Google+
Tampilkan postingan dengan label Bukti Kebenaran Veda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bukti Kebenaran Veda. Tampilkan semua postingan

Bukti Reinkarnasi Luke Ruehlman

Bukti Reinkarnasi Luke Ruehlman

Bukti Kebenaran Reinkarnasi
banyak umat agama non_hindu masih meragukan Pokok-Pokok Keimanan kita, salah satu yang diragukan adalah adanya "Reinkarnasi". tetapi, inilah kebesaran ajaran kita, Tuhan telah memberikan banyak pencerahan kepada umat manusia melalui Weda yang kemudian bertumpu pada Panca Sradha, serta diberikan kebebasan untuk menjalankan keyakinanya masing-masing lewat Catur Marga Yoga, tetapi masih saja ada perdebatan tentang benih-benih keyakinan yang baru mereka miliki. dan sekarang terbukti akan kebesaran Weda, setelah adanya pembuktian secara saint (baca: Bukti Saint Keberadaan Alam Semesta) baru-baru ini ada berita yang cukup memberi angin segar dimana ada seorang anak yang bisa mengingat masa lalunya. dalam keyakinan hindu disebut sebagai Reinkarnasi atau punarbhawa.

berikut ini beberapa media massa sebagai Bukti Reinkarnasi Luke Ruehlman

Tanda Kehidupan di Planet Mars

Tanda Kehidupan di Planet Mars

dengan adanya penelitian tersebut, semakin bertambah bukti kebenaran Kitab Suci Veda. yang menerangkan tidak hanya tentang kehidupan di bumi, bahkan dilangitpun sudah tertulis dalam Weda. jadi apa yang mesti kita ragukan tentang kebenaran Weda? apakah layak kita menyandingkan kitab suci kita dengan "kitab suci Agama Lain" yang hanya membicarakan kenikmatan di bumi saja, tanpa memberikan pandangan kedepan tentang "Semesta" ini, yang oleh beberapa peneliti, baru ditemukan secuil pengungkapan fakta dari ayat-ayat suci Weda.
masih layakkah berdebat Agama Langit dan Agama Bumi?
bila tiada pembuktian tentang isi langit dan bumi?
Kitab Suci yang hanya sekilas menjelaskan isi bumi, apakah benar wahyu Tuhan Maha Penguasa?

untuk Agama yang mengamalkan sistim Bakti Marga dengan 1 Kiblat, masih relefankah Agama tersebut? yang menjadi pertanyaan, dimana kiblat sembahyang saat kita berada diluar angkasa?
mari kita pikirkan, mana yang lebih teruji kebesarannya dengan penelitian di bumi dan diluar bumi ini.
berikut ini bukti kebenaran dan kehebatan WEDA yang tidak hanya meramalkan masa depan, tetapi memberikan sumbangsih pengetahuan Semesta, yang kitab lain belum bisa mengungkapkannya.
sebelum kita membaca hasil temuan para Ahli Astronomi hebat di jaman sekarang, baiknya kita baca dahulu ayat Weda yang diuji kebenarannya oleh para ahli astronomi dunia, yang notabene beragama Non-Hindu.

Bukti Saint Veda tentang keberadaan Alam Semesta

Bukti Saint Veda tentang keberadaan Alam Semesta

Pustaka Hindu kuno, memperkirakan "Hari Brahma, jangka hidup dari alam semesta kita, menjadi 4.32 milyar tahun. Angka ini dekat dengan perkiraan para astronom kita, yang menghitungnya menjadi sekitar 4.6 milyar tahun."

Dr. Carl Sagan ahli astronomi AS terkenal, di dalam bukunya, Cosmos (1980) menjelaskan: “Agama Hindu adalah satu-satunya agama besar dunia yang mengatakan bahwa Alam Semesta mengalami kelahiran dan kematian tak terukur, tak terbatas. Ia adalah satu-satunya agama di mana skala waktunya sesuai dengan skala waktu kosmologi ilmiah modern. Siklusnya berjalan dari hari siang dan malam biasa kita ke suatu siang dan malam Brahma, 8.64 milyar tahun panjangnya. Lebih panjang dibanding usia Bumi atau Matahari dan sekitar separuh waktu sejak Dentuman Besar (Big Bang). Dan masih ada banyak skala waktu yang lebih panjang.”

Suatu ketika Dr. Carl Sagan, melakukan show di sebuah TV di Amerika. 
Dengan bantuan animasi dan simulasi komputer, Mr. Sagan mempresentasikan semua teori yang dikemukakan oleh Para ahli fisika astronomi saat ini. 
Dijelaskannya tentang panjang gelombang cahaya galaxy yang terus bertambah, alam semesta mengembang, teori Big Bang, efek Dopler, dan sebagainya. Para pemirsa terkejut, ketika menjelang akhir acaranya Mr. Sagan terlihat berada di India, berdiri di depan sebuah Temple Krishna yang telah berusia ribuan tahun. 

Mr. Sagan berkata “Para ilmuwan menemukan semua teori yang telah saya paparkan tadi tahun-tahun akhir ini saja, sedangkan di sini, di India, orang sudah mengetahui informasi itu sejak ribuan tahun yang lalu, dari kitab-kitab Weda…” (Danavir Gosvarni, 2002).

Ilmu Kimia dan Biologi dalam Veda

Ilmu Kimia dan Biologi dalam Veda

Atharvaveda III.13.5

“Agnisomau bibhrati apa it tah”
Air terbentuk dari Agni ( oksigen ) dan soma ( hidrogen)

Rgveda VIII. 72.16

“Adhuksat pipyusim isam urjam, suryasya sapta rasmibhih”
Tumbuh-tumbuhan memperoleh energi dari cahaya matahari. 
Penjelasan : 
Tumbuhan dapat mengubah air dan gas karbondioksida menjadi gula dan gas oksigen dengan adanya zat hijau daun (klorofil) dan bantuan sinar matahari ( sinar biru dan sinar merah). Hal tersebut terjadi melalui proses fotosintesis.

Samaveda 1824

“Tam it samanam vaninas ca virudho-antarvatis ca suvate ca vivaha”
Tumbuh-tumbuhan memancarkan udara vital yang dinamakan samana ( oksigen) secara teratur.
Penjelasannya : 
Oksigen (O2) merupakan hasil samping reaksi fotosintesis yang sangat bermanfaat bagi kehidupan, termasuk untuk pernafasan.

Atharvaveda VIII.7.10

“Ugra ya visa-dhusanih osadhih”
Tumbuh-tumbuhan menghancurkan pengaruh atmosfir yang beracun.

Yajuveda :6.22

“Ma po mo sadhir himsih”
Jangan mencemari air dan jangan menebang pohon.

Yajurveda V.43

“Dyam ma lekhir,anariksam ma himsih”
Jangan mengganggu langit dan mencemari atmosfir.

Ilmu Fisika Astronomi dalam Veda

Ilmu Fisika Astronomi dalam Veda


Rgveda II.72.4

“Aditer dakso ajayata, daksad uaditih pari”.
Artinya : Dari aditi (materi) asalnya daksa (energi) dan dari daksa (energi) asalnya aditi (materi). Ternyata teori yang mencengangkan ini telah tersurat di Veda. E = m.c2 Albert Einstein ternyata bukan hal yang baru dalam ilmu pengetahuan Veda.

Rgveda II,11.20

“Avartayat suryo na cakram”
Matahari berputar seperti sebuah roda pada sumbunya.

Atharwa Weda XII.1.37

“Ya apa sarpam vijamana vimrgvari”
Artinya: Bumi bergerak berotasi dan bertranslasi

Yajur Weda III.6

“Ayam gauh prsnir akramid,asadan mataram purah,pitaram caprayam svah”
Artinya: Bumi yang berbintik-bintik ini ada dan berputar dilangit seperti seorang ibu, ia berjalan mengelilingi matahari sebagai seorang ayah.

Dari sloka tersebut terlihat bahwa selain berotasi atau berputar pada porosnya, bumi juga berevolusi mengelilingi matahari, dari pernyataan ini sangat erat dengan teori heliosentris yang menyatakan bahwa pusat alam semesta adalah matahari. Dan diperjelas lagi oleh kitab Atharwa Weda mengenai pergerakan Bumi. Dalam kitab ini pun juga menjelaskan bahwa bagaimana bumi dapat bertahan di dalam angkasa raya karena gaya tarik-menarik yang lebih superior, ini dalam ilmu fisika telah dijelaskan oleh Newton melalui teori Gravitasi yang sudah dipaparkan di atas.

Bukti Kebenaran Hindu - Alamat Bumi di Semesta Kian Lengkap

Bukti Kebenaran HINDU -  Alamat Bumi di Semesta Kian Lengkap

inilah yang kemarin menjadi berita menarik tentang Kemahakuasaan Tuhan, dimana para peneliti luar angkasa semakin meyakinkan; bahwa selain di bumi masih ada kemungkinan kehidupan diluar sana. dan tentunya, bila ada kehidupan lain, sudah barang tentu ada kecerdasan lain serta kebijakan akan keyakinan spiritual lain diluar sana, seperti halnya Agama yang dianut oleh manusia di bumi ini.

mari kita kupas sedikit tentang Salah Satu Ayat Kitab Bhagawad Gita, yang dengan meyakinkan mengatakan bahwa " selain dibumi, masih ada kehidupan-kehidupan lain disemesta jagat raya ini, yang berada diluar bumi ini".
ini merupakan BUKTI KEBENARAN dari ajaran Sanatana Dharma, yang dikenal sebagai Agama Hindu.
setiap Agama boleh mengklaim kebenaran dalam bumi ini, tapi belum tentu bisa berlaku untuk semua ciptaan Tuhan, yang bukan hanya di bumi saja.

Yanti deva-vrata devanpirt. Yantipirt vratah, bhutani, yanti bhutejya yanti mad-yojino pi man” (Bhagawadgita, IX,25)
Artinya:
Para pemuja Dewata akan pergi kepada Dewa, para pemuja leluhur akan pergi kepada para leluhur, dan yang berkorban pada roh malam pergi kepada roh malam, namun yang yang berkorban kepada-Ku akan kembali kepada-Ku.

tasmai namo bhagavati vasudevaya vidraahi
yan mayaya durjayaya mam vedanti jagat gurun ( Bhagavata-purana 2.5.12 ).
artinya:
Hamba bersujud kepada Personalitas Tertinggi Tuhan Yang Maha Esa (Vasudeva) yang kekuatan tenaga-Nya menghayalkan orang-orang bodoh yang menganggap Aku sebagai penguasa tertinggi.

vedanti tat tatva vidas tatvam yaj jnanam advayam
brahmeti paramatmeti bhagavan iti sabdhyate (Srimad-Bhagavatam 1.2.11)
artinya:
Para rohaniawan yang terpelajar yang mengenal kebenaran mutlak, menjuluki yang mutlak sebagai brahman, paramatma dan bhagavan.

dalam Brahma Samhita Sloka 13, disebutkan bahwa:
Kāranodakaśāyi Vishnu (Mahā Vishnu): Wisnu yang berbaring dalam lautan penyebab dan Beliau menghembuskan banyak alam semesta. Lautan penyebab (Causal Ocean / Lautan Energi) adalah energi eksternal Tuhan. Sesuai dengan teori fisika terkini dimana energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.

Jadi dari setiap “pori-pori” Kāranodakaśāyi Visnu muncullah Garbhodakaśāyī Visnu yang memunculkan sebuah alam semesta. Dari 1 “pori-pori” memunculkan 1 alam semesta yang terdiri dari jutaan galaksi. Garbhodakaśāyī Visnu dan Dewa Brahma ada di tiap-tiap alam semesta.

jadi dalam Veda, Tuhan tidak hanya menciptakan BUMI dan isinya saja,
tetapi Beliau Menciptakan Semesta ini. dan di setiap demesta diciptakan Dewa Brahma (sang Pencipta) yang menciptakan isi semestanya, menciptakan Dewa-dewi, termasuk Dewa Indra Penguasa SURGA dan Dewa Yama penguasa NERAKA di alam Kita (kepercayaan di bumi).

nah bila anda masih berdalih untuk mencapai surga, berarti tuhan anda masih dibawah dewa brahma, yaitu penguasa surga Dewa indra. dan wajar Tuhan anda Dewa Indra agak angkuh, karena dalam Veda, Indra memang dikenal agak sombong sehingga pernah di hukum Oleh Dewa Wisnu.
 untuk lebih jelas, silahkan simak artikel Saint dibawah ini:

Alamat Bumi di Alam Semesta Kian Lengkap

sumber: Koran Kompas, Kolom Iptek, Lingkungan dan kesehatan, kamis 18 September 2014.

Rumah besar Galaksi Bimasakti, yaitu Supergugus Galaksi Laniakea, berhasil didefinisikan awal September lalu. Temuan itu membuat posisi Bumi di jagat raya semakin jelas. Meski demikian, supergugus galaksi yang diperkirakan memiliki 100.000 galaksi dan terbentang sejauh 520 juta tahun cahaya itu tetaplah secuil bagian dari alam semesta.
Galaksi dan Bumi