merupakan putra ke dua Raja bali I, Sri KresnaKepakisan. Untuk menghindari konflik dengan saudara beliau Dalem AgraSamprangan, beliau memilih untuk keluar dari Puri Samprangan dan menetap di
Daerah Tarukan di sebelah utara Puri bedahulu (istana Sri Arta Sura Bumi
Banten).
Setelah selesai
membangun Puri, Dalem Tarukan menikahi seorang gadis dari Gunung Lempuyang.
Karena belum mempunyai putra, beliau mengajak kemenakannya, yaitu cucu Dalem
Wayan, Raja Blambangan, bernama: Kuda Penandang Kajar untuk tinggal
bersama-sama di Puri Tarukan. Kuda Penandang Kajar adalah seorang pemuda yang
tampan, gagah, dan mempunyai kekuatan batin yang tinggi, khusus untuk meneliti
apakah tanah ada kandungan emasnya atau tidak. Karena itulah Puri Tarukan
sangat mewah dan terkesan kaya raya karena dipenuhi ornamen emas murni. Dalem
Tarukan sangat menyayangi kemenakannya.