Google+
Tampilkan postingan dengan label Mantra Kanda Pat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mantra Kanda Pat. Tampilkan semua postingan

Buku Ilmu Tantra Bali

Buku Ilmu Tantra Bali

Penulis: Putu Yudiantara


Sejarah mencatat kalau tanah Nusantara pernah menjadi salah satu mercusuar Tantra dunia. Dari jaman ke jaman paradigma spiritual tersebut lah yang menjadi pegangan para raja, pandita dan penekun spiritual Nusantara. Kemudian, jauh setelah runtuhnya Sriwijaya sampai hancurnya Majapahit, peradaban Tantra Nusantara masih ajeg di Bali. Bukan hanya menjadikan Bali sebagai tanah Tantra, namun kitab Tantra yang hidup.

Buku ini akan mengantarkan anda menelusuri jejak sejarah dan ajaran Tantra Nusantara dan bagaimana perkembangannya di Bali. Melalui ratusan data yang tersebar dalam berbagai manuskrip Lontar sampai hasil studi para peneliti dari jaman ke jaman, anda akan disuguhi “spirit” asli pulau Dewata yang mulai terlupakan.

 

Harga: Rp. 200.000,- (belum ongkos kirim)

 

Ajaran Kanda Pat Sari

Ajaran Kanda Pat Sari

Kanda Pat di dalam ajaran Jawa dikenal dengan istilah “Sedulur papat kelima pancer”. Pancer adalah diri kita. Setiap diri manusia mempunyai empat saudara. Ketika manusia masih berupa janin didalam perut ibunya, keempat saudara itu nyata. Kasat mata. 
Untuk lebih jelasnya marilah kita simak kutipan Kidungan Jaya Wedha berikut ini: 
Ana kidung akadang premati among tuwuh ing kuwasanira nganaken saciptane kakang kawah puniku kang rumeksa ing awak mami anekaken sedya pan kuwasanipun adhi ari-ari ika kang mayungi ing laku kuwasaneki anekaken pangarah. Ponang getih ing rahina wengiangrowangi kang kuwasa andadekaken karsane puser kuwasanipun nguyu-uyu Sumbawa mami nuruti ing panedha kuwasanireku jangkep kadang ingsun papat kalimane pancer wus dadi sawiji nunggal sawujudingwang
Ada sabda tentang saudara kita yang merawat dengan sungguh-sungguh. Yang memelihara berdasarkan kekuasaannya. Apa yang dicipta terwujud. Ketuban itu, yang menjaga badan saya. Yang menyampaikan kehendak, dengan kuasanya. Dinda ari-ari itu, yang memayungi semua tindakan berdasarkan kekuasaannya, yang menyampaikan tujuan. Sedangkan darah siang dan malam membantu Yang Kuasa. Mewujudkan kehendak-Nya. Puser kekuasaannya, memerhatikan sungguh-sungguh diriku, memenuhi permintaanku. Kekuasaannya itu. Maka, lengkaplah empat saudara saya, kelimanya sebagai pusat. Sudah menjadi satu. Manunggal dengan wujudnya.

Belajar Tenaga Dalam Spiritual Bali

Belajar Tenaga Dalam Spiritual Bali

melanjutkan artikel terdahulu yang bertajuk "Belajar Tenaga Dalam Asli Bali" yang mungkin dapat dikatakan sebagai level atau tingkat dasar dari sekian banyak ilmu spiritual asli bali, berikut ini tyang bermaksud membagikan pemahaman pribadi tyang tentang pengenalan diri manusia, dimana dalam sastra bali lebih dikenal sebagai ajaran Kanda Pat atau sering juga disebut tutur catur sanak. Tetapi untuk mempelajari ajaran ini hendaknya para semeton HARUS mawinten saraswati dulu, agar ilmu yang akan dipelajari ini bisa meresap (midep ring hati) dan dapat tuntunan beliau serta tidak kena raja panulah dari beliau.

sebelum lebih jauh membahas Belajar Tenaga Dalam Spiritual Bali dalam hal ini tentang Ajaran Kanda Pat atau catur sanak, lebih dahulu tyang akan memberikan dasar sastra, kenapa ajaran spiritual ini menjadi kuat dalam keyakinan agama hindu bali atau gama tirta di Bali, dimana dalam keyakinan gama tirtha, manusia sejatinya berwujud 3 yakni bhuta, manusa dan dewa.
nah pertanyaannya..
kapan manusia itu disebut bhuta? 
kapan manusia itu disebut manusa/jatma? 
kapan manusia itu disebut dewa? 
manusia disebut bhuta biasanya pada saat manusia dikuasai oleh sifat tamas, yang selalu agresif, egois, mengutamakan kepentingan pribadinya saja, serta sifat-sifat keraksasan yang telah dipaparkan dalam agama. tetapi apabila sifat bhuta ini dapat dikuasai, maka sosok manusia akan disebut rajabhuta yaitu penguasa bhuta-kala yang sering digunakan dalam hal ilmu kawisesan, baik ilmu pengleakan, maupun ilmu lainnya yang bersifat agresif dan digunakan untuk menyerang musuhnya.