Google+

epos Mahabharata - AM I A HINDU

berikut adalah lanjutan resume dari buku 

AM I A HINDU ( Apakah Saya Hindu ? ) 

dimana dibawah ini dijelaskan tentang "Mahabharata" buku ini di tulis oleh Ed. Viswanathan (Diterjemahkan oleh NP Putra) 

 

AYAH, EPIK MAHABHARATA ITU BERKAITAN DENGAN APA? 

Mahabharata itu berisi episode-episode, kisah-kisah, dialog-dialog, wacana-wacana dan kotbah-kotbah. Ia terdiri dari 110.000 sajak atau 220.000 baris dalam delapan belas Parwa atau bagian. 

Masing-masing Parwa itu adalah : 
  1. Adi Parwa, 
  2. Sabha Parwa, 
  3. Wana Parwa, 
  4. Wirata Parwa, 
  5. Udyoga Parwa, 
  6. Bhisma Parwa, 
  7. Drona Parwa, 
  8. Karna Parwa, 
  9. Salya Parwa, 
  10. Sauptika Parwa, 
  11. Stri Parwa, 
  12. Santi Parwa, 
  13. Anusasana Parwa, 
  14. Aswamedhika Parwa, 
  15. Ashrama Parwa, 
  16. Mausala Parwa, 
  17. Mahaprasthanika Parwa, 
  18. Swargarohana Parwa. 
Di luar dari delapan belas Parwa ini adalah puisi yang merupakan appendiks sebanyak 16,375 sajak, yang dikenal dengan nama Hariwamsa Parwa. Jadi secara total ada sembilan belas Parwa sekalipun beberapa orang suci tidak menganggap bagian terakhir sebagai Parwa penting. Mahabharata adalah puisi terpanjang di dunia. Bhagawad Gita adalah bagian dari Mahabharata. 

 

DAPATKAN ANDA MENCERITAKAN PADAKU KISAH SEBENARNYA DARI MAHABHARATA? 

Sangat sulit mengisahkan cerita Mahabharata dalam beberapa kata. Walaupun demikian, mari kucoba mengisahkannya kepadamu secara singkat. 
Batara Brahma berputra Atri. 
Soma adalah putra Atri. 
Buddha dan Pururawas adalah putra-putra Soma. 
Ayus adalah putra Pururawas. 
Yayathi, Dhushyantha, Bharata, Kuru dan Santhanu lahir dari garis keturunan Ayus. 
Raja Santhanu mempunyai seorang putra dari Dewi Ganga, dikenal sebagai Ganeya, Dewabrata, dan secara populer dikenal sebagai Bhisma. 
Setelah kelahiran Bhisma, Dewi Gangga berpisah dengan Raja Santhanu. 
Kemudian Santhanu jatuh cinta pada seorang wanita bernama Satyawati (dari suku nelayan). Ayah Satyawati membuat Bhisma bersumpah untuk membujang seumur hidup sebagai syarat diijinkannya putrinya kawin dengan Raja Santhanu. 
Dari Satyawati Raja Santhanu memiliki dua putra bernama Chitrangada dan Vichitravirya. Mereka menikahi dua putri dari raja Kasi, Ambika dan Ambalika. 
Chitrangada dibunuh oleh seorang Gandharwa (celestial being) dan Vichitravirya mati karena suatu penyakit. Tiba-tiba negeri itu tidak memiliki penguasa. Karena itu Ratu Satyawati mengundang putranya (dari Reshi Parasara), Reshi Veda Vyasa, untuk menghamili kedua putri itu. 
Putri Ambika melahirkan Dhristarashtra. 
Putri Ambalika melahirkan seorang putra bernama Pandu. 
Veda Vyasa juga menghamili seorang gadis pelayan yang kemudian melahirkan Vidura. 

Pandu, sekalipun putra bungsu, menjadi raja karena kakaknya, Dhristarashtra buta. 
Pandu mengawini Kunti dan Madri, dan dari Kunti ia mempunyai tiga putra yaitu Yudhishtira (juga disebut Dharmaputra), Bhima dan dan Arjuna. 
Dari Madri ia mempunyai dua putra yaitu Nakula dan Sahadewa. 
Kelima putra Pandu secara bersama disebut Pandawa. 

Dhristarashtra mengawini Dewi Gandhari, dan mempunyai seratus putra dan seorang putri. 
Putranya tertua bernama Duryodana dan putrinya bernama Dussala. 

Raja Pandu tiba-tiba meninggal, karena itu Dhristarashtra dinobatkan menjadi raja. Tapi ia sepenuhnya berada di bawah pengaruh putra tertuanya, Duryodana. 

Ketika Pandawa datang untuk menetap di Hastinapura, ibu kota, Duryodana berusaha melenyapkan mereka. 

Permusuhan antara Kaurawa dengan Pandawa akhirnya menimbulkan satu perang yang sangat hebat yang dikenal sebagai Perang Mahabharata. 
Krishna memihak Pandawa dalam perang ini. Dalam perang ini semua Kaurawa terbunuh. Setelah perang Yudhistira menjadi raja. 

Beberapa tahun kemudian, Krishna, bersama wangsanya yang disebut Yadava meninggalkan dunia ini. Segera setelah itu Yudhishtira dan saudara-saudaranya menyerahkan kerajaan kepada Parikshit, cucu Arjuna, dan para Pandawa pergi ke surga. 

Demikianlah secara ringkas epik besar Mahabarata itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar