Google+

Bhisama Pande 3

Tentang Asta Candhala

Bhisama ketiga mengenai larangan atau pantangan atau perbuatan yang harus dihindari, yaitu perbuatan asta candhala, agar warga pande berhasil menjadi pemimpin manusia utama.

Pada waktu dialog imajiner yang berlangsung di Pura Indrakila, Mpu Siwa Saguna berujar kepada Brahmana Dwala:
“nghing yogya kita hangamong wwang uttama, tingalaken asta candhala, away rumaketing sariranta. Ndi ingaran asta candhala, prakyaksakna pangrengonta, nihan lwirnya
(apabila engkau ingin menjadi pemimpin yang utama, hindari asta candhala, jangan biarkan mengikat dirimu. Yang manakah disebut astha candala, camkanlah) :
  1. amahat, ngaran manginum amdya, metu mawero (minum minuman keras yang memabukan);
  2. amalanathing, ngaran maka balandhang jejuden (menjadi bandar judi);
  3. anjagal, ngaran amati mati pasa, madwal daging mentah (membunuh binatang dan menjadi penjual daging mentah);
  4. amande lemah, ngaran akarya payuk pane (membuat periuk dan barang tembikar lain dari tanah);
  5. anyuledang, ananggap upah nebuk padi (menjadi tukang tumbuk padi);
  6. anapis, ngaran amangan sesaning wwang len (makan makanan sisa orang lain); amurug papali ngaran (jangan melanggar pantangan)
  7. amangan klalatu (makan laron/dedalu)
  8. iwak pinggul ngaran dedeleg (ikan gabus atau jeleg).
tegasnya warga Pande tidak boleh makan dedalu dan dedeg

sumber :
Keputusan/Ketentuan Pesamuhan Agung IV
Maha Semaya Warga Pande Provinsi Bali
Tanggal 1 Juni 2007
Di Wantilan Sri Kesari Warmadewa Mandapa - Pura Agung Besakih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar