Google+
Tampilkan postingan dengan label Wanaprasta Asrama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wanaprasta Asrama. Tampilkan semua postingan

Wanaprasta dan Sanyasin (bhiksuka) - Catur Asrama

Wanaprasta dan Sanyasin (bhiksuka) - Catur Asrama

Dalam masa kehidupan Wanaprstha dan Sanyasa (Bhiksuka) yang merupakan tahap akhir dari Catur Asrama, tujuan utama dari kehidupan seseorang adalah untuk mencapai kebebasan rohani yang disebut Moksha.

Kehidupan Wanaprstha merupakan persiapan awal untuk menuju moksha yaitu dengan mewariskan nilai-nilai yang positif untuk grhastin-grhastin penerus, disamping itu mempersiapkan hal-hal yang mendasar untuk menghadapi masa akhir dari hidup ini dengan harapan mendapatkan moksha.

Tahapan Wanaprastha adalah masa menjauhkan diri dari kehidupan duniawi. Sedangkan masa Sanyasa sudah berusaha melepaskan diri sama sekali dari kehidupan duniawi.

Catur Asrama

Catur Asrama

Pengertian Catur Asrama Untuk mewujudkan cita-cita Hindu Dharma mencapai Jagathita dan Moksa, maka setiap umat Hindu diajarkan untuk mencapai empat tujuan hidup. Kata Catur Asrama berasal dari bahasa Sansekerta yaitu dari kata Catur dan Asrama,

  • Catur yang berarti empat, dan
  • Asrama berarti tempat atau lapangan “Kerohanian”. Kata “Asrama” sering juga dikaitkan dengan tahap kehidupan, tingkat atau jenjang kehidupan seseorang atau tempat bertapa (pertapaan) atau dapat diartikan sebagai “usaha seseorang”. Jenjang kehidupan itu berdasarkan atas tatanan rohani, waktu, umur, dan sifat prilaku manusia. Susunan tatanan itu mendukung atas perkembangan rohani seseorang. Perkembangan rohani berproses mulai dari bayi, muda, dewasa, tua, dan mekar. Kemudian berkembang menjadi rohani yang mantap mengalami ketenangan dan berkeseimbangan. Yang dimaksud dengan usaha seseorang dalam pengertian Catur Asrama adalah usaha yang mutlak harus dilakukan oleh seseorang pada tiap-tiap asrama. Bentuk dan jenis usaha hidup yang harus dilakukan pada masing-masing asrama sangat berbeda-beda sesuai dengan unsur Catur Purusartha yang ingin dicapai pada tiap-tiap asrama. Tiap-tiap Catur Purusartha wajib diwujudkan pada tahap-tahap asrama. Karena itu penerapan Hindu Dharma harus menunjang terwujudnya tiap-tiap unsur dari Catur Purusartha.

Jadi Catur Asrama berarti empat jenjang kehidupan masyarakat yang berlandaskan petunjuk kerohanian Hindu.

Tahap, tingkat atau jenjang kehidupan ini dihubungkan dengan umur, tingkat lmu pengetahuan suci, tingkat spiritualitas atau rohani, sifat dan perilaku atau moralitas seseorang. Empat tujuan hidup ini hanya dapat dicapai melalui tahapan-tahapan hidup sesuai dengan pertumbuhan manusia itu sendiri. Tahapan-tahapan itu disebut Catur Asrama. Catur Asrama ini adalah konsep dasar untuk mencapai empet tujuan hidup itu. Sebagai konsep hidup, Catur Asrama juga menjadi landsan konsepsional penerapan Hindu dharma. Karena penerapan Hindu Dharma bertujuan untuk mewujudkan tujuan hidup manusia pula.

Adanya empat jenjang kehidupan dalam ajaran agama Hindu dengan jelas bahwa hidup itu di program menjadi empat fase dalam kurun waktu tertentu. Tegasnya dalam satu lintasan hidup diharapkan manusia mempunyai tatanan hidup melalui empat tahap program itu, dengan menunjukkan hasil yang sempurna.