Google+

Ilmu Fisika Astronomi dalam Veda

Ilmu Fisika Astronomi dalam Veda


Rgveda II.72.4

“Aditer dakso ajayata, daksad uaditih pari”.
Artinya : Dari aditi (materi) asalnya daksa (energi) dan dari daksa (energi) asalnya aditi (materi). Ternyata teori yang mencengangkan ini telah tersurat di Veda. E = m.c2 Albert Einstein ternyata bukan hal yang baru dalam ilmu pengetahuan Veda.

Rgveda II,11.20

“Avartayat suryo na cakram”
Matahari berputar seperti sebuah roda pada sumbunya.

Atharwa Weda XII.1.37

“Ya apa sarpam vijamana vimrgvari”
Artinya: Bumi bergerak berotasi dan bertranslasi

Yajur Weda III.6

“Ayam gauh prsnir akramid,asadan mataram purah,pitaram caprayam svah”
Artinya: Bumi yang berbintik-bintik ini ada dan berputar dilangit seperti seorang ibu, ia berjalan mengelilingi matahari sebagai seorang ayah.

Dari sloka tersebut terlihat bahwa selain berotasi atau berputar pada porosnya, bumi juga berevolusi mengelilingi matahari, dari pernyataan ini sangat erat dengan teori heliosentris yang menyatakan bahwa pusat alam semesta adalah matahari. Dan diperjelas lagi oleh kitab Atharwa Weda mengenai pergerakan Bumi. Dalam kitab ini pun juga menjelaskan bahwa bagaimana bumi dapat bertahan di dalam angkasa raya karena gaya tarik-menarik yang lebih superior, ini dalam ilmu fisika telah dijelaskan oleh Newton melalui teori Gravitasi yang sudah dipaparkan di atas.


Atharvaveda XIX.7.1

“Citrani sakam divi rocanani sarisrpani bhuvane javani ”
Semua konstelasi perbintangan yang bercahya ini berputar sangat kencang.

Atharwa Weda VI.106.3

“Suryasya rasmasyah para patanti asumat”
Sinar matahari terpancar dengan dengan kecepatan sangat tinggi. 
Penjelasan : 
kecepatan cahaya matahari adalah 2,99793 x 108 m/ det.

Yajurveda IX :3

“Apam rasam udvayasam surye santam samahitam, apam rasasya yo rasah”
intisari yang paling halus yang membentuk air ada di matahari.
Penjelasan : 
Matahari sesungguhnya adalah bola gas yang berpijar, dengan komponen utama gas hindrogen dan helium.
Hidrogen (H2) dapat bereaksi dengan oksigen (O2) menghasilkan air (H2O). Reaksinya 2H2(g) + O2 (g)a 2 H2O(l).

Atharvaveda XIV.1.2

“Somena aditya balinah”
matahari menghasilkan energi dari soma ( hiderogen). 
Penjelasan : 
Di Matahari secara terus menerus terjadi reaksi fusi ( penggabungan) inti-inti atom hydrogen menjadi inti atom helium. Reaksi tersebut disertai dengan pelepasan energi yang sangat besar.

Yajurveda XVIII.40

“Susunah suryarasmis candrama-gandharvah”
Artinya sinar matahari yang disebut susumna, menerangi bulan.

Regveda II.27.4

“Dharayanta adityaso jagat stha”
Sinar matahari menopang seluruh alam semesta.
Penjelasan : 
Sinar matahari menopang melalui energi radiasi yang dikandungnya.
Sebagai contoh , Bumi menerima supply energi dari matahari sebesar 1,73 x 1017 joule per detik.
Energi sebesar itu hanya seperlima puluh milyar dari seluruh energi yang dipancarkan matahari. Mengingat demikian pentingnya energi matahari , maka matahari disebut sebagai sumber energi pertama dan utama bagi kehidupan di Bumi.

Rig Veda [1.103.2], [1.115.4] dan [5.81.2]:

Efek Gravitasi matahari membuat bumi stabil.

Rig Veda [10.189.1]:

Bulan ini, menjadi satelit bumi, berputar di planet Ibunya (Bumi) dan mengikutinya ber-revolusinya mengitari Matahari, ayah planet yang bercahaya sendiri.

Rig Veda [1.169.9], [1.190.7]:

Bumi berputar dan mengitari Matahari seperti anak sapi mengikuti Induknya.

Rig Veda [1.164.2]:

Garis edar bulat lonjong yang dilalui oleh benda angkasa adalah kekal dan tidak berkurang

Rig Veda [1.164.29]:

perputaran bumi tidak berkurang dan bumi terus berputar pada sumbunya

Sama Veda [121]:

Matahari tidak pernah terbenam ataupun terbit karena bumi yang berotasi

Rig Veda XXX. IV. V :

Bentuk Bumi adalah seperti oblate spheroid (bulat pepat).

Markandeya Purana 54,12 :

Bumi diratakan/dimampatkan di kutub (bulat pepat).

Brahmana Aitareya (3.44) :

“Matahari tidak pernah tenggelam ataupun terbit. Ketika orang berpikir Matahari tenggelam tapi tidaklah demikian. Setelah tiba di penghujung hari, matahari membuat dirinya menghasilkan dua efek yang berlawanan, menghasilkan malam hari untuk apa yang di belahan bawah dan siang hari di belahan lainnya. Setelah sampai di penghujung malam, matahari membuat dirinya menghasilkan dua efek yang berlawanan, menghasilkan siang hari di belahan bawah dan malam hari di belahan lainnya. Pada kenyataannya, Matahari tidak pernah tenggelam.”

Shrimad Bhagwatam :

“Setelah pembentukan planet bumi, Brahma menciptakan atmosfer dalam tujuh kelompok, dari formasi tersebut lautan menjadi ada, dan bentuk kehidupan pertama muncul di planet Bumi. Atmosfer diciptkan untuk melindungi kulit Bumi”

Rig Veda 10.149.1 :

“Matahari mengikat Bumi dan planet-planet lain melalui daya tarik dan menggerakkan di sekitar dirinya bagaikan seorang pelatih memegang kendali kuda dan bergerak mengelilinginya.” (Gravitasi)

Shrimad Bhagwatam 5.23.5 :

Bentuk dari çiçumära memiliki kepala ke bawah dan melingkar tubuhnya. Di ujung ekornya adalah planet dari Dhruva, pada tubuh ekornya adalah planet-planet dari Prajapati dewa, Agni, Indra dan Dharma, dan di dasar ekornya adalah planet-planet dari Dhätä demigods dan Vidhätä. Dimana pinggul mungkin pada çiçumära adalah tujuh orang bijak suci seperti Vasiñöha dan Aìgirä. Tubuh melingkar dari Çiçumära-cakra berubah ke arah sisi kanan, di mana empat belas rasi bintang dari Abhijit untuk Punarvasu berada. Pada sisi kiri adalah empat belas bintang dari Punya untuk Uttaräñäòhä. Jadi tubuhnya yang seimbang karena sisi-sisinya ditempati oleh jumlah yang sama bintang. Di belakang çiçumära adalah kelompok bintang yang dikenal sebagai Ajavéthé, dan di perut adalah seperti sungai Gangga yang mengalir di langit (Milky Way) [Galaksi Bima Sakti].

1 komentar:

  1. salam hangat dari kami ijin informasinya dari kami pengrajin jaket kulit

    BalasHapus