Google+
Tampilkan postingan dengan label Banten Aci Piodalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banten Aci Piodalan. Tampilkan semua postingan

Odalan Mingkup Sari dan Caru Rsi Ghana

Odalan Mingkup Sari dan Caru Rsi Ghana

Om Swastiastu
melalui media ini, kami mencoba memberikan gambaran tentang keberadaan keluarga kami, dimana  kami keluarga kebayan Guwang mengadakan upacara yadnya, mulai dari tiga bulanan sentana kami, magedong-gedongan hinga dipuncak acaranya pada tangal 22 April 2015, Buda Umanis Dukut, keluarga kami menghaturkan Upacara Yadnya Mingkup Sari, Caru Rsi Ghana dan Caru bebek bulu selem (hitam) sebagai ciri rasa bhakti kami kehadapan Ida Hyang Widhi dan para leluhur kami.
adapun dudonan acara yadnya kami:
  • Buda Cemeng Klawu, Odalan di Pelingih Sri Sedana dan pada hari itu diadakan pula yadnya nyengker dewasa, ka-enter olih Jro Mangku Desa Adat Guwang
  • Sukra Umanis Klawu, Acara Tiga Bulanan Putri dari Kadek Mardika serta Magedong-gedongan Istri dari Wayan Budi. Kapuput Olih Ida Pandita Mpu Widya Dharma Siwa Dhaksa (sakeng Gria Widya Srama Guwang - Pandita kebayan).
  • Anggara Kliwon Dukut, Yadnya Ngingsah, Ngelingihang Betari Sri. ka-enter olih Jro Mangku Desa Adat Guwang
  • Buda Umanis Dukut, Puncak Karya. Mendak Betara ring Pangungan, Caru Rsi Ghana di Merajan dan Caru Bebek Bulu Hitam di Natah Rumah, serta dilanjutkan Ngaturang Piodalan Mingkup Sari. Kapuput Olih Ida Pandita Mpu Widya Dharma Siwa Dhaksa (sakeng Gria Widya Srama Guwang - Pandita kebayan).
  • Wrespati Paing Dukut. Nyineb Piodalan, Ngantukang Betara ke Panggungan. ka-enter olih Jro Mangku Desa Adat Guwang

Banten Piodalan Madya di Mrajan Alit

Banten Piodalan di Mrajan Alit

setelah sebelumnya mengulas Banten Piodalan Nista ring Merajan alit, kali ini saya akan bagikan sedikit ulasan tentang Piodalan Madya di Mrajan/Sanggah Alit.
sebelumnya, ditegaskan kembali, yang disebut sanggah alit adalah keluarga yang memiliki pelinggih kamulan taksu saja, atau ditambah padma sari. lebih lengkapnya, palinggih di mrajan alit diantaranya: Sanggah Kemulan, Sanggah Taksu, bebaturan Panglurah, dan kadang kala terdapat juga padma sari. apabila palingih sanggahnya sudah melebihi hal tersebut, maka sanggah atau pemerajan tersebut bukan lagi disebut sanggah alit.

Banten Piodalan Madya di Mrajan Alit 

berikut ini Banten Piodalan Madya di Mrajan Alit atau sering disebut Piodalan Tumpeng 11, Maude kurenan. adapun bantennya:

Odalan atau Piodalan - Dewa Yadnya

Odalan atau Piodalan - Dewa Yadnya

yadnya sebagai salah satu kegiatan agama tidak dapat dilepaskan dari tata aturannya. bahkan dalam melaksanakan yadnya, sejak persiapan hingga pelaksanaannya, sikap mental, disiplin diri, dipandang merupakan landasan yang sangat menentukan kualitas suatu yadnya. Persembahan sebesar-besarnya pengorbanan materi yang dilaksanakan dalam suatu Yadnya  menjadi tidak berarti, bila tidak dilandasi dengan sikap dan kepribadian yang baik oleh para pelaksana-pelaksana yadnya tersebut.

Dasar melakukan Yadnya

Dalam Lontar Dewa Tattwa pada bagian awal uraiannya memberi petunjuk dan mengingatkan bagi yang melaksanakan yadnya, yang juga sebagai dasar dalam melaksanakan Yadnya. berikut ini kutipan Lontar Dewa Tattwa;
"Anakku sang para empu danghyang, sang mahyun tuwa janna, luputing sangsara papa, kramanya sang kumingkin akarya ngalem drwya, mwang kumutug kaliiranging wwang utama, awya mangambekang krodha mwang ujar gangsul, ujar menak juga kawedar denira"
"mangkana kramaning sang ngarepang karya, awya simpanging budhi mwang krodha; yan kadya mangkana patut pagawenya, sawidhi widananya, tekeng ataledanya mwang ring sesayutnya, meraga dewa sami, tkeng wawangunan sami"
maksudnya:

Upacara Dewa Yadnya berdasarkan Wewaran

Upacara Dewa Yadnya berdasarkan Wewaran

Seperti telah diketahui bahwa Sapta Wara adalah istilah lain dari nama hari-hari masehi seperti Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu. Sapta Wara itu terdiri dari Redite, Soma, Anggara, Buda, Wrespati, Sukra, Saniscara. Sedangkan untuk Panca Wara terdiri Umanis, Pahing, Pon, Wage, Kliwon.
Rerahinan yang berdasarkan pertemuan antara Panca Wara dengan Sapta Wara antara lain :

  1. Anggara Kliwon yang disebut Anggarkasih, pada hari ini adalah payogan Bhatara Ludra unutk melenyapkan kejahatan. Umat Hindu hendaknya melakukan penyucian diri dan pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widi.
  2. Buda Kliwon, pada hari ini adalah pasucian Sang Hyang Ayu. Hendaknya melakuka pemujaan di pamerajan atau diatas tempat tidur memuja dan mohon keselamatan kepada Sang Hyang Nirmala Jati di sertai dengan canang harum kembang payasan.
  3. Saniscara Kliwon yang disebut dengan Tumpek. Nama dari Tumpek ini disesuaikan dengan nama wuku, misalnya Tumpek yang jatuh pada wuku Landep maka disebut Tumpek Landep sebagai hari untuk melakukan pemujaan kepada Sang Hyang Parama Iswara.
  4. Buda Wage yang disebut Buda Cemeng merupakan hari payogan Hyang Manik Galih yang menganugrahkan amerta di dunia.

Banten Piodalan Alit di Sanggah Kemulan (Mrajan Alit)

Banten Piodalan Alit di Sanggah Kemulan (Mrajan Alit)

berikut ini Kramaning Banten Piodalan Alit di Sanggah Kemulan ataupun Merajan Alit. adapun upekaranya:

Banten di Sanggah Surya (Sanggah Pesaksi)

upekara: 

  1. Daksina Peras Ajuman (a soroh)
  2. Canang Lenge-wangi Burat-wangi,
  3. Rayunan Putih Kuning,
  4. Canang Pengrawos,
  5. Toye (air) anyar
  6. Beras Kuning mewadah takir (pewarna kuning dari bahan kunyit)
  7. Pasucian, dan
  8. Canang Sari

Banten Ring Pelingih

Upekara Mungah:

Aci dan Piodalan di Sanggah Kamulan

Aci dan Piodalan di Sanggah Kamulan

Dalam memuja Ida Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan) dan Leluhur (kawitan) di Sanggah Kamulan dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu dengan cara:

  • Nitya Karya yang dilakukan setiap hari yakni dengan melakukan Tri Sandya dan Muspa. Juga dengan menghaturkan Banten Saiban dan menghaturkan canang.
  • Naimitika Karma dilakukan pada hari-hari tertentu atau rerainan suci.Pada saat ini Umat Hindu melakukan pemujaan dengan sarana bebantenan yang disebut pula dengan Aci-aci.

Kapan Aci-aci itu dilakukan? 
Di bawah ini diuraikan sebagai berikut:

  1. Kajeng Kaliwon dan Purnama-Tilem. Aci yang dihaturkan minimal canang genten, baik juga kalau ajuman, rayunan.
  2. Budha Kaliwon Sinta (Pagerwesi). menghaturkan : Daksina, Pras, Suci asoroh, Panyeneng, Sesayut Panca Lingga, Canang wangi, Raka-raka.
  3. Redite Umanis Ukir (Pujawalinya Ida Bhatara Guru). Wajib menghaturkan piodalan nista, madya, utama. Sedikitnya mesti ada Sesayut Pangambean, Sedah ingapan 25, Kwangen 8 buah.
  4. Soma Pahing Warigadian (pujawalinya Ida Bhatara Brahma). menghaturkan sedah, woh penyertanya minimal Datengan, Ajuman, Rayunan, raka-raka (bayuan), puspa wangi-wangi.
  5. Budha Kaliwon Dungulan (Galungan). menghaturkan aci-aci: Tumpeng penyajan, Penek wakulan, Ajuman, Sedah woh, Kembang payas, wangi-wangi pasucian.