Google+

Yoga Surya Namaskara

Yoga Surya Namaskara

Bagi seseorang yang mengejar pencerahan hendaklah mempersiapkan diri dengan berbagai hal seperti mental maupun fisik. Pondasi dari suatu pencapaian pencerahan salah satunya adalah pencapaian kesehatan. Yoga Surya Namaskara adalah salah satu dari banyak yoga yang mampu meningkatkan dan menjaga kesehatan mental maupun fisik.

Mitologi spiritual mengatakan, manusia agar tetap sehat harus banyak bergerak. Sedangkan ular untuk tetap sehat dikatakan harus lebih banyak diam. Orang modern dari sisi medis telah mengetahui prinsip dasar untuk menjaga kesehatan yaitu dengan melakukan olah raga sebab olahraga memicu panas tubuh dengan harapan lemak jenuh terbakar dan sistem pernafasan menjadi bersih. Sisa pembakaran terbuang melalui lubang-lubang tubuh salah satunya terbawa keringat yang keluar dari pori-pori.

Panas tubuh yang terjadi akan menjaga sistem listrik tubuh. Listrik tubuh inilah yang merawat sistem kehidupan manusia. Menghidupkan sistem tubuh non fisik maupun merawat organ tubuh fisik. Listrik tubuh dikendalikan dari chakra Dasar sebagai akibat dari bekerjanya organ tubuh non fisik yang bermula dari panas tubuh.

Cara-cara memanaskan tubuh dan merawat sistem kelistrikan tubuh telah diketahui oleh manusia jaman dulu. Setidaknya Rsi Patanjali telah mengajarkan yoga yang sangat terkenal yaitu Asthanga Yoga di mana dalam prakteknya mampu menyehatkan mental dan fisik.

Asthanga Yoga memiliki dasar-dasar yang dimulai dari suatu pemikiran yang tenang dan optimis serta mengekspos habis kekuatan fisik manusia apabila dilatih sesuai cara-caranya. Demikian pula kalau kita menuju Lempuyang Luhur, perlu pemikiran positif jauh hari sebelumnya dan kekuatan fisik akan dikuras habis. Tetapi kalau berhasil sampai di puncak, bisa dikatakan bahwa manusia tersebut tentulah masih sehat.

Di jaman yang berbeda dalam Rig Weda muncul suatu Yoga yang disebut Yoga Surya Namaskar(a). Berbagai literatur menjelaskan dengan cara berbeda-beda di antaranya sebagai suatu pelaksanaan dari Surya Namaskar Mantram yaitu penghormatan kepada Dewa Surya/Matahari. Literatur lain mengatakan bahwa apabila manusia Melatih Yoga Surya Namaskara maka akan menciptakan kesehatan dan nantinya akan tercapai kebahagiaan dan kemakmuran.

Surya Namaskara adalah teknik penting dalam melakukan yoga. Kelenturan dan penerapannya merupakan cara yang sangat bermanfaat untuk memperoleh hidup yang sehat, kuat dan merupakan persiapan untuk pembangkitan spiritualdan meningfkatkan kesadaran. Tahun- tahun terakhir ini sudah semakin banyak yang telah mulai dari upacara-upacara keagmaan dan memulai Yoga sebagai suatu cara untuk menggali dan meningkatkan kehidupan bathin mereka. Tidak kita pungkiri di zaman modern ini kebanyakan gaya hidup kita yang modern yang lebih menonjolkan tekanan mental, kekhawatiran dan tampaknya permasalahan yang tak terpecahkan seperti halnya ada masalah dengan ekonomi, hubungan pribadi dan lain-lain, yang dimana permaslahan-permasalahn tersebut yang dapat menyebabkan seseorang bisa stress atapun yang lainnya yang bisa terjadi.

Dengan melakukan Yoga kegiatan Yoga merupakan dapat mencegah stress dan menjadi dasar suatu terapi yang ampuh bagi penyakit fisik maupun mental. Surya Namaskara merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pendekatan yoga dan dengan mudah dilakukan dalam kegiatan sehari-hari, Karen hanya membutuhkan waktu kira-kira 5-15 menit latihan untuk mendapatkan hasil dan manfaat yang lebih cepat.

Surya Namaskara adalah suatu latihan yang diwariskan dari para orang bijak pada jaman Veda. Surya berarti Matahari dan Namaskara berarti penghormatan. Dijaman dahulu matahari dipuja sebagai upacara harian, disebut demikian karena matahari adalah lambang dari kesadaran spiritual yang sangat kuat. Surya Namaskara tersusun atas tiga unsur yaitu, ada bentuk, energy , dan irama. Keduabelas sikap tubuh yang menghasilkan matrik fisik yang membentuk latihan itu. Sikap tubuh ini membangkitkan prana sebagai enegri halus, yang mengaktifkan badan fisik. Pelaksanaan yang benar, dengan urutan ritmik atau gerakan mencerminkan irama alam semesta, seperti 24 jam sehari, 12 tahapan zodiac dalam setahun.

Surya Namaskara adalah suatu lathian dari zaman prasejarah, ketika manusia menyadari adanya kekuatan spiritual dalam dirinya sendiri, yang tercermin pada alam semesta material. Kesadaran ini merupakan dasar daripada Yoga itu sendiri. Surya Namaskara yang berarti ‘Penghormatan kepada Matahari’, dapat dilihat sebagai bentuk pemujaan matahari,

Dalam tradisi Veda pemujaan dan penghormatan matahari adalah salah satu bentuk pemujaan awal dan ungkapan bathin paling alami yang dilakukan oleh manusia. Kebanyakan dari tradisi kuno yang mencangkup beberapa bentuk pemujaan matahari, yang mempersatukan berbagai lambang matahari dan para dewa, tapi tidak satupun dari tradisi ini bertahan, terkecuali dalam budaya veda. Namun upacara pemujaan matahari masih tetap berlangsung di Negara bagian India.

Latihan Yoga Surya Namaskara

Surya Namaskara adalah sebuah rangkaian dari duabelas sikap tubuh dalam yoga. Asana dengan membungkuk ke depan dan kebelakang bergantian, melenturkan dan meregangkan tulang belakang dan anggota badan pada rentang maksimumnya. Kebanyakan para pemula akan mengalami kekakuan pada tubuh mereka, dari ketegangan otot, keketatan urat dan timbunan racun pada persendian. Kekakuan dan kurangnya koordinasi, dan kecendrungan peregangan, semuanya dapat diatasi dengan latihan secara perlahan-lahan, dengan menekankan pada kesadaran dan relaksasi pada setiap sikap tubuh. Berlatih Surya Namaskara secara teratur merupakan salah satu metode yang paling cepat untuk mendapatkan tubuh dengan lentur.

Sebelum Melakukan Latihan

Sebelum mengawali latihan, berdirilah dengan kaki yang rapat, atau dengan kaki agak direnggangkan, lengan dalam keadaan santai disisi badan. Tutuplah mata anda dan rasakanlah aktivitas seluruh tubuh.

Rasakanlah kesadaran dari ujung kepala anda perlahan-lahan menuju bagian bawah tubuh anda, relaksasikan tubuh segala ketegangan yang anda rasakan pada saat anda melakukan latihan ini. Kemudian kembangkan kesadaran seluruh badan itu sekali lagi. Kemudian sesuaikan posisi anda sehingga merasa lebih nyaman. Sekarang bawalah kesadaran itu ke ujung kaki anda dan rasakan telapak kaki anda menyentuh lantai. Rasakan bahwa seluruh tubuh anda ditarik ke bawah oleh daya gravitasi dan semua ketegangan dikepala anda akan ditarik ke bawah melalui kaki anda menuju tanah. pada saat itu sadarilah kekuatan vital yang naik keatas tubuh anda, yang menyebabkan tubuh dalam posisi tegak yang santai dan nyaman. Rasakanlah halini sesaat dan kemudian anda dapat mulai untuk berlath Surya Namaskara. Tarik nafa yang dalam.

Ada beberapa manfaat yang bisa didapat dari gerakan yoga di pagi hari. Yoga yang sederhana di pagi hari akan memberikan efek reversal pada tulang belakang setelah tidur malam harinya, sehingga mengaktifkan sirkulasi darah dan memberikan asupan oksigen yang lebih banyak ke tubuh. Selain memberikan stimulan dan memberikan energi pada tubuh, yoga di pagi hari akan memperbaiki mood, meningkatkan fokus, dan membuat pikiran rileks sehingga siap untuk menghadapi aktivitas sepanjang hari.

Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari latihan yoga di pagi hari, cobalah untuk bangun pada waktu matahari terbit. Menurut Ayuverda, hal ini akan memberikan energi yang optimal. Tradisi Ayuverdic juga menganjurkan untuk minum segelas air putih dengan beberapa tetes lemon untuk mengaktifkan pencernaan. Pose yoga di pagi hari dapat dilakukan beberapa saat setelah bangun tidur. Lakukan sebelum sarapan pagi, karena disarankan untuk tidak mengonsumsi makan besar kurang lebih 2-4 jam sebelum melakukan yoga.

Surya Namaskar (Sun Salutation)

adalah satu set atau serangkaian gerakan/pose yoga yang dapat dilakukan di pagi hari. Surya Namaskara terdiri atas 12 pose yang bertujuan untuk warming-up, latihan kardiovaskular dan paling baik dilakukan dengan perut kosong. Satu putaran Surya Namaskar terdiri dari dua set, masing-masing set terdiri dari 12 pose. Untuk melengkapi set kedua, Anda harus mengulangi urutan yang sama dari 12 pose tersebut, tapi lakukan dengan bagian tubuh yang berlawanan dengan set pertama terutama untuk pose 7 dan 12.

Anda mungkin menemukan beberapa versi Surya Namaskar yang agak berbeda. Namun, yang terbaik adalah tetap berpegang pada satu urutan tertentu dan berlatih secara teratur untuk hasil terbaik. Berikut ini adalah urutan gerakannya.

Awali dengan Yoga Tadasana (Mountain Pose)

Berdirilah di ujung matras dengan kaki rapat, luruskan tubuh, dan taruh kedua tangan di sisi tubuh dengan rileks. Seimbangkan kedua sisi tubuh dan distribusikan berat tubuh dengan rata ke kedua telapak kaki. Bernafaslah dengan pelan dan mantap.
Tadasana - berdiri tegak

1. Pranamasana (sikap berdoa)

Berdirilah yang tegak dengan kedua kaki yang rapat atau sedikit renggang. Kedua bahu rileks. Tarik nafas, angkat kedua tangan. Sambil menghembuskan nafas, tangkupkan tangan di depan dada (Namaskara/Anjali mudra). Tekan kedua telapak tangan dengan lembut. Pertahankan konsentrasi anda pada mudra, tekankan pada kedua belah tangan. ucapkan Mantra ini didalam hati:
"Om mitraya namah"
(Penghormatan pada semua mahluk)
Posisi pertama, pranamasana, melambangkan sikap penghormatan pada sumber segala kehidupan, seperti yang kita ketahui: matahari dipandang sebagai sahabat universal, yang tak henti-henti memberi sinar, panas dan memberi energi untuk mendukung kehidupan jagat raya ini.
Anjali Mudra - cakupan tangan 

2. Urdhva Hasta Uttanasana (posisi tangan diangkat)

Tarik Nafas lalu angkat dan regangkan tangan diatas kepala, dengan telapak tangan menghadap ke atas. Lengkungkan punggung dan regangkan seluruh tubuh, terus sampai ke belakang sejauh yang Anda bisa.. Regangkan kepala ke belakang dalam posisi yang senyaman mungkin dan jaga lengkungkan punggung bagian atas. Pose ini bertujuan untuk peregangan seluruh tubuh, mulai dari tungkai hingga ujung jari tangan. ucapkan mantra ini didalam hati:
"Om ravaye namah"
(Penghormatan pada yang bersinar)
Pada posisi ke dua, hasta uttanasana, kita mengarahkan seluruh tubuh kita ke atas, menuju sumber sinar, untuk menerima berkahnya.
Urdhwa Hasta Uttanasana

3. Uttanasana (Standing Forward Bend)

Hembuskan nafas sambil melipat tubuh ke arah depan, usahakan tulang punggung tetap lurus. Bawa tangan ke depan, lalu letakkan telapak tangan anda di lantai, di samping kaki dan poisi kepala sedekat mungkin dengan lutut. Kaki harus tetap lurus. Bila Anda belum langsung bisa melakukannya, Anda dapat menekuk lutut, jika perlu, untuk membawa telapak tangan ke lantai. Lalu buat usaha lembut untuk meluruskan lutut.
Pertahankalah agar bagian punggung tetap lurus, dengan memfokuskan kesadaran anda pad panggul sebagai titik sumbu peregangan punggung, dan otot kaki. setelah itu ucapkan mantra:
"Om suryaya namah"
(Penghormatan kepada yang menyebabkan segala aktifitas) 
Pada posisi ke tiga tahap ini matahari adalah dalam aspek yang sangat dinamik sebagai dewata, sang Surya.
Uttanasana - mencium lutut

4. Anjaneyasana atau Asva Sancalanasana

Letakkan kedua tangan pada kedua sisi kaki, tekuk lutut kiri sambil menarik kaki kanan sejauh mungkin ke belakang, jempol kaki dan lutut kaki usahakan menyentuh lantai. Pastikan telapak kaki kiri sejajar dengan kedua telapak tangan. Condongkan panggul ke depan, lengkungkan tulang ke belakang dan menengadah. Ujung jari menyentuh lantai dan seimbangkan tubuh anda. Nafas ditarik sementara dada ke depan dan menengadah. Pusatkan kesadaran anda pada dahi diantara dua alis mata. Anda akan merasakan peregangan itu dari paha anda bergerak ke atas tubuh dan menuju pusat alis. kemudian ucapkan dalam hati:
"Om bhanave namah"
(Penghormatan kepada yang menyinari) 
Pada posisi ke empat, asva sancalanasana, kita menengadahkan wajah kita menuju penerangan ini dan memohon berakhirnya kegelapan malam dari kebodoan tersebut
Anjaneyasana

5. Adho Mukha Svanasana  - Parvatasana (sikap Gunung)
Letakkan kaki kiri ke belakang dan berdampingan dengan kaki kanan. Perlahan-lahan angkat pantat - tulang ekor ke atas sedikit demi sedikit dan rendahkan posisi kepala dan letakkan diantara kedua lengan, sehingga tubuh membentuk segitiga dengan lantai. Gerakan ini dilakukan saat penghembusan nafas dada. Letakkan tumit pada lantai. Bungkukkan kepala sejauh mungkin, sehingga mata memandang lutut. Tekan dada ke bawah hingga tulang punggung dan kedua tangan benar-benar lurus. Jika Anda mampu, luruskan kaki dan letakkan seluruh telapak kaki (termasuk tumit) di atas lantai, hal ini akan memaksimalkan peregangan otot kaki bagian belakang. Fokuskan keasadaran anda pada daerah leher. ucapkan mantra dalam hati:
"Om khagaya namah"
(Penghormatan kepada yang bergerak melintasi langit) 
Pada parvatasana,kita memberi hormat kepada yang merupakan ukuran waktu dan memohon untuk kemajuan dalam hidup.
Adho Mukha Swanasana

kemudian lanjutkan dengan Kumbhakasana
Tarik nafas, buat kedua lengan Anda tegak lurus dengan lantai, bahu di atas pergelangan tangan. Seluruh tubuh (mulai dari ujung kepala hingga tumit) berada dalam garis lurus, mirip gerakan saat akan mengawali push-up. Pandangan lurus ke bawah.
Kumbhakasana

Chaturanga Dandasana
Hembuskan nafas, turunkan tubuh dan kaki hingga beberapa inci di atas lantai. Seluruh tubuh berada dalam garis lurus dan sejajar dengan lantai. Siku berada dalam posisi 90 derajat, jaga kedua siku tetap rapat di kedua sisi tubuh dan jangan biarkan siku melebar ke samping.

6. Ashtanga Namaskara

Tekuk lutut ke lantai dan kemudian letakkan dada dan dagu ke lantai, pertahankan agar pantat tetap berada diatas. Tangan, dagu, dada, lutut, dan jari menyentuh lantai, dan tulang belakang dilengkungkan. Nafas tetap dalam penghembusan seperti pada posisi 5. Hanya saja pada tahap inilah penarikan dan penghembusan nafas berubah bergantian. Fokuskan kesadaran anda pada pusat tubuh atau pada otot punggung. ucapkan dalam hati:
"Om pusne namah"
(Penghormatan pada pemberi kekuatan dan makanan) 
Kita melakukan penghormatan dalam sikap astanga namaskara dengan menyentuhkan delapan sudut tubuh kita pada tanah. Intinya kita mempersembahkan seluruh keberadaan diri kita dengan harapan semoga matahari memberkahi kekuatan mental, fisik dan spiritual dan makanan pada kita.
Ashtanga Namaskara

7. Bhujangasana (Cobra Pose)

Tarik Nafas, luncurkan badan ke arah depan dan angkat dada ke atas rendahkan pinggul dengan bertumpu pada lengan, sampai tulang belakang melengkung dan kepala (pandangan mata) menghadap ke atas. Kaki dan perut bagian bawah tetap berada di lantai dan lengan menyokong tubuh. Kedua siku boleh ditekuk. Pandangan ke arah atas. Tekan bagian paha dan panggul dengan kuat ke lantai. Luruskan lengan perlahan sambil menjaga agar panggul tetap menempel ke lantai. Pusatkan kesadaran pada dasar tulang belakang, rasakan ketegangan dari penarikan tubuh ke depan. ucapkan mantra didalam hati:
"Om hiranya garbhaya namah"
(Penghormatan kepada sang diri kosmis keemasan) 
Kita menghaturkan penghormatan kepada matahari dalam sikap bhujangasana, yang merupakan posisi ke tujuh, dengan permohonan untuk kebangkitan kreativitas..
Bhujangasana - sikap ular kobra

8. Adho Mukha Svanasana

Hembuskan nafas, angkat pinggul dan tulang ekor ke atas. Tekan dada ke bawah hingga tulang punggung dan kedua tangan benar-benar lurus. Jika Anda mampu, luruskan kaki dan letakkan seluruh telapak kaki (termasuk tumit) di atas lantai. kemudian ucapkan didalam hati:
"Om maricaya namah"
(Penghormatan kepada sinar matahari) 
Pada posisi ke delapan, parvatasana, kita memohon penerangan sejati dan kemampuan pembeda agar mampu membedakan antara yang nyata dan tidak nyata.
Adho Mukha Svanasana

9. Anjaneyasana

Tarik napas, langkahkan kaki kanan ke depan hingga telapak kaki kanan sejajar dengan kedua telapak tangan. Letakkan lutut kiri di atas lantai dan tengadahkan pandangan ke atas. kemudian ucapkan mantra dalam hati:
"Om adityaya namah"
(Penghormatan kepada putra Aditi) 
Pada posisi ke sembilan, asva sancalanasana. Kita memberi hormat pada Aditi, Ibu kosmis tak terbatas.
Anjaneyasana

10. Padahastasana

Hembuskan nafas, langkahkan kaki kiri ke depan sambil melipat tubuh ke arah depan, usahakan tulang punggung tetap lurus. Bawa tangan ke depan, lalu letakkan di samping kaki. Bila Anda belum langsung bisa melakukannya, Anda dapat menekuk lutut, jika perlu, untuk membawa telapak tangan ke lantai. Lalu buat usaha lembut untuk meluruskan lutut. ucapkan dalam hati:
"Om savitre namah"
(Penghormatan kepada kekuatan pendorong dari matahari ) 
Pada posisi ke sepuluh, padahastasana, kita menghormati Savitre untuk mendapatkan kekuatan penghidup dari matahari.
Yoga Padahastasana

11. Hasta Uttanasana

Tarik napas lalu gulung tulang punggung ke atas untuk mencapai posisi berdiri. Angkat lengan ke atas kepala, terus sampai ke belakang sejauh yang Anda bisa. Lengkungkan tubuh sedikit ke arah belakang. ucapkan dalam hati:
"Om arkaya namah"
(Penghormatan pada yang layak dipuja) 
Pada posisi ke sebelas, hasta uttanasana, kita memberi penghormatan pada sumber energi dan kehidupan.
Yoga Urdhva Hastasana

12. Pranamasana

Hembuskan nafas, luruskan tubuh kembali, lalu tangkupkan tangan di depan dada. Tekan kedua telapak tangan dengan lembut. ucapkan mantra surya namaskar dalam hati:
"Om bhaskaraya namah"
(Penghormatan kepada matahari yang mengantar pada pencerahan) 
Pada posisi ke dua belas, pranamasana, kita memohon semoga jalan itu diungkapkan kepada kita.
Anjali Mudra - Yoga Namaskara

Tadasana (Mountain Pose)

Letakkan kedua tangan di sisi tubuh dengan rileks. Seimbangkan kedua sisi tubuh dan distribusikan berat tubuh dengan rata ke kedua telapak kaki. Bernafaslah dengan pelan dan mantap.
Yoga Tadasana

Yoga di pagi hari dapat dilakukan setiap hari untuk mendapatkan kondisi kesehatan yang lebih prima dan tubuh yang segar.

Savasana (Corpse Pose)

Sesi terakhir dari latihan yang dilakukan biasanya adalah Savasana (Corpse Pose), yaitu pose relaksasi untuk menenangkan pikiran, menurunkan tingkat stres, dan membuat tubuh lebih rileks.

Savasana, atau sikap relaksasi yogis harus dilakukan dengan kesadaran bernafas setelah menyelesaikan Surya Namaskara. Ini membantu untuk mengistirahatkan dan menghilangkan ketegangan yang ada dalam tubuh. Savasana, yang dikenal sebagai ‘posisi mayat’, memerlukan kehendak sadar dari seluruh badan untuk santai sampai terasa lemas, sehingga bagaikan mayat yang tanpa nyawa.

Selanjutnya, relaksasi savasana memberi kesempatan pada sistem syaraf parasimpatetik untuk bekerja, dengan membalik efek yang muncul, dan mengembalikan tubuh pada keadaan seimbang. Periode relaksasi ini dapat diakhiri apabila pelaku latihan dapat merasakan detak jantung dan nafasnya kembali normal dan seluruh ketegangan pada otot telah hilang. Pose ini akan lebih efektif jika dilakukan dalam keheningan, tanpa gangguan dari sekeliling. Setelah melakukan pose yoga ini, duduk dengan santai dan lakukan meditasi sebentar, untuk dapat lebih mengenal inner space Anda.

berikut ini cuplikan video yoga surya namaskar yang dilakukan oleh salah satu praktisi yoga asana:

Surya Namaskar mewakili semua jenis gerakan yoga. Pelaksanaan yang tetap dan teratur mampu menyembuhkan penyakit jenis apapun. Itu jikalau kita rutin melakukannya setiap pagi hari cukup dengan minimal 3 putaran setiap harinya atau lebih.

PEDOMAN DAN SARAN

Ada beberapa point yang harus anda ingat ketika anda akan berlatih Surya Namaskara. Ini merupakan kunci dari keberhasilan suatu latihan. Mungkin hal yang paling penting adalah menghindari cedera. Surya Namaskara meliputi pelenturan silih berganti dari tulang belakang ke depan dan ke belakang. Ingatlah, bahwa leher juga merupakan bagian dari tulang belakang yang harus direnggangkan dengan nyaman ke depan dan ke belakang pada melakukan asana. Hal ini memberikan peregangan maksimum pada badan dalam setiap posisi. Saran Khusus:
  1. Ketika mempelajari Surya Namaskara, seperti permainan ‘jigsaw’, sering menemui kesulitan untuk menyusun satu potongan papan ukir menjadi utuh. Untuk mengatasi hal ini, belajarlah asana dari tahap awal. Tahap pertama terdiri dari 1,2,3,10,12. Tahap ke dua terdiri dari 4,5,6,7,8,9.
  2. Pada padahastasana ( posisi 3 dan 10 ), kaki harus tetap lurus. Pertama kali mungkin anda tidak akan dapat melakukan asana ini dengan benar, tetapi dengan latihan secara bertahap meregangkan otot-otot punggung dan kaki, memungkinkan untuk melakukan sikap tubuh yang benar.
  3. Saat ke dua tangan diletakkan di lantai pada samping kanan dan kiri kaki, pada posisi 3 (padahastasana),posisi tangan ini harus tetap dipertahankan hingga mengakhiri posisi 10.
  4. Ketika melakukan asya sancalanasana (posisi 4 dan 9),lutut harus menyentuh lantai. Sedangkan kaki yang lain harus diletakkan diantara kedua tangan.
  5. Pada posisi parvatasana (posisi 5 dan 8), cobalah untuk meletakkan tumit di lantai.
  6. Sering terjadi kebingungan ketika bergerak dari posisi 5 (parvatasana) ke posisi 6 (astanga namaskara). Kemudian tekuklah siku, dengan menggerakkan bagian tubuh atas ke bawah, sampai dada dan dagu juga menyentuh lantai. Ini secara langsung akan melengkungkan tulang belakang dan menjaga pantat tetap di atas.
  7. Menahan penghembusan nafas pada posisi 6 (astanga namaskara), pada awalnya akan sangat sulit atau bila rangkaian itu dilakukan secara perlahan-lahan. Dalam hal ini disarankan untuk bergerak dari posisi 5, melalui posisi 6 dan posisi 7 dalam gerakan berlanjut, hanya berhenti sesaat pada posisi 5 dan 7.
  8. Orang tua atau pelaksana yang lebih lemah, akan mengalami kesulitan medorong naik dari posisi 7 (bhujangasana) ke posisi 8 (parvatasana). Bagi mereka, disarankan untuk bergerak dari posisi 7 menuju posisi dengan tangan dan lutut pada lantai (seperti pada marjaryasana). Dari sikap tubuh ini, untuk melakukan gerakan parvatasana, agar lebih mudah.
  9. Jika keseluruhan rangkaian dari 12 sikap badan itu sangat menegangkan, maka posisi 9 yang dimodifikasi dapat dilakukan.

berapakah Jumlah Putaran Latihan Gerak Yoga Surya namaskara?

Tidak ada aturan khusus berapa jumlah putaran dari Surya Namaskara yang harus dilakukan. Tetapi, hal ini jangan sekali-kali di teruskan hingga mencapai batas kelelahan. Orang-orang yang berlatih Surya Namaskara harus menyadari kondisi dan batas fisik, dan harus menghindari cedera setiap saat. Program yang dianjurkan, bagi pemula yaitu dengan membatasi hanya 2 dan 3 putaran yang dilakukan perlahan, dan apabila kondisi anda mulai mengalami peningkatan, berlatihlah sampai 12 putaran. Sejumlah putaran yang dibutuhkan terpenuhi, pelaku latihan ini harus beristirahat dalam posisi savasana selama beberapa menit.

Kapan dan dimana sebaiknya melakukan latihan?

Saat yang tepat untuk belajar Surya Namaskara adalah pada saat matahari terbit, saat penuh kedamaian, ketika atmosfir dipenuhi dengan sinar ultra violet, yang sangat penting bagi tubuh. Apabila memungkinkan, berlatih di udara terbuka, dengan mengenakan busana tipis dan longgar, agar kulit dapat bernafas dan menyerap energi matahari. Apabila tidak dapat melakukan Surya Namaskara pada pagi hari, latihan dapat dilakukan kapan saja, asalkan perut masih dalam keadaan kosong. Tidak boleh makan 3 atau 4 jam sebelum melakukan latuhan ini. Di malam hari sebelum makan malam juga merupakan waktu yang tepat melakukan latihan, karena akan memperlancar api pencernaan.

Bagaimana Cara Mengatasi Kekakuan Tubuh?

Kekakuan tubuh disebabkan oleh tiga hal :

  1. Ketegangan otot atau gumpalan otot yang terlalu keras.
  2. Tendon dan ligamen yang terlalu keras.
  3. Racun menumpuk pada persendian.

Dengan latihan yang teratur, khususnya dalam melakukan gerakan ini perlahan-lahan dan dengan mempertahankan sikap badan dengan cara sesantai mungkin, akan mengatasi semua permasalahan ini. Bagi mereka yang melakukan latihan pembentukan tubuh (body building) tidak perlu khawatir untuk kehilangan kekuatannya atau berkurangnya penonjolan otot pada tubuh mereka dengan melakukun yoga. Surya Namaskara membawa kita pada kelenturan, ketahanan dan menggunakan otot secara lebih efisien. Dengan melakukan masing-masing sikap badan menjadikan otot dan urat mengatur peregangan sedikit. Sekali urat diregangkan, mereka akan tetap meregang dan mempertahankan derajat kelenturan pada badan.

Batasan-batasan

Tidak ada batasan umur dalam belajar yoga. Surya Namaskara akan sangat bermanfaat dalam keseluruhan tahap pertumbuhan, kedewasaan dan usia lanjut. Tetapi bagi para pemula disarankan untuk menghindari latihan yang terlalu berlebihan. Bagi anak-anak dibawah 8 tahun yang melaksanakan Surya Namaskara tidak ada peraturan khusus.

Surya Namaskara tidak boleh dilakukan oleh orang-orang dengan tekanan darah tinggi, jantung koroner atau stroke, karena dapat merangsang secara berlebihan atau merusak jantung atau sistem pembuluh darah yang lemah. Ini juga jangan dilakukan oleh orang yang menderita hernia atau TBC usus. Bagi wanita akan sangat bermanfaat melakukan Surya Namaskara, bahkan pada saat haid. Tetapi bagi mereka yang memiliki menstruasi yang sangat menyakitkan dianjurkan untuk tidak berlatih Surya Namaskara pada saat itu. Selama masa hamil, seorang dapat berlatih Surya Namaskara hingga awal dari minggu ke-duabelas. Setelah kelahiran anak, dapat mulai dilakukan secara bertahap untuk mempertahankan otot-otot uterus, kurang lebih 40 hari setelah melahirkan.

PUSAT-PUSAT PSIKHIS PADA TUBUH

Pada tubuh manusia terdapat 7 titik pusat yang disebut cakra. Ia memiliki pernyataan fisik dalam berbagai jaringan syaraf dan kelenjar endokrin. Selama melakukan Surya Namaskara titik-titik pusat ini digunakan untuk memusatkan pikiran, dan mengembangkan konsentrasi dan kesadaran. Konsentrasi pada wilayah ini memungkinkan kita untuk mengaktifkan cakra-cakra dan mengetuk energi spiritual dan psikhis yang lebih tinggi, yang terkait dengan meningkatnya fungsi tubuh. Struktur fisik yang terkait juga memperoleh manfaat besar melalui kesadaran yang dipertinggi ini. Bagaimanapun juga, pengaktifan dari titik-titik pusat psikhis melalui Surya Namaskara berlangsung utamanya melalui pengembangan kesadaran internal, konsentrasi dan visualisasi. Rangsangan fisik yang sebenarnya dari setiap asana mempertinggi prana sakti,yangmemungkinkan kita untuk berkonsentrasi dan memusatkan energi fisik dan mental secara lebih baik pada lokasi cakra.

SURYA NAMASKARA UNTUK ANAK-ANAK

Anak-anak adalah suatu pribadi yang utuh namun tak terekspresikan. Kita melihat transformasi kehidupan misterius di sekitar dan dalam diri kita, tetapi kita masih belum memahami prosesnya. Bagaimana kita benar-benar dapat menuntun anak kita untuk berkembang, bila kita sendiri tidak menguasai kekuatan hidup kita sendiri.

Surya Namaskara Dalam Ruang Kelas

Sekarang ini telah menjadi panggilan para pendidik untuk memperdalam dan memperluas sistem pendidikan. Orang-orang ini menginginkan sisi kreatif dan intuitif dari kepribadian anak dan pikiran yang berkembang, untuk memperbaiki ketidakseimbangan keberadaan yang dapat menjadi penyebab dari banyak permasalahan dalam kehidupan kita sekarang ini.

Surya Namaskara, nadi sodhana pranayama dan gayatri mantra dapat digunakan untuk mengeluarkan potensi ini dan mengembangkan bukan hanya kecerdasan saja, tetapi juga intuisi. Dengan demikian keseimbangan dapat tercapai.

Svami Yogabhakti Sarasvati (Mlle M.Flack), pendiri dari Satyanandasrama, Paris dan juga guru di C.E.S Condoret High School, telah mempelajari penggunaan Surya Namaskara secara ekstensif dalam ruang kelas untuk menyeimbangkan sisi intuisi dan kecerdasan anak-anak.

Menyeimbangkan Emosi

Kita harus mengingat bahwa fungsi dari Surya Namaskara adalah untuk menyeimbangkan dan meningkatkan kestabilan emosi dan mental. Tujuan kita melakukan yoga adalah untuk menjaga kelenjar pineal, dan menunda kematangan seksual untuk beberapa tahun. Ketika perkembangan emosi telah sesuai dengan perkembangan fisik maka proses kematangan akan lebih terkontrol, bebas dari trauma emosional yang menyebabkan luka hati yang dalam pada kehidupan mendatang.

Surya Namaskara dipadukan dengan nadi sodhana pranayama, sambavi mudra dan gayatri mantra adalah metode kuno yang dianjurkan oleh para yogi dan para rsi untuk memperlambat degenerasi pineal.

PEMBANGKIT PRANA

Surya Namaskara adalah teknik vitalisasi matahari,suatu rangkaian latihan yang mengisi diri kita seperti sebuah aki,yang memungkinkan kita untuk hidup lebih sempurna dan bahagia dengan kedinamisan dan keterampilan dalam kegiatan.

Keuntungan ang diperoleh melalui latihan Surya Namaskara yang teratur jauh melampaui latihan fisik biasa dan pada saat yang sama menambah hiburan dan bentuk rekreasi fisik lain.

Aspek ganda dari kehidupan

Kita hidup dalam dunia dualitas: siang/malam, terang/gelap, baik/buruk, luar/dalam, pengetahuan/kegiatan, dan lain sebagainya. Kita mendiami dunia dua kutub berlawanan,yang telah dinyatakan secara perlambang dalam yoga seperti ida dan pingala,dan dalam banyak filosofi lain,seperti yin dan yang dari Taoisme. Simbol-simbol ini dapat kita gunakan untuk memahami alam semesta ini dalam segala tingkatan.

Pembangkitan kekuatan spritual

Ketika aspek dualis dari ida dan pingala bergabung,kekuatan ketiga muncul. Kekuatan ini adalah aliran energi spritual pada nadi susumna. Pembangkitannya hanya bisa terjadi bila ida dan pingala dalam keadaan seimbang sepenuhnya.Pada manusia, pembangkiatan susumna sangat berhubungan dengan pembangkitan energi dalam syaraf tulang belakang.Energi ini dengan bebas membawa kesadaran manusia pada bidang spritual transendental yaang berada diluar jangkauan ruang dan waktu. Namun,sebelum pembangkitan ini terjadi,pikiran dan tubuh harus dipersiapkan terlebih dahulu melalui watu yang panjang,dan energi harus mengalir secukupnya dan sama tinggi.

PSIKHODINAMIS

Menurut fisiologi yoga,tubuh terdiri dari komponen-komponen fisik,prana,mental,intuisi dan juga spritual. Aspek yang lebih halus akan lebih kuat. Contohnya jika kita dapat memenuhi keadaan pikiran,diman kita membayangkan gambaran positif yang memperkuat,maka kita dapat merubah keadaan yang negatif,seperti depresi,kecemasan,dan keragu-raguan. Ini dikarenakan tubuh dan pikian tak terpisahkan. Mereka sangat erat dalam analisa akhir saling bergantung satu sama lainnya terhadap keberadaannya. Pada saat yang sama kekuatan pikiran tak terbayangkan.

Teknik yoga mengarahan perkembangan kelenturan tubuh dan pikiran. Melalui meditasi seperti antar mouna, kita akhirnya mencapai titik dimana kita membuang segala pemikiran dan perasaan yang kita tidak inginkan,sebelum mereka dapat mempengaruhi keseimbangan kita. Untuk mencapai tahap ini kita membutuhkan latihan,pengalaman,dan juga bimbingan.

Surya Namaskara, seperti yang telah disebutkan memiliki efek yang sangat besar pada ida dan juga pingala nadi. Pendapat ini sangatlah benar bila ita melaksanakan latihan secara perlahan-lahan dan kemudian meningkatkan sedikit demi sedikit dengan menggunakan cakra dan mantra. Pada saat yang sama ada aspek lain dari Surya Namaskara yang membantu menjadikan keadaan pikiran yang positif dan segar.

Sebagai latihan dalam perenungan, visualisasikan setiap asana dari Surya Namaskara dan rasakan sendiri apa pengaruh dari masing-masing gambaran tersebut. Penafsiran efek psikhodinamis dari Surya Namaskara berikut ini dimaksudkan untuk memberi kedalaman pada pelaksanaan dan untuk mendorong setiap orang untuk merumuskan interprestasinya sendiri an melihat kedalaman dari pemikirannya sendiri terhadap pengalamannya dalam melakukan latihan.

IRAMA KEHIDUPAN

Organ-organ tubuh yang sehat adalah seperti peralatan musik yang tersetel baik, yang digerakkan oleh otak dan sistem syaraf.Irama tubuh kita sehari-hari dipengaruhi oleh lingkungan dan gaya hidup kita. Irama batin seharusnya bukan hanya disesuaikan dengan kebutuhsn batin tetapi juga harus bekerja dengan keselarasan serempak dengan tuntutan dan kekuatan luar. Profesor Wieslaw Romanowski dari bagian fisiologi,akademi pendidikan fisika,Warsana,seorang perintis dalam meneliti tentang yoga arsana,menyatakan bahwa:
Gerakan dan Irama adalah karakteristik dari alam semesta yang kita diami. Pada mahluk hidup,perubahan fungsional irama tertentu bergabung pada kecendrungan periodik dari proses yang terjadi dalam lingkungan luar yang dikenal sebagai irama eksogen(eksternal). Pada unit-unit biologis juga terdapat ritmisitas khusus yang disebut ritminitas endogen(internal).”
Menurut Teori bioritmis,irama dalam dan luar ini dapat digolongkan sesuai dengan frekwensinya sebagai berikut:

  1. Frekwensi rendah,seperti siklus musim dan siklus bulanan.
  2. Frekwensi menengah,seperti pada siklus pernafasan dan siklus jantung.
  3. Frekwensi tinggi,seperti siklus denyutan enzymatik dan atom-atom dalam kristal.

Dalam pelajaran kita tentang Surya Namaskara,kelompok irama berfrekwensi menengahlah yang paling menarik,karena mereka dapat dilihat dan dipahami, sehingga mudah kita teliti pada gerakan apapun. Hal ini merupakan langkah awal terhadap pemahaman kita tentang frekwensi yang lebih tinggi dan lebih rendah disekitar kita. Frekwensi menengah juga termasuk irama circadian (siang/malam), cardiac (jantung), dan irama peristatik (perut).

Kehidupan modern telah melepaskan manusia dari pengaruh keramahan dan irama alam. Irama internal,yaitu sifat bawaan seperti bekerjanya jam dari syaraf dan sistem endokrin,telah menjadi tidak seimbang, akibat dari stress dan ketegangan, yang menyebabkan perasaan tidak nyaman dan kurang sejahtera, dan membawa pada penyakit dan ketegangan syaraf.

Metode yoga dalam merubah irama batin berjalan dengan cara perlahan tetapi sistematis. Ia tidak berusaha merubah apapun secara radikal. Agaknya ia ingin membentuk secara perlahan-lahan dan merubah struktur yang ada dengan menjadikannya pemberi perluasan baru dan sehat dari kehidupan sehari-hari kita. Cara ini memberikan kekuatan bermanfaat yang konsisten dan teratur,yang mengarahkan aliran dan memperkuat irama tubuh yang alami yang inheren. Ia bekerja dengan alam,bukan menentangnya. Inilah sebabnya mengapa yoga harus dilakukan secara teratur,setiap hari,walaupun hanya beberapa menit saja. Surya Namaskara muncul sebagai cara ampuh untuk mengusahakan pengendalian sadar terhadap sistem badan batin rahasia kita biasanya,bagaikan seuah regulator atau mekanisme penyesuai terhadap proses tubuh. Kita sendiri berasal dari kekuatan pengkerutan dari pola kebiasaan yang tidak sesuai dan neurosis serta yang mendorong kekuatan batin dan mulai menikmati kehidipan yang lebih kreatif dan spontan,satu-satunya yang selaras dengan irama matahari dari alam.

PRINSIP THERAPI

Surya Namaskara merupakan suatu peralatan serba-guna,luwes dan sangat ampuh dalam therapi yoga. Ia memiliki aplikasi jangkauan therapi yang luas. Karena Surya Namaskara ini mudah dan menyenangkan untuk dilakukan dan tidak membutuhkan waktu yang banyak,dan juga merupakan pelaksanaan kesabaran yang baik. Pada bagian ini kita akan menggaris bawahi Surya Namaskara sebagai peralatan therapi,yang menguraikan bagaimana ia menangkal proses terjadinya penyakit dan membantu untuk meluruskan fungsi fisik,aliran energi dan keseimbangan mental.

Walaupun Surya Namaskara merupakan cara yang ampuh untuk membasmi penyakit tertentu,khususnya keadaan penyakit energi rendah,psikhosomatik dan kondisi degeneratif tertentu,ia harus digunakan secara bijak. Disamping itu,tentu saja harus diajarkan dalam penggunaan therapi dibawah bimbingan ahlinya. Latihan ini bahkan melepaskan sejumlah besar aliran prana yang sudah tertangkap selama bertahun-tahun. Proses penyembuhan harus dilakukan dengan perlahan-lahan dan terkendali, kalau tidak,penyembuhan ini bahkan dapat menyababkan rasa sakit yang lebih parah,rasa tidak nyaman dalam bentuk masa kritis penyembuhan,contohnya; bisulan,kulit berbintik merah-merah,demam dan diare. Bahkan pada tahap yang lebih parah,dapat menyebabkan tekanan darah meninggi,stroke,jantung koroner,hernia,tbc intestinal,atau pada sistem tubuh paling lemah,energi tambahan yang dikeluarkan mungkin semua yang diperlukan untuk mengganggu keseimbangan dan menghancurkan organ-organ penting tubuh.

Beberapa gangguan yang dapat diperbaiki Surya Namaskara

Daftar dari beberapa kekacauan fungsi tubuh yang dapat diperbaiki oleh Surya Namaskara adalah sebagai berikut: jerawat, bisul, anemia, kurang nafsu makan, kelelahan, kegemukan, perkembanagn kurang, pemekaran pembuluh darah vena, sekitar rematik dan persendian, sakit kepala, asma dan kondisi paru-paru lainnya, kesalahan pencernaan, sembelit, penyakit ginjal, penyakit hati, tekanan darah rendah, epilepsi, diabetes, penyakit kulit (ekzim, psoriaris, kanker kulit), mencegah flu, ketidakseimbangan kelenjar endokrin, masalah menstruasi dan menopause, kondisi pikiran seperti kecemasan, defresi, penyakit syaraf dan beberapa penyakit lainnya. Tentu saja latihan ini juga sangat berguna untuk perkembangan tubuh umumnya dan merangsang pertumbuhan yang normal.

Dasar therapi

Tubuh manusia tersusun atas sejumlah sistem organ berbeda yang bekerjasama untuk melakukan fungsi badan tertentu dan menjaga organisme sebagai satu kesatuan yang utuh. Proses-proses vital, seperti; pencernaan, peredaran darah, dll. Bukan merupakan suatu proses yang terjadi dalam pengasingan,tetapi merupakan interaksi yang seimbang dari berbagai sistem organ yang saling bergantung. Kegagalan pada satu sistem organ atau fungsinya memberi pengaruh merugikan pada seluruh dan penyakit tak dapat dihindari lagi.

Dari sudut panjang yoga, kesehatan yang buruk disebabkan oleh ketidak-seimbangan dalam sistem energi tubuh. Tidak berpengaruh betapapun cerdasnya seseorang, atau betapapun baik dan taat hukumnya seseorang,kalau sistem energinya tidak berfungsi sewajarnya, orang itu akan menderita penyakit. Seringkali suatu penyakit dapat menyerang tanpa peringatan,namun tanpa disadari penyakit itu sudah mengendap bertahun-tahun dalam tubuh kita, tersembunyi dalam struktur genetis tubuh dan bahkan terselip pada alam bawah sadar kita.

Therapi Surya Namaskara

Pada analisa akhir kita melihat bahwa Surya Namaskara berfungsi menyeimbangkan kembali energi pikiran dan fisik, yang bergantung pada bagaimana kita melakukannya. Pengetahuan ini membantu kita untuk mengatur energi kita sesuai dengan yang kita butuhkan. Sangat penting bagi siapapun melaksanakan Surya Namaskara, terutama yang berkaitan dengan therapi, untuk melakukan setiap tahapan dengan akurat sebelum melanjutkan ketahap berikutnya. Dalam bidang therapi sangat jarang dibutuhkan konsentrasi cakra atau pengulangan mantra. Ini terdiri dan dikuatkan melalui asana dan pranayama.

Ketika berlatih Surya Namaskara dengan tujuan sebagai therapi, kita harus memulainya dengan pelan-pelan,apakah yang mendominasi itu pingala atau Ida. Dalam latihan ini kita harus bernapas 2,3 bahkan lebih dari itu dalam setiap asana,dengan mengkoordinasikan gerakan dengan nafas,memberikan waktu bagi tubuh untuk menemukan kesadaran dan batasannya dan akibat pernafasan pada fungsi-fungsi batinnya. Orang yang didominasi oleh ida, akan berlatih secara perlahan-lahan dan kemudian meningkatkannya dengan perlahan-lahan. Orang-orang yang didominasi oleh pingala akan melakukan latihan ini perlahan juga, bahkan mungkin hanya beberapa putaran saja. Begitu keadaan meraka membaik mereka harus mempercepat latihannya. Sekali lagi ditekankan bahwa bimbingan seorang guru sangat diperlukan, lebih baik lagi kalau kita berlatih dalam lingkungan asrama,sehingga tubuh berfungsi kembali seperti sebuah mesin yang disetel dengan baik.

INTERAKSI DENGAN ORGAN-ORGAN PENTING

Walaupun kemampuan Surya Namaskara untuk menyesuaikan aktifitas intra seluler dan energy metabolisme, mungkin merupakan gambaran yang paling menonjol dan ampuh, ia juga berinteraksi denganorgan fisik secara langsung, yang memberikan tekanan, pemijatan, peregangan dan secara umum memperkuat dan menyokong struktur jaringan internal. Ini membantu fungsi pelenyapan dan juga merangsang enegri syaraf. Untuk meningkatkan kesejahteraan kita.

Berikut ini adalah uraian sitematik tentang manfaat dan efek Surya Namasakara pada setiap sistem organ tubuh manusia, sehingga para pembaca awam dapat memahami efek Surya Namaskara lebih baik pada berbagai macam penyakit.

Sistem pernafasan

Sistem pernafasan manusia terdiri dari ruang-ruang atau bagian. Pada pernafasan normal orang jarang menggunakan semua bagian paru-paru. Biasanya, hanya bagian bawah dari paru-paru yang digunakan sementara bagian diatas nganggur atau bahkan mungkin penuh dengan timbunan udara yang terpakai, karbon dioxide dan gas-gas yang mengandung racun, terutama dalam kasus kota hunian dan penuh asap. Timbunan ini berada dalam paru-paru selama bertahun-tahun, yang secara berlawanan mempengaruhi sistem pernafasan dan sistem tubuh lainnya.

Pada Surya Namaskara proses pernafasan ritmis mendalam disesuaikan dengan setiap gerakan yang sepenuhnya mengosongkan parau-paru dari segala unsure yang tidak diperlukan dan menggantinya dengan udara baru, yang segar, bersih dan penuh dengan oksigen. Ini terutama terjadi dengan pelaksanaan hasta uttanasana yang dengan maksimal mengembangkan bidang dada. Padahastasana jika dilakukan dengan penghembusan nafas perlahan-lahan, yang dapat dilakukan dengan mulut terbuka, merupakan pernafasan yang membersihkan dengan kuat. Latihan ini juga akan sangat bermanfaat untuk pencegahan suatu penyakit seperti tbc yang berkembang dalam paru-paru.

Sistem Peredaran Darah

Latihan Surya Namaskara meningkatkan fungsi hati, tetapi tanpa cedera, sama halnya dengan pembentukan tubuh atau latihan gymnastic. Hasilny meningkatkan perederan darah mempercepat pelanyapan limbah racun dan memberi oksigen segar dan nutrisi pada sel-sel. Padahastasana dan parvatasana membantu mengembalikan darah dari bagian tubuh bawah ke jantung, meregangkan otot-otot kaki dan menggunakan kekuatan gravitasi pada posisi terbalik. Asana lain memeras darah ke luar organ dan membantu menukar oksigen dan makanan yang menimbulkan racun pada pertemuan dinding pembuluh darah.

Sistem Pencernaan

Gerakan bergantian dari peregangan dan penekanan dari Surya Namaskara menyelaraskan seluruh sistem pencernaan dengan pemijatan menyeluruh pada semua bagian rongga perut. Padahastasana dan Bhujanggasana merupakan asana yang sangat ampuh untuk menekan dan merangsang organ-organ perut. tidak hanya berfungsi mengurangi zat-zat tidak diperlukan tetapi juga memperbesar api perncernaan, yang menambah nafsu makan dan melengkapi dan serya mempercepat penyerapan makanan.

Sistem Urine

Ginjal memiliki fungsi sangat penting dalam mengatur air dan garam pada tubuh kita. Ia juga menekan kotoran dari darah dan mengeluarkannya melalui air kencing lewat kantung kemih. Gangguan kecil pada ginjal dapat mengakibatkan ketidakseimbangan garam dan meningkatkan kandungan nitrogen dalam darah yang menyebabkan penyakit. Dengan latihan Surya Namaskara, tulang belakang dan otot punggung dapat dilatih dengan cara tertentu untuk menekan dan pemijatan lembut pada ginjal. Dianjurkan untuk minum air sebanyak-banyaknya, juga minum air sebelum mulai latihan Surya Namaskara ringan. Bhujanggasana, astanggasana dan asva sancalanasana memberikan pengaruh yang sangat besar pada daerah ginjal.

Kulit

Kulit adalah bagian terbesar pada tubuh kita dan menyatukan tubuh kita, mengatur temperature tubuh, juga mengeluarkan racun yang tidak berguna di dalam tubuh melalui keringat. Ketika terjadi penumpukkan racun dalam darah, akan keluar melalui kulit dalam bentuk bisul,bintik-bintik merah, dan jerwat. Karena Surya Namaskara membentuk keringat, meningkatkan sirkulasi dan mendorong pengurangan racun melalui sitem pencernaan dan sistem urine, maka ia membersihkan dan memberi si pelaksana latihan, wajah bersih bercahaya yang merupakan tanda penting dari kesehatan.

Pada saat kita berlatih Surya Namaskara pada pagi hari sambil menghadap matahari terbit, sinar ultraviolet akan diserap oleh kulit. Sinar ultra violet dikatakan berguna karena sinar ultra violet banyak mengadung vitamin D yang sangat bagus bagi kesehatan terutama kulit. Semua asana meregangkan kulit dan menjaga fungsinya.

Sistem Syaraf

Pada ke-dua belas gerakan Surya Namaskara, tulang belakang secara sistematis diregangkan dan ditekan sampai batas maksimum, merangsang sirkulasi pada seluruh bagian tulang belakang dan selurh jaringan syaraf.

Sistem syaraf yang terletak diluar sistem syaraf pusta, terdiri dari dua bagian, voluntary dan involuntary. Sistem voluntary atau sistem somato-motor, mengatur fungsi tubuh yang berada dibawah pengendalain sadar, seperti gerakan otot utama. Sistem involuntary atau sistem syaraf otonomik, yang mengatur fungsi-fungsi dimana biasanya orang tidak memiliki pengendalian diri. Keseimbangan keduanya menandakan bahwa tubuh kita sehat.

Surya Namaskara menyesuaikan aliran syaraf dengan merangsang organ internal, yang dapat dibandingkan dengan bunga pada bagian ujuang tangkai (syaraf) dari tumbuhan. Ia meregangkan syaraf, bekerja pada tulang belakang dan meningkatkan prana yang mengaktifkan pusat pada otak. Setelah berlatihanda akan merasa bahwa badan anda dipenuhi dengan energy. Seluruh sistem syaraf diaktifkan dan dibangunkan.

SISTEM KELENJAR ENDOKRIN

Kelenjar-kelenjar endoktrin adalah sistem yang paling penting dan misterius dari semua sistem yang ada. Mereka memainkan peranan yang sangat penting dalam mengkoordinir semua proses fisiologis, namun hanya sedikit informasi yang diketahu tentangnya. Fungsi utama dari kelenjar endoktrin adalah memproduksi dan mengeluarkan hormone, unsure-unsur kimia yang dilepaskan dalam aliran darah dan diedarkan ke seluruh tubuh dan bertanggung jawab terhadap organ-organ tertentu. Hormone ini bertindak sebagai penggeraka, perangsang orga lain untuk melakukan fungsinya masing-masing. Berikut ini adalah uraian atau penjelasan mengenai kelen-jar dan manfaat Surya Namaskara pada fungsi dan kegagalan fungsinya.

Kelenjar Pituitari (pada otak)

Kelenjar pituitary dikenal sebagai kelenjar penguasa tubuh. Pusat yang penting ini mengatur fungsi kelenjar yang lain, merangsang atau mencegah sekresinya sesuai dengan kebutuhan tubuh. Dengan melakukan surya Surya Namaskara dapat merangsang hipotalamus yang mengatur fungsi dari pituitary. Latihan Surya Namaskara memeiliki akibat secara langsung dan bermanfaat pada pusat vital dan seluruh tubuh. Asana terbalik memberikan pengaruh paling ampuh pada kelenjar pituitary.

Kelenjar Pineal

Kelenjar pineal adalah kelenjar yang amat kecil dalam otak. Ilmu pengetahuan yoga menyatakan bahwa ia memiliki fungsi sangat penting sebagai penghubung antara berbagai tingkat kesadaran diatas dan di luar bidang fisik. Kelenjar pineal juga dikenal dengan sebutan mata ketiga. Asana terbalik dapat dilakukan dimana untuk menyeelaraskan organ ini. Kelenjar pineal ini terhenti mulai umur delapan tahun. Surya Namaskara memainkan peranan penting di dalam menjaga kelenjar penting ini yang berfungsi sebagai jendela terhadap kemampuan fisik manusia yang lebih tinggi.

Kelenjar Thyroid/paratthyroid

Kelenjar thiroid, yang terletak pada tenggorokan, mengendalikan laju metabolisme atau kecepatan pencernaan dalam membakar makanan. Panas tubuh, pertumbuhan dan perkembangan juga diatur oleh sekresi dari kelenjar ini. Kondisi kurang aktif dari kelenjar thyroid (hipothyroid) menyebabkan melambatnya seluruh proses jasmaniah. Gangguan thyroid ini sebenarnya lebih umum dari pemikiran orang, khususnya pada wanita. Banyak orang menderita gangguan thyroid ringan yang berada pada batas normal, tetapi mengganggu kehidupan kesehariannya. Mereka merasa tidak nyaman ketimbang merasakan sakit. Orang-orang inilah yang akan merasa bahwa latihan Surya Namaskara sangat bermanfaat.

Kelenjar parathyroid berurusan dengan metabolisme kalsium dan fosfor, yang sangat penting bagi pertumbuhan tulang yang kuat, dan sehat. Terlalu banyak bekerja akan menyebabkan keropos tulang dan menyebabkan tulang akan lebih mudah patah. Menurut pengalaman kami, berlatih Surya Namaskara membantu menormalkan fungsi dari parathyroids. Hasta uttasana, parvatasana, bhujangasana dan asva sancalanasana memberi pengaruh lebih ampuh pada leher.

Kelenjar Thymus

Kelenjar thymus terletak tepat dibawah kelenjar thyroid, yang membentang dari takik diatas dada ke bawah sampai ke dada. Thymus pada anak-anak umumnya lebih besar dan perlahan-lahan mengkerut. Kemungkinan dalam fungsi dan umur yang semakin bertambah. Dalam pranamasana kita mengalirkan prana pada anahata cakra yang secara fisik berhubungan dengan thymus. Menghembuskan nafas berarti pemberian pada dunia dan pada saat yang sam posisi tubuh bersifat instrospektif, yang menyatakan memandang ke dalam diri sendiri. Sikap mental ini dapat merangsang dengan bermanfaat dan mengaktifkan thymus melalui anahata cakra.

Kelenjar Adrenalin

Kelenjar adrenalin merupakan dua bagian kecil yang terletak di puncak ginjal, yang mengeluarkan sejumlah hormon berbeda, dan yang paling dapat dideteksi adalah adrenalin. Anda akan merasa takut tiba-tiba.

Posisi Surya Namaskara yang menggunakan tekanan langsung pada bagian punggung tengah, dimana ginjal dan kelenjar adrenalin berada memberi efek pemijatan dan cenderung memperbaiki sekresi yang tidak seimbang, dan membantu adrenalin untuk berfungsi secara optimal. Adrenalin berhubungan dengan manipura cakra.

Pankreas

Pankreas terletak di bagian belakang perut setingkat dengan solar plexus. Bagian penting dari kelenjar ini membentuk hormon insulin, yang mengendalikan kemampuan tubuh untuk menyimpan dan menggunakan gula. Surya Namaskara memberi tekanan pada organ perut yang juga akan menekan pankreas selama melengkungkan tubuh kebelakang pada posisi bhujangasana.

Organ reproduksi

Kelenjar reproduksi mengatur produksi sperma dan ovum, dan juga perkembangan alat kelamin sekunder, seperti pertumbuhan bulu-bulu, pertumbuhan suara. Pada wanita terjadinya menstruasi dan pertumbuhan payudara.

Surya Namaskara adalah suatu latihan yang sangat berguna untuk menguatkan dan mengatur sistem organ reproduksi wanita. Pada wanita ovarium terletak dalam perut dan dirangsang lebih optimal dibandingkan pada pria, yang membantu untuk memperbaiki ketidak-teraturan menstruasi dan rasa sakit yang tidak alami pada saat menstruasi.

MANIPULASI TULANG BELAKANG

Semua gerakan yang terdapat pada Surya Namaskara dibangkitkan disekitar pelengkungan ke depan dan ke belakang dari tulang belakang. Pemahaman yang lebih mendalam tentang struktur tulang belakang akan dapat membuat kita merasakan betapa pentingnya Surya Namaskara, bukan hanya untuk kesehatan fisik saja, tetapi juga berhubungan dengan proses kebangkitan spiritual.

Struktur dan fungsi

Tulang belakang terdiri dari 33 tulang punggung, yang tersusun satu diatas yang lainnya dalam bentuk lengkung huruf S kurus. Tulang belakang tidak sepenuhnya tegak dalam pengertian sebenarnya, tetapi memiliki empat lengkung yang berbeda. Karena strukturnya yang rumit inilah, tulang belakang mampu melakukan berbagai gerakan lebar. Kita dapat membungkuk ke depan, melengkung ke belakang, ke samping dan berputar. Ini memungkinkan tubuh untuk bergerak bebas, saat melakukan berbagai tugas.

Perkembangan Evolusi

Masalah punggung secara luas dapat dikaitkan pada ketidak-tetapan evolusioner yang terjadi selama perkembangan manusia dari berjalan dengan merangkak menggunakan kedua tangan beralih menjadi berjalan dengan kedua kaki. Perkembangan otot-otot penyangga yang menerus dalam mengimbangi operasi vertikal tulang belakang (dari horizontal ke vertikal) cukup untuk memastikan dukungan bagi tulang punggung dan bagian tubuh lainnya. Bagaimanapun juga, karena kurangnya mengolah otot, kegemukan dan postur yang tidak baik, terlalu banyak duduk di kursi, menyebabkan gangguan pada tulang belakang yang merupakan masalah yang dihadapi manusia sekarang ini.

Gangguan Umum pada tulang belakang

Harus dipahami bahwa dalam hubungannya dengan masalah tulang belakang, Surya Namaskara sangat berguna untuk pencegahan. Walaupun ia dapat mengatasi banyak masalah pada punggung, sekali mereka berkembang, dalam beberapa kasus yang dibicarakan dibawah ini, suatu program asana lain akan lebih sesuai pada mulanya. Namun, pelaksanaan yang teratur dari Surya Namaskara dapat mencegah permasalahan ini dengan menggerakkan sendi-sendi antar tulang punggung, dengan mengembangkan otot penopang dari tulang belakang, dengan memperkuat jaringan pengikat, dan pemijatan syaraf-syaraf dan pembuluh darah. Bila terjadi keseleo, scatica dan pertumbuhan tulang, gerakan melengkung ke depan pada Surya Namaskara dapat memperburuk hal ini. Karena itu, semua gerakan ke depan pada Surya Namaskara harus dihindari dalam kasus ini, dan progran asana, terpimpin dari gerakan melengkung ke belakang dapt dipertimbangkan. Gerakan bergantian dari Surya Namaskara sangat bermanfaat untuk mengendorkan wilayah sekitar dada, leher dan bahu, yang mencegah ketegangan otot, dimana kejang sering terjadi.

Untuk menyempurnakan tulang belakang tetapi bukan bertujuan sebagai therapi, maka asana dengan lengkung ke samping, seperti tiryaka tadasana dan trikonasana, dengan disertai memutar tulang belakang seperti pada ardha matsyendrasana dapat dilakukan sebagai latihan sehari-hari. Kemudian gerakan badan ke belakang, ke depan, ke samping dan memutar tulang belakang secara penuh diselesaikan. Susumna

Tahap evolusi radikal yang menjadikannya berdiri tegak, memisahkan manusia dengan binatang lain, yang memberinya keuntungan yang nyata terhadapnya. Beberapa poin yang menarik patut ditampilkan dalam buku ini sehubungan dengan hal ini.

Pertama, dikatakan bahwa hanya dengan melalui penjelmaan manusia sajalah mahluk-mahluk dapat mencapai pencerahan, yang tak mungkin dicapai dalam penjelmaan hewan.

Yang kedua, dalam tulang belakang yang terdapat jalur susumna yang terdiri atas titik-titik lokasi fisik, pusat psikhis yang bertanggung jawab atas perkembangan manusia menuju kesadaran yang lebih tinggi dan mengendalikan kecenderungan sifat hewani dalam dirinya.

Dengan demikian manipulasi yang diberikan oleh Surya Namaskara pada keseluruhan tulang belakang, bukan hanya mempertahankan kestabilan struktural tubuh. Ia juga menyatakan penyucian saluran susumna vital, sehingga energi dapat naik dari akar sifat kita yang lebih rendah untuk membangkitkan kemampuan kita yang lebih tinggi.

PENGARUH SURYA NAMASKARA PADA OTOT

Pada bab ini kita akan membahas tentang pengaruh Surya Namaskara pada otot-otot tubuh kita,yang mayoritasnya dilatih. Bab ini ditujukan kepada para guru yoga dan juga para ahli therapi, sebagai panduan untuk mengembangkan teknik dan fisik yang lebih baik. Ini juga ditujukan pada orang yang ingin memahami latihan apa yang telah ia lakukan bagi dirinya dalam pengertian fisik murni, sehingga ia dapat melakukan latihannya dengan kesadaran tentang bagian otot mana harus santai, ditekan atau diregangkan.

Kekuatan

Sangat penting untuk diingat bahwa Surya Namaskara bukan bertujuan untuk mengembangkan hipertrofid (pertumbuhan otot yang terlalu membesar), atau latihan yang bertujuan untuk pengembangan otot yang berlebihan. Agaknya Surya Namaskara dirancang untuk meregangkan, menyelaraskan dan meluruskan struktur otot rangka, secara perlahan-lahan memperkuat postur dan kesehatan yang lebih baik dan pengitegrasian fungsi total tubuh yang lebih baik melalui proses pelurusan kembali.

Keseimbangan

Gravitasi menggunakan kekuatan pada semua obyek. Setiap bagian dan unsur dari tubuh manusia memiliki pusat gravitasi disekitar fungsinya. Pusat gravitasi ini berubah terus menerus sesuai dengan posisi tubuh. Pada setiap posisi, apakah itu berbaring, duduk, mempertahankan sikap tegak, atau bergerak, konsep keseimbangan selalu ada. Keseimbangan fisik hanya dapat dipertahankan jika gravitasi dinetralkan.
Ini terjadi melalui :

  1. Tekanan pada sambungan sendi yang satu dengan yang lainnya;
  2. Ketahanan jaringan pengikat;
  3. Yang menghidupi kontraksi otot-otot yang dikoordinasikan oleh sistem syaraf motor sensorik.

Keseimbangan tubuh membaik, karena wilayah yang menyentuh tanah bertambah, karena pusat gravitasi sangat rendah. Keseimbangan bukanlah sesuatu yang statis. Ia membutuhkan penyesuaian berlanjut dalam kaitannya dengan fluktuasi postur, gerakan, siklus pernafasan dan tingkat kesadaran.

Ketenangan

Dalam yoga, sebelum memulai posisi apapun, kesadaran mengawali posisi merupakan hal yang terpenting. Ketenangan merupakan hal yang sama pentingnya dengan awalan suatu latihan spiritual apapun atau tugas yang penting. Dalam pranamasana, contohnya, pertama-tama anda harus sadar akan kegiatan terus menerus yang dilakukan otot postural dalam memepertahankan keseimbangan statis. Kita harus mencoba untuk mengembangkan keseimbangan lembut antara ketegangan dan relaksasi otot.

MENGEMBANGAN LATIHAN

Tujuh asana dasar pada inti dari Surya Namaskara, memberikan dasar bagi suatu latihan yang lengkap dan terpadu. Gerakan ini bukan hanya rangkaian posisi tubuh yang indah tetapi juga merupakan benih pengalaman baru dan sangat kuat dari organisme fisik.

Tujuan dari aspek dinamis Surya Namaskara adalah untuk memperkuat dan menyelaraskan struktur fisik. Bila dikombinasikan dengan pernafasan dan mantra akan memperluas pengaruhnya pada bagian tubuh yang lebih halus dan bidang kepribadian kita. Ketika latihan dilakukan perlahan-lahan, ia menjadi terasa lebih halus dan kita memperoleh pemahaman lebih baik tentang interaksi pernafasan dan nadi demikian juga tubuh dan pikiran. Kesadaran semakin meningkat saat latihan menyentuh dan membangkitkan wilayah lebih dalam dari kepribadian kita.

Memperdalam kesadaran memerlukan kehancuran batasan-batasan pada diri kita. Sebagai akibatnya kita menjelajahi posisi fisik kita sebagai gerbang ke dalam wilayah pengalaman baru, sehingga kita harus mengatasi halangan tertentu dalam tubuh dan pikiran. Kekakuan pada tubuh merupakan refleksi kekakuan mental, kekakuan dalam berpikir dan kurangnya kreatifitas. Biasakanlah sikap konsentrasi pikiran dan alirkan energi ke dalam pola mantap yang akan meningkatkan organ tubuh tertentu dan fungsinya, tetapi abaikan yang lainnya. Terlalu banyak energi pada beberapa organ tubuh tertentu dan kekurangan energi pada bagian lainnya. Inilah yang akan menyebabkan kita terserang penyakit dan ketidak-seimbangan inilah yang dicoba untuk dibenahi oleh Surya Namaskara.

Ketika kita berlatih 24 rangkaian asana, kita harus meningkatkan kesadaran kita sacara perlahan dan progresif pada setiap posisi tubuh. Kita harus merasa seakan-akan kita masuk lebih dalam ke dalam tubuh sedemikian rupa untuk mengadakan hubungan kembali dimensi fisik dan juga untuk lebih menyadari dan mematahkan batasan kita sendiri.mengapa kita dapt melakukan posisi tertentu? Apakah yang menghalangi kita? Setiap kesulitan yang kita temui, harus dipecahkan perlahan-lahan dan mantap dalam jangka waktu tertentu. Dalam hal ini kita menambahkan asana (posisi tubuh) lain dalam rangkaian latihan sehingga kita dapat meningkatkan efek dari latihan pada tubuh.


untuk menambah informasi tentang budaya bali, silahkan baca:
demikianlah Gerak Yoga Surya Namaskara atau yang lebih dikenal dengan "Surya Namaskar", Manfaat dari surya namaskara didasarkan pada penyeledikan selama bertahun-tahun terhadap ratusan siswa dari berbagai umur dan asal, yang datang ke asrama kami untuk belajar yoga. Melalui surya namaskara kelenjar organ akan memperoleh pemijatan, sehingga tubuh bekerja dengan haromonis dan sehat, demikian juga dengan pengaruh therapinya haus dilihat dalam persepektif yang lebih luas. Efek therapy yang diberikan di sinin selalu sederhana dan mekanistis. Penjelasan yang lebih luas dengan acuan ilmiah dan data pengalaman akan menjadi sangat panjang. Tujuan penulisan buku ini untuk memperluas pemahaman tentang bagaiamana surya namaskara bekerja, terutama dalam masalah therapinya. Ini sangat penting untuk para guru dan para ahli thearapi. Ia juga membantu meningkatkan latihan. Akan sangat baik bagi kita untuk mempelajari buku tentang anatomi dan fisiologi untuk memperoleh gambaran visual bagaimana tubuh bekerja. Ini juga sangat membantu meningkatkan kesadaran tubuh dan membawa pada kesehatan yang lebih baik. semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar