Google+

Sabtu, 13 Maret 2010

Trisandya - mantra wajib bagi umat Hindu Bali

Trisandya - mantra wajib bagi umat Hindu Bali


Marilah kita memuja Tuhan, Ida Hyang Widhi WaƧa
Pemujaan kepada Tuhan dapat dilaksanakan dengan banyak cara. Salah satu di antaranya ialah dengan bersembahyang tiap hari. Kita yang beragama Hindu bersembahyang tiga kali sehari, pagi, siang dan malam hari. Sembahyang demikian disebut sembahyang Trisandhya. Mantram yang dipakaipun disebut mantram Trisandhya.

Mantram ini ditulis dalam bahasa Sansekerta, bahasa orang Hindu jaman dahulu. Kita boleh bersembahyang dengan duduk bersila, duduk bersimpuh atau berdiri tegak sesuai dengan tempat yang tersedia. Sikap duduk bersila disebut padmasana. Sikap duduk bersimpuh disebut bajrasana dan yang berdiri disebut padasana.

Setelah sikap badan itu baik, dilanjutkan dengan pranayama. Pranayama artinya mengatur jalannya nafas. Gunanya: untuk menenangkan pikiran dan mendiamkan badan mengikuti jalannya pikiran, bila pikiran dan badan sudah tenang maka barulah mulai bersembahyang.


Sikap tangan waktu bersernbahyang disebut sikap amusti. Mata memandang ujung hidung dan pikiran ditujukan kepada Sanghyang Widhi. Dalam keadaan seperti itu, sabda, bayu, idep harus dalam keadaan seimbang.

Duduk dengan tenang. Lakukan Pranayama dan setelah suasananya tenang ucapkan mantram ini:
Om Prasada Sthiti Sarira Siwa Suci Nirmalaya Namah Swaha 
Artinya:
Ya Tuhan, dalam wujud Hyang Siwa, hamba-Mu telah duduk tenang, suci, dan tiada noda.

Kalau tersedia air bersihkan tangan pakai air. Kalau tidak ada ambil bunga dan gosokkan pada kedua tangan. Lalu telapak tangan kanan ditengadahkan di atas tangan kiri dan ucapkan mantram:
Om Suddha Mam Swaha
Artinya:
Ya Tuhan, bersihkanlah tangan hamba (bisa juga pengertiannya untuk membersihkan tangan kanan).

Lalu, posisi tangan dibalik. Kini tangan kiri ditengadahkan di atas tangan kanan dan ucapkan mantram:
Om Ati Suddha Mam Swaha
Artinya:
Ya Tuhan, lebih dibersihkan lagi tangan hamba (bisa juga pengertiannya untuk membersihkan tangan kiri).

Kalau tersedia air (maksudnya air dari rumah, bukan tirtha), lebih baik berkumur sambil mengucapkan mantram di dalam hati:
Om Ang Waktra Parisuddmam Swaha
atau lebih pendek:
Om Waktra Suddhaya Namah
Artinya:
Ya, Tuhan sucikanlah mulut hamba.

Jika tersedia dupa, peganglah dupa yang sudah dinyalakan itu dengan sikap amusti, yakni tangan dicakupkan, kedua ibujari menjepit pangkal dupa yang ditekan oleh telunjuk tangan kanan, dan ucapkan mantra:
Om Am Dupa Dipastraya Nama Swaha
Artinya:
Ya, Tuhan/Brahma tajamkanlah nyala dupa hamba sehingga sucilah sudah hamba seperti sinar-Mu.

atau bila memegang dupa pasupati Ganda Siddhi, ucapkan mantra:
Om Ang Dupa Gandasiddhi ya namah
Artinya:
Ya Tuhan, melalui semerbak harum kemujisatan ini, tajamkanlah pikiran hamba sehingga doa hamba dapat memujamu-Mu.

Setelah itu lakukanlah puja Trisandya. Jika memuja sendirian dan tidak hafal seluruh puja yang banyaknya enam bait itu, ucapkanlah mantram yang pertama saja (Mantram Gayatri) tetapi diulang sebanyak tiga kali.

Mantram Trisandhya

OM, OM,OM
BHUR BHUWAH SWAH,
TAT SAWITUR WARENYAM,
BHARGO DEWASYA DHIMAHI,
DHIYO YO NAH PRACHODAYAT,

OM NARAYANAD EWEDAM SARWAM,
YAD BHUTAM YASCA BHAWYAM,
NISKALO NIRlANO NIRWIKALPO,
NlRAKSATAH SUDDHO DEWO EKO,
NARAYANA NADWITYO ASTI KASCIT.

OM TWAM SIWAH TWAM MAHADEWAH,
ISWARAH PARAMESWARA,
BRAHMA WISNUSCA RUDRASCA,
PURUSAH PARIKIRTITAH,

OM PAPO'HAM PAPAKARMAHAM ,
PAPATMA PAPASAMBHAWAH,
TRAHI MAM PUNDARIKAKSAH,
SABAHYABHYANTARA SUCIH.

OM KSAMA SWAMAM MAHADEWA,
SARWAPRANI HITANGKARAH,
MAM MOCCA SARWAPAPEBHYAH,
PALAYASWA SADASIWA.

OM KSANTAWYA KAYIKA DOSAH.
KSANTAWYO WACIKA MAMA,
KSANTAWYA MANASA DOSAH,
TAT PRAMADAT KSAMASWA MAM.

OM SANTI, SANTI, SANTI OM

Arti terjemahannya Trisandya:

Ya Hyang Widhi yang menguasai ketiga dunia ini,
Yang maha suci dan sumber segala kehidupan,
sumber segala cahaya,
semoga limpahkan pada budi nurani kami penerangan sinar cahayaMu yang maha suci.

Ya Hyang Widhi, darimulah segala yang sudah ada dan yang akan ada di alam ini berasal dan kembali nantinya.
Engkau adaIah gaib, tiada berwujud, di atas segala kebingungan, tak termusnahkan.
Engkau adalah maha cemerlang, maha suci, maha esa dan tiada duanya.

Engkau disebut Siwa, Mahadewa, Iswara, Parameswara, Brahma dan Wisnu dan juga Rudra.
Engkau adalah asal mula dari segala yang ada.

Oh Hyang Widhi Wasa, hamba ini papa,
jiwa hamba papa dan kelahiran hambapun papa,
perbuatan hamba papa,

Ya Hyang Widhi, selamatkanlah hamba dari segala kenistaan ini, dapatlah disucikan lahir dan batin hamba.
Ampunilah hamba. oh Hyang Widhi, penyelamat segala makhluk.
Lepaskanlah , kiranya hamba dari segala kepapaan ini dan tuntunlah hamba, selamatkan dan lindungilah hamba oh Hyang Widhi Wasa.

Oh Hyang Widhi Wasa, ampunilah segala dosa hamba, ampunilah dosa dari ucapan hamba dan
ampunilah pula dosa dari pikiran hamba.
Ampunilah hamba atas segaIa kelalaian hamba itu.

Semoga damai dihati, damai didunia, damai selalu.


Uraian dan Arti Kata-kata dalam Tri Sandhya

  • Tri=tiga
  • Sandhya=sembahyang

  • Om=suku kata suci, lambang Sang Hyang Widhi
  • Bhur=bumi
  • Bhuvah=langit
  • Svah=sorga
  • Tat=itu
  • Savituh=savita
  • Varenyam=Tuhan
  • Bhargah=cemerlang
  • Devasya=Dewa: Tuhan
  • Dhimahi=marilah kita memusatkan pikiran
  • Dhiyah=pikiran
  • Yah=ia
  • Nah=kita
  • Prachodayat=semangat

  • Narayanah=Tuhan
  • Eva=hanya
  • Idam=ini
  • Sarva=semua
  • Yat=yang
  • Bhutam=yang telah ada
  • Yad=yang
  • Bhavyam=yang akan ada
  • Niskalankah=bebas dari noda
  • Niranjanah=bebas dari kotoran
  • Nirvikalpah=perubahan
  • Nirakhyatah=digambarkan
  • Suddah=suci
  • Devah=Dewa; Tuhan
  • Ekah=satu
  • Na=tidak
  • Dvitiyah=kedua
  • Asti=ada
  • Kascit=yang lain

  • Tvam=engkau
  • Sivah=Siwa; yang pengasih dan penyayang
  • Mahadevah=Mahadewa; Dewa yang Agung
  • Isvarah=Iswara; yang kuasa
  • Paramesvarah=penguasa yang tertinggi
  • Brahma=Brahma; yang mencipta
  • Visnuh=Wisnu; yang bekerja
  • Ca=dan
  • Rudrah=Rudra; yang mempralina
  • Purusah=purusa; jiwa alam semesta
  • Parikirtitah=dipanggil
  • Parikirtita=dipanggil

  • Papah=papa
  • Aham=hamba
  • Papakarma=perbuatan papa
  • Papatma=jiwa papa
  • Papasambhavah=kelahiran papa
  • Trahi=hendaknya engkau
  • Mam=lindungi hamba
  • Pundarikasa=yang bermata
  • tun-sabahya-bhyantarah=luar dalam lahir batin
  • sucih=suci; bersih

  • ksamasva=hendaknya engkau ampuni
  • mahadewa=Mahadewa
  • sarvaprani-hitankara=yang membuat kebahagiaan semua makhluk
  • moca=hendaknya engkau bebaskan
  • sarvapapebhyah=semua dosa
  • palayasva=hendaknya engkau lindungi
  • sadasiva=Siwa yang kekal; Tuhan

  • ksantavyah=hendaknya supaya diampuni
  • ksantavya=hendaknya supaya diampuni
  • kayikah=anggota badan
  • dosah=dosa
  • vacikah=kata-kata
  • mama=hamba
  • manasah=pikiran
  • pramadat=kelalaian
  • Santih=damai

2 komentar:

  1. salam kenal nggh,becik niki postingannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. om swastiastu..
      suksema atas kunjungannya.. salam knal mewali..

      Hapus