Google+

Jihva Pariksha Pemeriksaan Lidah

Jihva Pariksha  Pemeriksaan Lidah

Lidah atau jihva adalah bagian dan tubuh yang terletak di rongga mulut. Lidah ini terdiri atas otot tetapi tidak ada tulang di dalamnya. Dia mampu bergerak sendiri, tidak seperti lengan atau tungkai yang ada tulangnya. Lidah merupakan salah satu dan panca indera. Berfungsi sebagai alat untuk mengecap, dan juga untuk berbicara. 

Menurut Ayurveda, lidah ini erat sekali kaitannya dengan organ tubuh bagian dalam. Oleh karena organ bagian dalam sulit dilihat dan diperiksa dan luar, maka dengan memeriksa lidah ataü jihva dapat juga membantu menegakkan diagnosis yang tepat. Hal ini dimungkinkan karena prana, elan vital atau energi vital berada serta bergerak pula di seluruh bagian lidah. 

Gerakan prima ini sesuai dengan keadaan organ di bagian dalam tubuh. Perubahan warna, penebalan atau penipisan bagian tertentu dan lidah menunjukkan adanya kelainan atau gangguan pada organ tertentu dalam tubuh. Jika dilihat dan segi bentuk, maka ujung lidah merupakan cerminan keadaan di tubuh bagian atas. Bagian tengah dan pangkal lidah sebagai refleksi tubuh bagian yang lebih di bawahnya. 


Oleh sebab itu, perubahan yang terjadi pada ujung lidah pada umumnya menunjukkan adanya gangguan pada organ tubuh bagian atas, terutama di daerah dada. Makin ke belakang, pada pangkal lidah menandakan adanya gangguan pada organ tubuh bagian bawah atau perut bawah, yakni usus besar dan rektum. Dengan keahlian jihva pariksha atau memeriksa lidah secara seksama disertai pengetahuan yang mendalam tentang perubahan warna dan bentuk lidah serta keterkaitannya dengan organ dalam tubuh, maka para Balian akan dapat mengetahui hal berikut:

  1. Menderita jvara (demam) atau tidak
  2. Peningkatan salah satu unsur tri dosha.
  3. Peningkatan dua atau tiga dan unsur tri dosha.
  4. Dapat disembuhkan atau. tidak penyakit yang sedang dideritanya.

Kenaikan unsur vatta menyebabkan lidah mati rasa dan retak, serta lidah bentuknya seperti daun saka (sayuran). Bila lidah berwarna merah (rakta), merasa seperti terbakar, tertutup daun sedang tumbuh, menandakan. ada kenaikan unsur pitta. Lidah yang berwarna putih (sukia, sita), terasa berat, tebal, amat dingin, diselimuti lapisan tebal, menandakan ada kenaikan unsur kapha. Jika ketiga unsur tri dosha yang meningkat bersamaan, lidah akan berminyak, paridagdha (seperti terbakar), kasar, srastanga (bergaris) dan sphutita (retak yang dalam).

Gangguan yang terjadi pada alat-alat dalam tubuh dapat juga dilihat tanda-tandanya pada lidah. Jika lidah berwarna kuning (pita) ini menandakan ada gangguan pada organ hati yakrt). Gangguan pada jantung (hrdaya) menyebabkan lidah berwarna biru (syama). Kelainan yang terjadi di pinggir kiri-kanan ujung (depan) lidah, menañdakan ada gangguan pada organ paru (pupphusa). Bila di bagian kiri-kanan pangkal (belakang) lidah ada kelainan, suatu tanda ada gangguan pada ginjal (vrkka). Kelainan yang terjadi pada pinggir lidah tetapi letaknya di antara ujung dan pangkal lidah, jika di tepi kanan pertanda ada gangguan pada liati (yakrt), kalau di pinggir kiri menunjukkan ada gangguan pada organ limpa (plihan).

Bila ada seläput yang menutupi permukaan lidah, menunjukkan bahwa alat pencernaan keracunan. Adanya selaput yang menutupi bagian permukaan tengah lidah dan ujung depan ke belakang, tanda ada gangguan berupa penimbunan racun pada organ jantung (hrdaya), lambung (aniasaya) dan usus sampai rektum (pakvasaya). Jika hanya bagian belakang lidah saja yang tertutupi oleh selaput, menandakan ada timbunan racun di usus, besar (sthulantram). Apabila ada lekukan seperti bekas gigi di tepi lidah menunjukkan adanya gangguan pada penyerapan di usus. Jika pada pemeriksaan tampak ada garis yang tajam pada bagian tengah lidah menandakan terjadi gangguan pada tulang belakang. Bila garis ini tampak berkelak-kelok berarti ada kelainan bentuk atau deformitas dari tulang belakang. Dengan pelatihan yang tekun akan menambah kepekaan untuk mengenali setiap perubahan yang terjadi pada lidah sehingga jihva pariksha ini akan sangat bermanfaat dalam membantu menegakkan diagnosis suatu penyakit yang diderita oleh seseorang.

Agar mendapat gambaran lebih jelas tehtang hal ini, lihatlah pada gambar, bgairnana hubungan daerah permukaan lidah yang berubah dan keterkaitannya dengan penyakit yang diderita.

Setiap gangguan yang terjadi pada organ dalam tubuh manusia akan terjadi juga perubahan warna dan/atau sensitivitas pada bagian tertentu dan permukaan lidah. Gangguan organ yang berada di dalam dada, seperti jantung dan paru akan terlihat pada permukaan daerah ujung lidah. Jika terjadi gangguan pada organ yang berada di dalam rongga perut, yakni lambung, usus, hati, pankreas, limpa atau lien, dan ginjal akan tampak adanya perubahan warna dan/atau sensitivitas pada daerah pangkal permukaan lidah. Contohnya, bila terjadi gangguan pada hati, maka pada permukaan lidah sebelah kanan akah tampak terjadi perubahan warna ataü sensitivitas (rasa mengecap berubah). Perubahan warna pada permukaan lidah erat pula kaitannya dengan perubahan unsur tri dosha (kapha, pitta, vata) di dalam tubuh. Warna keputih-putihan pada permukaan lidah menandakan unsur kapha atau cairan di dalám tubuh terganggu keseimbangannya. Jika warna lidah kemerah-merahan atau kuning-kehijauan, berarti ada gangguan pada unsur pitta, yakni gangguan metabolisme. Kalau permukaan lidah berwarna hitam kecoklat-coklatan pertanda ada gangguan pada unsur vata (udara, gas). Lidah yang tampak pucat berarti ada penurunan jumlah dhatu rakta (butir darah merah).WHD No. 454 Nopember 2004.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar