaksanakan upacara dan brata siwaratri.