Google+

Ayat Weda tentang Kerja Keras dan Ketekunan

Ayat Weda tentang Kerja Keras dan Ketekunan

Kerja keras dan tidak malas merupakan kewajiban dan kebajikan yang patut dilakukan. Tuhan Yang Maha Esa hanya menyayangi mereka yang suka bekerja keras dan memiliki ketekunan, bukan mereka yang malas, gampangan dan menyepelekan segala sesuatu. orang yang suka bekerja keras dan memiliki ketekunan akan mencapai keberhasilan. hal ini sangan relevab dengan perkembangan dunia modern. siapa saja yang tekun bekerja, tekun belajar, berdisiplin dan memiliki kualitas sradha yang mantap, akan sukses dalam berbagai aspek kehidupan. demikian pula orang yang tidak kenal menyerah, tak kenal lelah, tidak cepat putus asa akan memperoleh kekayaan lahir dan batin. Tuhan Yang Maha Esa selalu menolong orang yang suka bekerja keras.
berikut ini sloka Weda yang berkaitan dengan kerja keras.

selalulah melakukan kerja keras,

Kurvan eveha karmani,

jijiviset satam samah,
evam tvayi nayatheto-asti,

na karma lipyate nare (Yayurweda XI.2)
artinya:
Orang seharusnya suka hidup di dunia ini dengan melakukan kerja keras selama seratus tahun. tidak ada cara yang lain bagi kesempatan seseorang. suatu tindakan yang tidak mementingkan diri sendiri dan tidak memihak, menjauhkan prilaku dari keterikatan.

icchanti devah sunvantam,

na svapnaya sprhayanti,
yanti pramadam atandrah (Atharwa Weda XX.18.3)
artinya:
para dewa menyukai orang-orang yang bekerja keras. para dewa tidak menyukai orang-orang yang gampangan dan bermalas-malasan. orang-orang yang selalu waspada mencapai kebahagiaan yang agung.

sebuah keberhasilan akan dicapai dengan ketekunan,

krtam me daksine haste,jayo me savya ahitah,gojid bhuyasam asvajid,dhanamjayo hiranyajit (Atharwa Weda VII.50.8)
artinya:
ketekunan semoga ada di tangan kanan dan kejayaan ada di tangan kiri. semoga kami mendapatkan sapi betina (investasi), kuda (kendaraan), kekayaan dan emas.

Seberangi lautan dunia dengan ketekunan,

Asmanvati riyate sam rabhadhvam,uttisthata pra tarata sakhayah,atra jahama ye asan asevah,sivan vayam uttaremabhi vajan (Rgweda X.53.8)
artinya:
ya para sahabat, dunia yang penuh dosa dan kesedihan sedang lewat bagai sebuah sungai, alirannya yang dihalangi oleh batu-batu besar yang berat. tekunlah, bangkit dan seberangilah, tingkatkanlah pengikut yang tak berbudi. seberangilah sungai kehidupan itu untuk pencapaian kesejahteraan dan kemakmuran.

Capailah kekayaan dengan kerajinan tangan (industri)

gobhis tarkma-amatim durevam,yavena ksudham puruhuta visvam,vayam rajabhih prathama dhanani-asmakev janena jayema (Rgweda X.42.10)
artinya:
ya tuhan, semoga kami menyeberangi kemiskinan yang tidak bisa diatasi itu dengan memperoleh sapi-sapi betina itu (investasi usaha). semoga kami mengatasi lapar kami dengan memiliki makanan padi-padian sejenis gandum, semoga kami memperoleh kekayaan dari para raja dan mencapai keberhasilan dengan usaha-usaha kami.

Keberhasilan dicapai dengan kerja keras,
krsan it phala asitam krnoti,yan adhvanam apa vrnkte caritraih,vadan brahmavadato vaniyan,prnan apir aprnantam abhi syat (Rgweda X.117.7)
artinya:
sebuah mata bajak yang membajak menghasilkan padi-padian. seorang lelaki yang berjalan kaki menyeberangi jalanan. seorang lelaki yang terpelajar yang menyanyikan mantra-mantra weda, adalah lebih unggul daripada seseorang yang tetap terdiam. orang yang dermawan melebihi orang yang tidak menolong teman-nya.

Orang yang tak kenal lelah mendapatkan kekayaan,

sa ratnam martyo vasu,visvam tokam uta tmana,accha gacchati-astrtah (Rgweda I.41.6)
artinya:
orang yang tidak kenal lelah memperoleh permata-permata, segala macam kekayaan dan anak-cucu yang berbakat ketekunannya.

Capailah tujuan yang tinggi dengan ketekunan,

ma sredhata somino daksata mahe,krnudhvam raya atuje,taranir ij jayati kseti pusyati,na devasah kavatnave (Rgweda VII.32.9)
artinya:
wahai orang-orang yang berpikran mulia, janganlah tersesat, tekunlah dan dengan tekad yang keraslah untuk mencapai tujuan-tujuan yang tingi. bekerjalah dengan tekun untuk memperoleh kekayaan. orang yang bersemangan (tekun) berhasil, hidup berbahagia dan menikmati kemakmuran. para dewa tidak pernah menolong orang yang bermalas-malasan.

Keunggulan dicapai dengan usaha yang sulit,
sudakso daksaih ktratunasi,sukratur agne kavih kavyenasi visvavit,vasur vasunam ksayasi tvam eka id,dyava ca yani prthivi ca pusyatah (Rgweda X.91.3)
artinya:
hyang agni, engkau berdaya guna dengan perbuatan-perbuatan yang berbudi luhur, engkau bersemangat dengan kegiatan-Mu, engkau seorang bagi penerima wahyu, engkau adalah yang maha mengetahui, engkau adalah pendukung lima unsur yang agung (panca maha bhuta), engkau adalah satu-satunya penguasa atas semua benda, yang dipelihara oleh langit (surga) dan bumi (dunia).

Para dewa menolong orang yang bekerja keras,

na rte srantasya sakhyaya devah (Rgweda IV.33.11)
artinya:
para dewa menolong orang yang tidak dilelahkan oleh kerja-kerja yang berat.

Milikilah ketangkasan pada kedua belah tanganmu,

ayam me hasto bhagavan, ayam me bhagavattarah (Rgweda X.60.12)
artinya:
semoga tangan kananku beruntung dan tangan kiriku lebih beruntung.

Keberhasilan dengan kerja keras dan ketulusan,

atandraso avrka asramisthah (Rgweda IV.4.12)
artinya:
ya hyang agni, hanya orang-orang yang giat, tulus hati dan tidak kenal lelah yang berhasil dalam hidupnya.

Dewa tidak pernah menolong orang yang bermalas-malasan,

nasusver apir na sakha na jamih (Rgweda IV.25.6)
artinya:
ya tuhan, jadikanlah hamba bukan sahabat, kerabat atau sanak saudara dari orang yang malas.
dalam Kitab Slokantara juga menjelaskan tentang Kerja keras dan Pantang Menyerah, adapun bunyi slokanya:
Nirdhano'pi narah sadhuh karma nindyam na karayet,sardulaschinnapado pi trnam jatu na bhaksayet (Slokantara, sloka 8.31)
artinya:
orang saleh walaupun amat miskin, ia tidak akan melakukan pekerjaan haram. seekor haraimau, walau dipotong kakinya sampai remuk, ia tidak mau memakan rumput.
arti dalam bahasa Jawa kuno:
kalinganya, sang sadhujana sira sang wwang uttama-janma, yadyapi sira nirdhana, kasyasiha tuwi, agaweha ta sira salah karya, salah hidep, taha ta mangkana sang wwang uttama-janma, iwa padanira nihan, kadyangga ning sardula, sardula ngaran macan, tugel jarijinya, apan enget ing pinanganya kaja umanya, mangkana ling ing aji.
maksudnya:
demikian bahwa seorang sadhujanma, yaitu orang yang lahir dari keluarga baik-baik, walaupun ia menjadi semiskin pengemis dan bernasib buruk, tetapi ia tidak akan mau melakukan pekerjaan yang haram. apalagi akan mengerjakan, sedangkan memikirkan yang jahat-jahat pun ia tidak mau. ia itu dapat dibandingkan dengan seekor harimau. walaupun cakar harimau itu dipotong namun ia tidak akan mau memakan/memamah rumput. ia tidak mungkin akan melakukan itu karena ia tau makanan apa yang boleh dimakannya. demikian ajaran kitab suci.
dalam hubungan sloka diatas ini tidaklah terlalu jauh jika kita kenangkan kata swami vivekananda yang mengatakan;
"apakah ada kemauan keras dihatimu dan kebulatan tekad yang dapat merombak gunung halangan, jika seluruh dunia bangkit dengan pedang terhunus untuk melawanmu?masih berani jugakah engkau melakukan apa yang benar? jika anak istrimu sendiri menentang dan meninggalkanmu serta jika seluruh hakmujadi sirna karenanya dan jika namamu tidak semarak lagi.masih maukah kamu tetap berpegang pada kebenaran?jika engkau bertekad demikian, engkaulah putra-putri yang diperlukan oleh nusa dan bangsa. kejarlah kebenaran walaupun kemana kau dibawanya. lanjutkan cita-citamu sampai ke akhir yang sewajarnya. janganlah menjadi manusia pengecut dan palsu akan cita-cita"
demikian beberapa sloka Weda tentang Kerja Keras dan Ketekunan. semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar