Google+
Tampilkan postingan dengan label kramaning sembah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kramaning sembah. Tampilkan semua postingan

Cara Sembahyang Gama Bali

Cara Sembahyang Gama Bali

Dalam setiap pemujaan hendaknya kita memahami tata cara yang ditetapkan, agar apa yang menjadi keinginan kita, dapat tercapai secara maksimal. Namun apa yang akan disampaikan dibawah ini sangat rahasia sekali sifatnya. Untuk itu kami sampaikan kepada semua pembaca agar berhati-hati menggunkan ajaran yang rahasia ini. Semasih kita ingin melakukan permohonan, keselamatan diri dan keluarga semuanya urut-urutannya adalah :
  • Sebutkan satu persatu
  • Mohon hadir ditempat kita melakukan pemujaan (masing-masing pelinggih)
  • Setelah kita anggap hadir semuanya, lalu kita suguhkan dengan diawali rasa bhakti sesuai dengan sesajian yang kita haturkan
  • Mohon apa yang kita inginkan
  • Sebutkan semuanya dan dipersilahkan kembali ke kahyangannya masing-masing.

Makna Filosofis Gerak dan Sikap Sembahyang Orang Bali Hindu

Makna Filosofis Gerak Sembahyang Orang Bali Hindu

banyak pertanyaan tentang mantra sembahyang (muspa) dan banyak pula yang belajar bagaimana tata cara sembahyang, tetapi sangat jarang ada yang membahas, kenapa sikap sembahyang orang bali seperti itu? apa makna filosofis dari gerak sembahyang orang bali khususnya yang beragama hindu tersebut.
lewat artikel ini, saya akan mencoba membahas tentang Makna Filosofis Gerak dan Sikap Sembahyang Orang Bali Hindu, agar para pembaca terutama semeton Hindu Bali mengerti dan memahami, kenapa sikap muspa dalam panca sembah yang kita geluti saat ini menggunakan sikap-sikap tertentu itu,
jadi pertanyaan awam yang umum harus kita ketahui:
  • kenapa sembahyang harus bersila untuk lelaki dan mesimpuh untuk yang wanita?
  • kenapa harus mencakupkan tangan?
  • kenapa harus melakukan pranayama?
nah, itu pertanyaan pertanyaan umum yang akan dibahas di artikel ini.
saya kira setiap orang hindu akan mengetahui, bahwa cara mendekatkan diri dengan tuhan adalah dengan menjalankan YOGA, yang diturunkan menjadi "Catur Marga Yoga". catur marga yoga itu sendiri adalah pilihan cara mencari dan mendekatkan diri dengan Tuhan, lebih lanjut baca: Catur Marga Yoga.
nah, dari catur marga yoga inilah diturunkan menjadi sikap sembahyang yang digunakan oleh orang bali sampai saat ini. ada 2 poin yang diambil dari aturan umum Yoga, yang digunakan dalam tehnik persembahyangan (muspa) dibali, yaitu:
  • Asana (sikap)
  • Pranayama (pernafasan)
dari aturan tersebut tercermin bahwa Sembahyang (muspa) merupakan salah satu tehnik meditasi yang dikembangkan di daerah Bali. Tentang meditasi, kitab svetasvantara Upanisad, menyatakan:

Mantra Muspa atau Sembahyang

Mantra Muspa atau sembahyang

setelah lama menulis, ternyata ada banyak pertanyaan tentang
"mantra untuk muspa" itu yang bagaimana...?
apakah mantra saat muspa diluar rumah dengan di dalam dirumah itu beda?

untuk itu, melalui blog cakepane ini, saya kembali mengulas tentang Mantra Muspa atau Sembahyang.
kalau diteliti dari awal dibuatnya blog tentang budaya bali cakepane ini, penulis telah beberapakali memposting tentang mantra muspa atau sembahyang ini, yaitu dengan judul Kramaning Sembah

tetapi, untuk mengisi dahaga para pembaca setia cakepane ini, saya kembali bagikan mantra-mantra yang digunakan saat muspa dirumah saja, sedangkan untuk muspa diluar rumah baik di pura maupun tempat lainnya, silahkan baca artikel saya di atas.

dilihat dari etimologi, asal kata "muspa" berasal dari kata "puspa" yang artinya sekar, kembang, bunga. jadi maksud dari kata "muspa" ini adalah sembahyang dengan menggunakan sarana sekar/kembang, yang dalam kesehariannya juga dikenal dengan istilah mabakti.
mabakti sendiri asal katanya adalah "bakti", yang menunjukan maksud dengan kesungguhan hati mengabdi dengan cinta kasih mendekatkan diri, tunduk kehadapanNYA.

muspa atau mabakti ini dilakukan dengan jalan 5 tahap, sehingga dapat juga disebut dengan "panca sembah". diantaranya:

  1. sembah puyung "tanpa bunga" yang ditujukan kehadapan Tuhan YME sebagai Sang Hyang Paratma.
  2. sembah dengan bunga yang ditujukan kehadapan Tuhan YME yang dimanifestasikan sebagai Dewa Surya, sebagai saksi setiap kejadian di dunia ini.
  3. sembah dengan bunga/kawangen, yang ditujukan kehadapan Tuhan YME dalam manifestasinya sebagai Dewata Utama yang dijadikan tujuan utama sembahyang. misalnya kalau dirumah kehadapan bhetara hyang guru/kawitan (yang memiliki kemulan) atau siwa aditya (yang tidak memiliki kemulan, hanya memiliki sanggah surya/padma sari)
  4. sembah dengan bunga, yang ditujukan kehadapan Tuhan YME dalam manifestasinya sebagai Dewata/dewa samodaya untuk memohon anugrahNYA
  5. sembah puyung, tanpa sarana, yang ditujukan kehadapan Tuhan YME hyang Acintya.

bagi yang ingin mengetahui mantra dan tatacara ritual pamuspan atau mebakti dapat dilaksanakan sebagai berikut:

panca sembah atau kramaning sembah

panca sembah atau kramaning sembah

Sembahyang atau sering juga disebut muspa kramaning sembah merupakan jalan dan salah satu cara Memuja Tuhan bukan menyembah alam ciptaannya. sebelum memulai panca sembah terlebih dahulu ketahuilah apa itu sembahyang yang merupakan salah satu hakekat inti ajaran hindu, kemudian Pedoman dan Persiapan sembahyang,

Sikap Sembahyang dan Kramaning Sembah

  1. Kehadapan Sang Hyang Widhi, cakupan tangan diletakkan di atas dahi hingga ujung jari ada di atas ubun-ubun.
  2. Kehadapan para dewa (dewata), ujung jari-jari tangan di atas, diantara kening. 
  3. Kepada Pitara (roh) Leluhur, ujung jari-jari tangan berada di ujung hidung. 
  4. Kepada sesama manusia, tangan dihulu hati, dengan ujung jari-jari tangan mengarah ke atas.
  5. Kepada para Bhuta, tangan di hulu hati, tetapi ujung jari-jari tangan mengarah kebawah. (Titib, 1997:92).
untuk mantra atau meweda dalam panca sembah silahkan baca di "Sembahyang, kramaning sembah - Memuja Tuhan" yang didahului dengan mantra wajib bagi umat Hindu Bali yaitu Puja trisandya

Pedoman Sembahyang - Persiapan

Pedoman Sembahyang


Persiapan sembahyang

Persiapan sembahyang meliputi persiapan lahir dan persiapan batin. Persiapan lahir meliputi sikap duduk yang baik, pengaturan nafas dan sikap tangan.
Demikian pula persiapan sarana penunjang sembahyang seperti pakaian, bunga dan dupa sedangkan persiapan batin ialah ketenangan dan kesucian pikiran. Langkah-langkah persiapan dan sarana-sarana sembahyang adalah sebagai berikut:

Kupasan Mantra - mantra Tri Sandya

Kupasan Mantra - mantra Tri Sandya

kenapa mantra trisandya begitu penting untuk diucapkan dan dihayati?
inilah secara singkat penjelasan untuk hal tersebut,
semoga bermanfaat....

Mantram Pertama

Puja Trisandhya terdiri atas 6 mantram.
Mantram pertama disebut gayatri mantram, menurut nama iramanya, yaitu gayatri. Irama-irama lain misalnya:
  • anustup
  • tristup
  • canustup
  • pragathah
  • jagati, dan sebagainya
Di dalam Rg Veda III. 62. 10, kata bhur bhuvah svah tidak ada pada mantram ini.
Tambahan bhur bhuvah svah itu terdapat pada Yajur Veda Putih 36. 3.

Sembahyang, kramaning sembah - Memuja Tuhan

Sembahyang atau sering juga disebut muspa kramaning sembah  merupakan jalan dan salah satu cara Memuja Tuhan


salah satu hakekat inti ajaran agama Hindu (sanata dharma) adalah sembahyang. setiap orang yang mengaku beragama, ia pasti melakukan sembahyang karena sembahyang menurut agama bersifat wajib (harus). sembahyang intinya adalah iman atau percaya sehingga semua tingkah laku atau perbuatan, pikiran dan ucapan sebagai perwujudan dalam bentuk "bakti" hakekatnya sumber pada unsur iman (sradha).

menurut kitab Atharwa Weda XI.1.1, unsur iman atau sradha dalam agama hindu meliputi : Satya, Rta, Tapa, Diksa, Brahma dan Yadnya.

dari keenam unsur srada tersebut, dua ajaran trakhir termasuk ajaran sembahyang.
sembahyang terdiri dari dua suku kata, yaitu:
  • Sembah yang artinya "sujud atau sungkem" yang dilakukan dengan cara - cara tertentu dengan tujuan untuk menyampaikan penghormatan, perasaan hati atau pikiran, baik dengan ucapan kata - kata maupun tanpa ucapan (pikiran atau perbuatan).
  • Hyang artinya "yang dihormati atau dimuliakan" sebagai obyek pemujaan, yaitu Tuhan Yang Maha Esa, yang berhak menerima penghormatan menurut kepercayaan itu.
dalam kehidupan sehari - hari, sembahyang kadang sering disebut "muspa, mebakti atau maturan".
  • Muspa, karena dalam persembahyangan itu lazim dilakukan dengan jalan persembahan kembang, bunga (puspa).
  • Mebakti, yang berasal dari kata bakti. dikatakan demikian karena inti sembahyang itu adalah untuk memperlihatkan rasa bakti atau hormat yang setulus - tulusnya, sebagai penyerahan diri kepada yang dihormati atau Tuhan YME.
  • Maturan, artinya menyampaikan persembahan dengan mempersembahkan (menghaturkan) apa saja yang merupakan hasil karya sesuai menurut kemampuan dengan perasaan tulus iklas. intinya adalah perwujudan rasa bakti dan kerelaan untuk beryadnya.

Trisandya - mantra wajib bagi umat Hindu Bali

Trisandya - mantra wajib bagi umat Hindu Bali

Marilah kita memuja Tuhan, Ida Hyang Widhi WaƧa
Pemujaan kepada Tuhan dapat dilaksanakan dengan banyak cara. Salah satu di antaranya ialah dengan bersembahyang tiap hari. Kita yang beragama Hindu bersembahyang tiga kali sehari, pagi, siang dan malam hari. Sembahyang demikian disebut sembahyang Trisandhya. Mantram yang dipakaipun disebut mantram Trisandhya.

Mantram ini ditulis dalam bahasa Sansekerta, bahasa orang Hindu jaman dahulu. Kita boleh bersembahyang dengan duduk bersila, duduk bersimpuh atau berdiri tegak sesuai dengan tempat yang tersedia. Sikap duduk bersila disebut padmasana. Sikap duduk bersimpuh disebut bajrasana dan yang berdiri disebut padasana.

Setelah sikap badan itu baik, dilanjutkan dengan pranayama. Pranayama artinya mengatur jalannya nafas. Gunanya: untuk menenangkan pikiran dan mendiamkan badan mengikuti jalannya pikiran, bila pikiran dan badan sudah tenang maka barulah mulai bersembahyang.