Google+

Selasa, 06 April 2010

Penelitian Ilmiah Reinkarnasi Kehidupan

Penelitian Ilmiah Reinkarnasi Kehidupan

Reikarnasi/Punarbhawa/Samsara berarti kelahiran yang berulang-ulang, yang disebut juga penitisan kembali (reinkarnasi) atau Samsara.

Di dalam Weda disebutkan bahwa “Penjelmaan jiwatman yang berulang-ulang di dunia ini atau di dunia yang lebih tinggi disebut Samsara. Kelahiran yang berulang-ulang ini membawa akibat suka dan duka. Samsara atau Punarbhawa ini terjadi oleh karena Jiwatman masih dipengaruhi oleh kenikmatan, dan kematian diikuti oleh kelahiran”.

Dalam suatu sloka disebutkan:
Sribhagavan uvacha:
bahuni me vyatitani
janmani tava cha ‘rjuna
tani aham veda sarvani
na tvam vettha paramtapa
. (Bh. G. IV.5)

artinya:
Sri bhagawan (Tuhan) bersabda :
banyak kelahiran-Ku di masa lalu
demikian pula kelahiranmu arjuna semuanya ini Aku tahu
tetapi engkau sendiri tidak Parantapa.

Reinkarnasi memiliki hubungan yang erat dengan Karma yang mana keduanya merupakan suatu proses yang terjalin erat satu sama lain. Reinkarnasi dapat dikatakan sebagai kesimpulan atas semua karma yang telah didapat dalam suatu masa kehidupan. Baik buruknya karma yang dimiliki seseorang akan menentukan tingkat kehidupannya pada reinkarnasi berikutnya.

Dengan keyakinan terhadap reinkarnasi ini dan hubungannya dengan karma, maka umat harus sadar bahwa kehidupan sekarang ini merupakan kesempatan yang baik untuk memperbaiki diri demi kehidupan yang lebih baik pada masa datang.


Memahami Edgar Cayce Menembus Masa Lalu

Gejala reinkarnasi kehidupan merupakan dunia penelitian yang sedang populer saat ini pada banyak kalangan ilmuwan Barat.

Banyak sekali manusia di dunia, khususnya anak-anak, tanpa sengaja ataupun secara kebetulan mendapati dirinya bisa mengingat kembali kehidupan mereka sebelumnya, dan mengenai gambaran perinciannya sangat nyata dan dapat dipercaya. Dalam artikel ini akan diperkenalkan monograf reinkarnasi kehidupan yang ditulis oleh Doktor Gina Cerminara setelah melalui penelitian yang panjang.

Bangsa China sering mengatakan bahwa seseorang yang memiliki keberuntungan atau nasib baik adalah diperoleh dari kebajikan atau amalnya pada kehidupan sebelumnya, sedangkan yang nasibnya malang adalah akibat karma yang ditimbulkan pada kehidupan sebelumnya.

Di dalam sebuah buku "Many Mansions", Doktor Gina Cerminara melalui contoh peristiwa reinkarnasi membeberkan karma kehidupan sebelumnya dengan kesehatan kehidupan sekarang dan hubungannya dengan kehidupan manusia, telah membuktikan hubungan yang erat pada pandangan tentang reinkarnasi dan karma yang beredar di masyarakat dari generasi ke generasi.

Pandangan yang terdapat dalam buku dengan pengalaman kuno Bangsa China secara kebetulan memiliki pandangan yang sama bahwa karma pada kehidupan sebelumnya adalah sumber penderitaan kehidupan sekarang dan nasib malang, semua penuturan ini bukan hanya mendidik orang untuk belajar disiplin berbuat baik, namun memiliki hubungan sebab akibat nyata di dalamnya.

Edisi pertama buku "Many Mansions" Gina Cerminara diterbitakan pada tahun 1995.
Menurut pernyataan Morey Bernstein, bahwa buku ini pernah mendorongnya memasuki penelitian terhadap reinkarnasi. Karya terkenal Bernstein, The Search for Bridey Murphy, pada tahun 1956 dapat dikategorikan sebagai jalan masuk sesudahnya hingga sekarang untuk membangkitkan penelitian reinkarnasi.

"Many Mansions" berhasil disusun oleh Geenha Sheminnala dari basis dokumen Edgar Cayce dalam wacana reinkarnasinya.
Adalah merupakan sebuah buku referensi berharga yang telah dikumpulkan untuk penelitian reikarnasi. Edgar Cayce adalah seorang cenayang yang mana dalam kondisi terhipnotis, dia bisa melakukan diagnosis penyembuhan penyakit pada penderita di luar jarak ribuan Li (satuan ukuran panjang Tiongkok, 1 Li = 500 M). Doktor Gina Cerminara mengisahkan tentang bagaimana Cayce menembus lorong waktunya, menguraikan sumber sebab akibat pada kehidupan sebelumnya, melakukan penentuan diagnosa yang sulit dipercaya.

Pengobatan terhadap gadis kecil bernama Shalma Alabama adalah sebuah contoh kasus menonjol Cayce engan menggunakan fungsi mata seribu Li-nya yang gaib (kemampuan clairvoyance). Shalma sama sekali telah kehilangan fungsi kesadaran dan pemikirannya, dimasukkan ke rumah sakit jiwa, dan dokter tidak bisa menemukan sebab musababnya. Kakaknya kemudian minta pertolongan Cayce. Cayce berbaring diatas kursi tidur, masuk dalam kondisi terhipnotis dan melakukan diagnosa terhadap gadis kecil. Dia bagaikan sebuah mesin Sinar-X, melihat dengan jelas daerah penyakit yang diderita oleh gadis kecil itu. Sebuah geraham sumsumnya dan diantara sebuah giginya yang lain, menghimpit sebuah saraf, jika saja gigi itu dicabut, dan setelah tekanannya hilang, maka akan normal kembali dengan cepat. Dokter melakukan operasi rongga mulut pada posisi menurut apa yang dilukiskan olehnya, dan Si gadis kecil kemudian sehat kembali. Namun yang paling ajaib adalah pada keseluruhan proses tersebut, Cayce tidak perlu menemui penderita tersebut secara individu, dalam keadaan terhipnotis, di luar jangkauan ribuan Li, Cayce bisa melakukan diagnosa dan pengobatan terhadap penderita.

Sebuah contoh kasus lain yang menonjol adalah seorang bayi premature di Kentucky, AS, saat 4 bulan setelah lahir menderita suatu penyakit kejang klonus parah, semua Dokter mengatakan bahwa dia tidak akan lama bertahan hidup. Dalam keputusasaan, Ibunya mohon pertolongan Cayce. Dalam keadaan terhipnotis, Cayce mendiagnosis kejang klonus bayi tersebut adalah akibat penggunaan yang over dosis pada semacam obat, dan bisa melalui penggunaan semacam penawar racun untuk menguranginya. Dengan tidak menghiraukan pertentangan para dokter, Ibu dari bayi tersebut bersikeras menuruti anjurannya. Cayce memberikan penawar racun dengan dosis maksimum pada bayi, hasilnya penyakit kejang klonus nyaris terhenti, panasnya juga telah menurun, dan bayi tersebut juga tertolong.

Meskipun Cayce sama sekali buta akan ilmu kedokteran, dan juga tidak pernah membaca buku anatomi, namun dalam keadaan terhipnotis dia bisa menggunakan istilah anatomi dan medis untuk melakukan diagnosa, dan hasil diagnosanya sangat tepat. Hasil pengobatan menunjukkan dia juga telah menyembuhkan epilepsy (ayan) seorang uskup Kanada, radang sendi parah yang diderita oleh seorang siswa SMU, dan menyembuhkan sakit kepala migran dokter gigi di New Yor khingga dua tahun lamanya. Juga telah menyembuhkan seorang musisi dari Kentucky yang diagnosis oleh pakar kedokteran terserang suatu jenis penyakit aneh yang tak terobati, dan malah telah membantu menyembuhkan penglihatan seorang lelaki penderita Glaukoma. Semua contoh peristiwa hidup dalam jumlah banyak dan gaib ini membuat Cayce dinobatkan sebagai cenayang Amerika yang paling hebat.

Fungsi kemampuan pandangan jauh Cayce tidak hanya bisa menjangkau diluar ribuan Li, malah kemampuannya bisa secara langsung memeriksa banyak materi di luar tubuh manusia, bisa melihat hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam semesta dan perjalanan nasib manusia, bahkan hubungan manusia pada kehidupan sebelumnya dengan kehidupan sekarang.

Cayce menganggap bahwa nasib malang dan penderitaan manusia pada kehidupan sekarang mempunyai hubungan sebab-akibat yang terjalin dengan karma pada kehidupan sebelumnya, dengan demikian bisa mencari sumbernya dari kehidupan terdahulu.

Karma jasmani manusia dalam buku ini digolongkan dalam 3 jenis;
  1. Boomerang Karma. Seorang professor yang buta matanya, melalui penguraian pengingatan kembali menjelaskan bahwa dia memiliki pengalaman sebanyak 4 kali reinkarnasi. Satu kali diantaranya adalah pada suatu masa, dia adalah seorang anggota suku tak beradab, pekerjaannya adalah menyepuh mata musuh hingga buta dengan menggunakan solder besi panas. Dan oleh karena itu, dalam kehidupannya sekarang, dia harus menerima penderitaan kebutaan pada matanya sejak lahir. 
  2. Organismic Karma. Ini adalah dikarenakan penggunaan suatu organ tertentu secara sewenang-wenang pada suatu kehidupan sebelumnya dan mengakibatkan balasan pathogen dari organismic tersebut. Seorang lelaki yang berusia 35 tahun, sejak kanak-kanak daya pencernaannya sangat lemah, perlu beberapa jam lamanya hanya untuk mencernakan sepotong daging saja. Mengakibatkan kehidupan sehari-harinya terasa sangat mengganggu. Cayce menemukan bahwa orang tersebut pada masa Perancis di bawah kekuasaan Louis ke 13 adalah seorang pengawal istana kaisar, sangat setia dan penuh tanggung jawab dalam tugasnya, namun hobinya makan. Kemudian saat pada suatu kehidupan menjabat sebagai dokter kerajaan di sebuah istana juga seorang ahli masak. Dikarenakan terlalu tak berdisiplin dalam hal makanan pada kedua kehidupan ini, mengakibatkan kesulitan pencernaan makanan pada kehidupannya sekarang, diperlukan pembatasan timbal balik untuk menutupinya.
  3. Symbolic Karma. Salah satu tipe contoh kasusnya adalah tentang seorang remaja yang kekurangan darah sejak kanak-kanak, semua terapi pengobatan tidak menghasilkan efek yang berguna. Ternyata sebelum di lima kehidupan sebelumnya dimana saat Dia pernah menjadi penguasa di Peru, sikapnya sangat sadis dan kejam, meyakini kepercayaannya dengan melakukan pertumpahan darah di mana-mana, yang dengan demikian mengakibatkan dirinya kekurangan darah pada kehidupan sekarang. Contoh kasus pengobatan Cayce, telah memperlihatkan karma seumur hidup terhadap efek penentuan pada nasib kehidupan sekarang.
Doktor Cerminara menggunakan waktu 20 tahun untuk melakukan analisa dan penelitian yang seksama terhadap penemuan Cayce, dan salah satu kesimpulan yang diperolehnya adalah bahwa setiap roh tidak hanya hidup sekali, namun bisa hidup secara berulang kali.



Fenomena Reinkarnasi Biarawati Zaman Mesir Kuno
Banyak orang mendengar cerita soal reinkarnasi.
Yaitu kembalinya jiwa dan roh dari masa lalu ke tubuh seseorang di masa kini.

Persoalan yang sulit dibuktikan, namun benarkah perihal reinkarnasi ini bisa terjadi?

Adalah Dorothy Eady, seorang wanita Inggris yang mengalami fenomena reinkarnasi yang sangat menggemparkan Inggris dan Mesir.
Satu-satunya manusia yang dilaporkan mengalami reinkarnasi seorang tokoh “biarawati” pelayan kuil Osiris di zaman Firaun Seti I Mesir Kuno dari masa 1320–1200 sebelum Masehi. Ia kemudian dikenali sebagai “Omm Sety”.

Kisah spektakuler yang kontroversial tentang Dorothy Eady dimulai dari sebuah tempat di London, Inggris, saat ia berusia 3 tahun. Dalam sebuah insiden, Dorothy kecil terjatuh dari lantai atas rumahnya. Ia mengalami koma dan akhirnya tim dokter yang merawatnya menjatuhkan vonis meninggal dunia pada balita kelahiran 16 Januari 1904 itu. Saat itu tanda-tanda kehidupan dan seluruh organ vital Dorothy memang berhenti beraktivitas.

Transformasi Astral?

Tiada yang tahu bagaimana terjadinya, namun sekian saat setelah tubuh Dorothy akan disemayamkan, ternyata anak perempuan kecil itu tiba-tiba bangkit kembali dari kematian dalam kondisi segar bugar. Seluruh keluarga terperanjat. Namun, tak ada yang tahu bahwa sebuah pintu dimensi dari masa lalu telah terbuka dan sebuah jiwa dari masa Mesir Kuno merangsek masuk ke tubuh Dorothy kecil yang hampir kaku.

“Namun sejak vonis kematiannya, Dorothy Eady yang hidup kembali itu memiliki kepribadian yang berbeda sama sekali dengan Dorothy Eady yang dikenal ayah ibunya. Bocah tiga tahun ini memiliki kepribadian yang jauh lebih dewasa dan senantiasa bermimpi tentang kuil-kuil Mesir Kuno.”

Ia selalu berkisah tentang Mesir Kuno, dinasti Firaun Seti I dan mampu mendeskripsikan kehidupan di sekitar kuil Mesir Kuno seribuan tahun sebelum masehi. Dorothy Eady juga kerap menuntut ayah ibunya untuk memulangkannya ke tempat tinggalnya. Ayah dan ibunya yang keturuan Irlandia itu sama sekali tak mengerti maksud putri mereka tentang “pulang ke tempat tinggalnya”.

Museum
Sejalan bertambahan usia, Dorothy Eady semakin berminat dan tertarik pada literatur dan semua hal yang berbau Mesir. Maka suatu ketika ia diajak berkunjung ke British Museum di London, Dorothy Eady begitu tergila-gila dengan ruang pamer benda-benda peninggalan Mesir Kuno.

Ia merasa bahwa semua peninggalan Mesir Kuno itu adalah bagian dari kehidupannya. Ia menciumi patung-patung Dewa Mesir, memeluk peti-peti mummy dan bertingkah aneh dengan suaranya tiba-tiba lebih berat dan sarat kerinduan ketika berkata “ini adalah bagian dari keluarga dan rumahku!”

Ia kemudian menyewa tempat tinggal di dekat British Museum dan bergaul dengan Ernest A Wallis Budge seorang kurator dan pakar Mesir di museum tersebut. Ia memperdalam kajian hiroglif dan sejarah Mesir Kuno.

Para pakar di British Museum dan ahli Mesir Kuno terperanjat akan pengetahuan dan kemahiran Dorothy dalam menuliskan dan menerjemah hiroglif Mesir Kuno dan kedalaman pengetahuannya tentang detail kuil-kuil Mesir Kuno dari zaman Firaun Seti I. Padahal Dorothy sama sekali tidak pernah belajar dan dibimbing dalam hal tersebut, namun kemampuan itu muncul begitu saja dengan sangat mengagumkan.
“Dorothy sendiri mengaku dirinya adalah titisan dari seorang biarawati pelayan kuil Osiris di Abydos yang pernah hidup di masa antara 1320–1200 sebelum Masehi. Ia merasa telah bereinkarnasi dalam tubuh Dorothy Eady.”

Setelah menikah dengan seorang pemuda Mesir (1933) ia pun mencapai tujuan yang sejak kecil menghantuinya: kembali ke kuil Osiris dan menjejak kaki kembali di tanah Mesir!

Keahlian Dorothy yang luar biasa tentang Mesir Kuno melebihi pengetahuan para sarjana tentang Mesir. Hal ini kemudian menuntunnya pada perjalanan ke Mesir. Ia kemudian mendapat pekerjaan sebagai asiten arkeolog dalam penggalian di situs Giza di Kairo, dan sering dipekerjakan oleh para ahli yang memperdalam kebudayaan tentang Mesir Kuno. Ia melakukan itu selama dua puluh tahun lebih.

Dorothy Eady pernah ikut sebagai pembantu utama dalam proyek penelitian Dr Selim Hassan yang kemudian mempublikasikan Penggalian Situs Giza. Ia pernah juga bekerja pada Dr Ahmed Fakhry sebagai konsultan dan asisten pada penelitian piramid di Dahshur. Dalam dua studi dan penggalian situs Mesir kuno ini perannya sangat menonjol dan sungguh mengagumkan kedua pakar Mesir kuno itu. Dorothy sangat memahami budaya dan arsitektur serta sistem pemujaan dewa-dewa di zaman Mesir Kuno. Ia memberikan gambaran yang detail, menerjemahkan hiroglif degan mudah, dan memberi saran-saran ilmiah yang ternyata sejalan dengan fakta sejarah yang kemudian ditemukan para ahli Mesir.

“Dari berbagai pengalaman kerja dengan para pakar kelas dunia ini ia pun semakin populer di kalangan peneliti budaya Mesir Kuno. Bahkan kisah hidup Dorothy Eady yang berganti nama menjadi Omm Sety (yang artinya ibunda Seti) menarik perhatian dunia.

Kisahnya sudah dibukukan dan difilmkan sebagai fenomena sebuah reinkarnasi!”

Dorothy memang menghabiskan masa tuanya di kuil Osiris di Abydos, dan menjadi penjaga kuil kuno tersebut, karena kemampuan dan keahliannya tentang Mesir Kuno yang amat spektakuler.

Apakah Dorothy memang reinkarnasi dari seorang wanita yang pernah hidup ribuan tahun lalu di sebuah kuil di Mesir?.

diposkan di http://cakepane.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar