Google+
Tampilkan postingan dengan label Arya Kanuruhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arya Kanuruhan. Tampilkan semua postingan

Sekilas Babad Arya Pegatepan

Putra dari Arya Kanuruhan yang nomor 3 (tiga ) adalah Kiyayi Pegatepan. putra beliau yang ketiga ini adaiah sangat cerdas, disamping sangat tangkas Sebagai seorang prajurit kerajaan, maka Kiyayi Pegatepan mendapat tugas untuk mengamankan kekacauan yang ada di daerah Tianyar ( bekas daerah Ki Tunjung Tutur )

Pada masa pemerintahan Dalem di Gelgel, maka pada waktu ini yang diberikan hak untuk menguasai dan mengamankan daerah Tianyar, adalah keturunan dari Sira Arya Gajah Para. Dua orang cucunya dan Sira Arya Gajah Para yaitu Kiyayi Ngurah Tianyar, dan adik kandungnya yang bernama Kiyayi Ngurah Kaler, dimana kedua kakak beradik ini mengadakan suatu persengketaan yang sangat hebat, dengan melibalkan beberapa pengikutnya di Tianyar yang menyebabkan kacaunya daerah Tianyar serta keamanan tidak terjamin.

Sekilas Babad Arya Brangsinga

Kryan Brangsinga putra tertua dari Sira Arya Kanuruhan bermukim di Tangkas. Negara Bali aman dan sejahtera. Kyayi Brangsinga berputra dua orang. Kedua putra beliau ini sangat tampan dan memiliki ilmu pemerintahan yang sangat tinggi oleh sebab itu salah salu putra beliau yang bernama yaitu
  1. Kyayi Brangsinga Pandita
  2. Kyayi Madya Kanuruhan Kesari.
Kiyayi Brangsinga Pandita, dipercayakan sobagai pendamping raja Dalem Ketut Smara Kepakisan ( Dalem Ketut Ngelesir). saat beliau di undang untuk menghadap kepada Sri Maha Raja Hayam Wuruk di Kerajaan Mojopahit, pada waktu raja Hayam Wuruk akan melakukan upacara Cradha, yaitu Upacara yang dilakukan setiap 12 tahun sekali dengan tujuan untuk menghormati arwah nenek moyang raja - raja Mojopahit, disamping upacara ini sebagai upacara keagamaan maka upacara ini mengandung pula arti politik dimana pada upacara ini menghadaplah para adipati dan raja raja bawahan dengan membawa upeti sebagai tanda patuh, sehingga raja Hayan Wuruh, martabatnya menjadi naik.