Google+
Tampilkan postingan dengan label Pura Penataran Agung Besakih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pura Penataran Agung Besakih. Tampilkan semua postingan

Pura Agung Besakih Awalnya, Penamaman "Pancadatu" Hindari Petaka

Pura Agung Besakih Awalnya, Penamaman "Pancadatu" Hindari Petaka

Pada Purnama Kadasa, di Pura Agung Besakih diselenggarakan piodalan atau upacara Betara Turun Kabeh yang berlangsung (nyejer) selama sebelas hari. Masyarakat umat Hindu berduyun-duyun pedek tangkil silih berganti ke Pura terbesar di Bali yang dibangun di barat daya lambung Gunung Agung itu.
Apa saja yang bisa disimak dari Pura Agung Besakih?
Makna apa yang kira-kira bisa didapat dari ungkapan arsitekturnya?
PURA Agung Besakih berlokasi di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Mungkin sudah ribuan cerita pernah diungkap dan ditulis tentang keagungan pura terbesar di Bali ini. Namun sampai kini belum ditemui data pasti mengenai kapan pura ini pertama kali didirikan. Informasi berupa data yang bernilai historis maupun prasasti-prasasti yang diperoleh hanya sebatas wujud pengembangan puranya. Hanya sekilas, konon ada dimuat dalam lontar "Markandya Pura", mengisahkan kedatangan Rsi Markandya bersama para pengikutnya dari Jawa Timur ke pulau Bali. Namun ada sumber lain yang menyebutkan bahwa Rsi Markandya datang ke Bali sekitar abad ke-8.

Pura Pedharman Pasek di Besakih

Daivadyantamtadiheta Pitradyantamna tad bhavet.
Pitradyantamtvihhamanah Ksipram nasyati sanvayah.
(Manawa Dharmasastra.III.205).
Maksudnya: Hendaknya seseorang itu melakukan upacara Sraddha terlebih dahulu dan berakhir dengan pemujaan para Dewa. Hendaknya jangan berakhir dengan pemujaan leluhur. Karena pemujaan yang hanya berhenti pada pemujaan leluhur akan cepat hancur bersama keturunannya. 

keterangan:

  1. Bale Piasan
  2. Bale Sakulu (Saka-8)
  3. Bale Menjangan Saluwang Linggih Mpu Kuturan
  4. Bale Pelinggih
  5. Meru Tumpang-7 Linggih Mpu Semeru
  6. Meru Tumpang-3 Linggih Mpu Gni Jaya
  7. Bale Pepelik
  8. Bale Pelinggih Sari
  9. Bale Pengaruman
  10. Bale Lempeh
  11. Bale Panjang

Bhisama Pande 1

Tentang Pura Besakih dan Pura Penataran Pande di Besakih



Bhisama pertama, berupa bhisama agar Warga Pande tidak lupa menyungsung Pura Besakih dan Pura Penataran Pande di Besakih. Bhisama ini dipesankan dengan tegas oleh Mpu Siwa Saguna kepada Brahmana Dwala di Pura Bukit Indrakila sebagai berikut : ”Mangke hiyun ira turun ing Besaki. Didine ane Penataran Pande. Kita aywa lupa bakti ring kawitan ring Besakih”. (Sekarang kupesankan kepadamu, pergilah engkau ke Besakih. Disana ada Penataran Pande. Jangan lupa sujud bakti kepada kawitanmu di Besakih).

Apa akibatnya kalau Warga pande lupa nyungsung Ida Betara Kawitan yang berstana di Pura Ida Ratu Bagus Pande di Besakih ? marilah kita resapkan dan camkan Bhisama Mpu Siwa Saguna kepada Brahmana Dwala berikut : ”Warahakena katekeng mahagotranta, ri wekas inget-inget aja lali. Yan kita lipya ngaturanga panganjali ring Bhatara Kawitan, tan wun kita kabajrawisa de paduka Bhatara, sugih gawe kurang pangan”. (sebarluaskanlah kepada keluarga besarmu, sampai keturunanmu dikemudian hari kelak. Ingatlah selalu, jangan sampai lupa. Kalau engkau sampai lupa menyembah (nyungsung) Bhatara Kawitan, engkau akan disalahkan oleh Ida Bhatara. Kedati usahamu sukses engkau akan selalu kekurangan pangan).

Warga pande harus menyadari bahwa Pura Penataran Ida Ratu Bagus Pande di Besakih memang mempunyai kaitan yang sangat erat dengan Pura Besakih. Gelar abhiseka Ida Bhatara di Penataran Pande di Besakih justru diketemukan dalam Raja Purana Pura Besakih dan di dalam Babad Dalem Tarukan.