Google+

Senin, 06 Agustus 2012

Meditasi - AM I A HINDU

berikut adalah lanjutan resume dari buku 

AM I A HINDU ( Apakah Saya Hindu ? ) 

dimana dibawah ini dijelaskan tentang "Meditasi" buku ini di tulis oleh Ed. Viswanathan (Diterjemahkan oleh NP Putra) 

 

AYAH, APAKAH MEDITASI? 

Kata meditasi berasal dari kata Latin "meditari" yang berakar pada kata Latin "mederi" artinya "menyembuhkan" (to heal). Jadi meditasi adalah "ilmu pengetahuan mengenai penyembuhan" - ilmu penyembuhan semua penyakit tubuh dan mental. 


Ada ribuan buku mengenai meditasi dan ribuan definisi mengenai meditasi. Agama Hindu sendiri berbicara mengenai dua puluh tingkat kesadaran atau tahapan-tahapan mental yang berbeda. Jadi untuk mengatakannya secara sangat sederhana, meditasi adalah seni untuk membuat pikiran stabil. Untuk menjelaskannya dalam istilah orang awam, dengan meditasi seseorang memasuki satu keadaan pikiran tanpa pikiran (a state of mind where there are no thoughts). 

 

AYAH, APAKAH PIKIRAN (MIND)? 

Ini suatu pertanyaan sulit yang lain untuk dijawab. Pikiran mempunyai ribuan definisi dan bila kamu membaca mereka semua kamu akan lebih bingung lagi. Definisi yang paling mudah adalah: Pikiran (mind) adalah satu ruang di dalam mana pikiran-pikiran (thoughts) berada, berdiam. Jadi bila kita katakana pikiran telah menjadi tenang, itu artinya pikiran telah memasuki satu keadaan tanpa-pikiran (a thought-less state). 

 

AYAH, MENGAPA SUKAR SEKALI UNTUK MEDITASI? 

Untuk memulainya, orang-orang membingungkan diri mereka sendiri dengan segala macam definisi mengenai meditasi dan melekatkan kepadanya segala macam dogma spiritual yang tidak perlu. Beberapa orang bahkan memberikan kedudukan penting yang tidak pada tempatnya kepada seluruh ide meditasi dengan wawasan yang sangat snobis (sok). 

Orang-orang dengan bangga mengatakan, "aku telah bermeditasi selama empat jam terakhir." Lalu apa? 
Apakah kamu pernah mendengar seseorang mengatakan bahwa dia telah tidur selama delapan jam, dan karena itu seluruh dunia harus menghormatinya? 

Semuanya itu, seperti telah kukatakan di atas, adalah halangan untuk meditasi yang sebenarnya. Jadi yang paling penting adalah memahami bahwa meditasi itu sealamiah seperti tidur (Shusupti) dan ini adalah latihan yang vital yang diperlukan oleh semua mahluk manusia dari sejak lahir hingga mati. Seni meditasi sendiri disalah-mengerti secara kasar oleh banyak orang. 

Banyak Yogi menjadikan pengendalian pikiran adalah prasyarat untuk meditasi dari pada menyatakan pikiran yang terkendali adalah hasil atau buah dari meditasi. Mencoba untuk mengendalikan pikiran secara sewenang-wenang adalah seperti mencoba untuk mengendalikan kegiatan seekor monyet yang lari di seantero hutan. Tiada seorang pun yang dapat melawan pikiran dan angin. 

Pikiran adalah kekuatan yang sangat perkasa. Satu-satunya hal yang kita lakukan adalah menjinakkannya dengan metoda yang tepat. Bahkan Krishna sekalipun mengakui kekuatan dari pikiran dan memberi tahu Arjuna yang kebingungan, "Tak diragukan, oh pahlawan agung, pikiran sangat sukar untuk ditundukkan. Dia tak pernah istirahat sepanjang waktu, tapi putra Kunti, pikiran dapat ditaklukan dengan latihan terus-menerus dan penarikan diri dari obyek-obyek indriya" (Bhagawad Gita 6:34). 

 

JADI BAGAIMANA CARA YANG TEPAT UNTUK MEDITASI? 

Ada banyak cara untuk meditasi, beberapa di antaranya bersifat langsung dan yang lain bersifat tidak langsung. Salah satunya adalah dengan memperhatikan pikiran-pikiran (thoughts) yang datang kepada 'pikiran' (mind = seat of consciousness, feeling, thouht an and will; pikiran adalah tempat dari kesadaran, pikiran, perasaan dan kehendak, npp) tanpa mengontrolnya dengan cara apapun atau mencoba berpartisipasi dalam pikiran-pikiran itu. 

Cara ini kedengaran sulit tapi bila kamu mulai mempraktekkannya, banyak pertanyaan-pertanyaan yang kamu miliki akan menghilang sama sekali. Pranayama dan Mantra Japa adalah cara-cara tidak langsung untuk memperhatikan pikiran (mind). 

 

AYAH, APAKAH ANDA BERMAKSUD MENGATAKAN BAHWA AKU HANYA MELAKSANAKAN MEDITASI BEGITU SAJA TANPA DIGANGGU OLEH "APA YANG HARUS DILAKUKAN DAN YANG TIDAK BOLEH DILAKUKAN" MENGENAI AGAMA HINDU? 

Yang harus dan tidak boleh dilakukan ("do's and don't's, kewajiban dan larangan) yang baru saja kamu sebutkan dikenal sebagai Yama-Niyama. Aku sama sekali tidak punya maksud untuk mengecilkan arti penting mereka. Aku merasa bahwa orang pada umumnya berhubungan dengan agama dengan maksud untuk merobah segala sesuatu dalam semalam. Sesungguhnya mereka memang bertindak persis seolah-olah mereka mencoba untuk membuat satu kekosongan yang sempurna (perfect vacuum). Tapi tidak ada kekosongan sempurna seperti itu. Bagimanapun, adalah lebih mudah untuk mengganti satu bentuk gas dengan gas yang lain dalam kamar yang tertutup rapat yang kedap angin. Inilah ide dimana aku mendasarkan teoriku. 

Kita pertama-pertama hendaknya dengan serius memulai latihan-latihan meditasi dan tidak terlalu keras terhadap diri kita mengenai "apa yang harus dan apa yang tidak boleh." Hal itu tidaklah berarti bahwa kita mentoleransi emosi-emosi yang tak terkendali. Misalnya, bila kamu menonton tv selama enam atau tujuh jam setiap hari, cobalah menguranginya menjadi satu atau dua jam dan menonton dengan cara yang konstruktif. Bila kamu mempunyai kebiasaan makan setiap waktu, cobalah merobahnya menjadi tiga kali sehari, dan begitu seterusnya. Perobahan harus dibuat tanpa memberi kesempatan kepada pikiran untuk menentang balik dengan keras. 

 Ingatlah Krishna mengatakan, "Yoga bukanlah untuk mereka yang tidak makan sama sekali tidak pula bagi mereka yang makan dengan serakah. Yoga bukanlah untuk mereka yang tidak tidur dan mereka yang tidur sepanjang siang dan malam." Kita tidak hidup di lereng gunung Himalaya tapi di kota-kota dimana ribuan obyek-obyek indriya muncul setiap waktu untuk merangsang indriya kita. Moderasi adalah yang paling diperlukan. 

 

APA SEBENARNYA YANG TERJADI SELAMA MEDITASI? 

Ilmu pengetahuan masih harus mengeksplorasi topik ini. Satu-satunya hal yang kita ketahui sejauh ini adalah bahwa selama meditasi badan menjadi relaks dan ada perobahan dalam gelombang listrik otak. Departemen parapsikologi di seluruh dunia sedang melakukan banyak percobaan mengenai hasil-hasil dari meditasi, tapi sejauh ini tiada seorangpun membawa hasil kecuali bahwa selama meditasi otak membuat gelombang alpha dan kadang-kadang bahkan gelombang theta dan delta. 

Otak kita adalah sekumpulan sirkit (arus) listrik yang secara terus menerus bolak-balik mengirimkan antara berbagai pusat otak, mengingat hal itu, akan perlu waktu bertahun-tahun sebelum kita mengetahui apa sesungguhnya yang terjadi selama meditasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar