Desa Sukawati
Kira-kira pada penghabisan abad ke XVII seorang ahli ilmu hitam ( pengiwa ) bergelar Ki Balian Batur, penghuni Teludu Nginyah, sebelah barat desa Cau (br. Rangkan ketewel), dikalahkan perang oleh Raja Mengwi yang bergelar I Gusti Anglurah Agung Made Agung ( alias Tjokorda Sakti Blangbangan),berkat bantuan I Dewa Agung Anom ( alias Sri Aji Sirikan ) yang menembakkan peluru Ki Seliksik dengan bedil Ki Narantaka.
I Dewa Agung Anom adalah adik dari I Dewa Agung Dimadya atau putra dari I Dewa Agung Gede ( Raja Klungkung Ke – I ).
Sebagai balas jasa dan tanda setia bhakti dari Tjokorda Sakti Blangbangan maka bermohonlah beliau agar I Dewa Agung Anom diperkenankan oleh Ayahnda ( Raja Kelungkung ) untuk berpuri di Bumi Timbul. Raja Klungkung berkenan, untuk pengamer-amer ( kepentingan pengamanan ) I Dewa Agung mohon agar diperkenankan membawa Keris Kawitan bernama Ki bengawan Canggu ( anugrah Raja Majapahit ) ke Bumi Timbul. Namun rakanda (kakaknya) tiada berkenan dan sebagai gantinya I Dewa Agung Dimadya berkenan memberikan Keris Ki Maleladawa, Papetet ( ikat pinggang ) Ki Sembah Jagat dan tombak Ki Baru Gagak,dengan segala pengapitnya ( disampingnya ). I Dewa Agung Anom amat berdukacita karena permohonannya tiada dikabulkan.