Google+

Wanita, dibalik keindahan fisik dan Intelektualitas

Wanita, dibalik keindahan fisik dan Intelektualitas

Seiring berputarnya roda waktu dan seiring bergulirnya peristiwa demi peristiwa, banyak sekali terjadi perubahan-perubahan pemikiran. Salah satunya adalah konsep pemahaman tentang peran wanita dalam kehidupan. Wanita merupakan sosok yang tak akan lepas dari sandiwara kehidupan ini. Jika tak ada wanita mungkin tidak ada benih kehidupan. Jika tidak ada wanita mungkin tidak akan pernah ada bunga yang berkembang memperindah kehidupan dan jika tidak ada wanita mungkin juga tidak akan ada pria yang memenuhi penjara atas kasus pelecehan terhadap wanita atau kekerasan dalam rumah tangga. Wah, ternyata begitu besar peran wanita untuk dunia.

Masih ingat sosok R.A. Kartini? 
Pastilah kaum wanita Indonesia ingat. Atas jasa besarnya, wanita Indonesia bisa berlenggang kangkung mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Sejak itu terngianglah kata-kata emansipasi wanita. Emansipasi berarti persamaan derajat dengan pria dalam hal kebebasan menjalani kehidupan, bebas mengenyam pendidikan sampai bebas memilih pasangan hidupnya masing-masing.


Namun, ternyata kebebasan itu pulalah yang akhirnya menjadi alasan wanita muda Indonesia untuk melakukan hal-hal bebas tanpa batas. Bisa diambil contoh, kebebasan wanita mengekspresikan keindahan fisiknya di Gang Dolly yang konon katanya merupakan lokalisasi terbesar di Asia Tenggara dan sekitarnya. Ataupun kebebasan wanita untuk bergaul bebas tanpa aturan. Sajian tari-tarian striptis wanita di tempat hiburan malam dan juga foto-foto artis wanita bugil bertebaran dimana-mana, ataupun kreativitas goyangan-goyangan ngebor, ngecor, ataupun ngelas atau apalah namanya. Belum lagi berdasarkan penelitian bagi pelajar di salah satu kota di Jawa Tengah, disimpulkan bahwa 90% dari pelajar kota itu sudah kehilangan keperawanannya. Yaaa ampuuuun!!!

  • Apakah itu pantas? Yah... Banyak alasan yang sanggup membuat hal yang semestinya tidak pantas menjadi pantas. 
  • Tapi apakah perjuangan Kartini hanya untuk kebebasan semacam itu?
  • Apakah seperti itu ungkapan terima kasih terhadap pejuang kebebasan wanita?
  • Atau, apakah seperti itu akibat dari kerasnya kehidupan ini serta tuntutan ekonomi?

Tunggu dulu...
Masalah menyangkut wanita bukan hanya itu saja. 
Kekerasan rumah tangga, pelecehan terhadap wanita ataupun jual beli wanita masih marak terjadi. Hal tersebut sangat menyudutkan peran wanita. Eitsss... Tapi para wanita jangan berkecil hati dulu. Ternyata dibalik hal-hal negatif diatas banyak sekali sloka-sloka dalam Hindu yang memandang wanita sebagai sosok yang harus dihormati. Salah satunya adalah sloka dalam kitab Manawa Dharmasastra.III.56 : ”Di mana wanita dihormati, di sanalah para Dewa-Dewa merasa senang, tetapi dimana mereka tidak dihormati, tidak ada upacara suci apapun yang akan berpahala.” dan kitab Manawa Dharmasastra.III. 57 :” Di mana wanita hidup dalam kesedihan, keluarga itu akan cepat hancur, tetapi dimana wanita tidak menderita, keluarga itu akan selalu bahagia.”

Sloka-sloka diatas telah menggambarkan betapa terhormatnya posisi wanita dalam kehidupan ini. Namun sayangnya, pada prakteknya pelanggaran-pelanggaran sering terjadi dan sangat mengkhawatirkan serta menjauhkan posisi wanita seperti dalam sloka-sloka tersebut. 
Lalu, sebagai wanita apa yang sebaiknya dilakukan demi memperbaiki citra emansipasi ataupun kebebasan agar tidak terlewat batas?

Dalam Meitri Dewa Bawa (peran seorang ibu) disebutkan bahwa dalam keluarga sejahtera fungsi seorang ibu/wanita adalah sangat dominan, wanitalah yang sangat menentukan sukses tidaknya sebuah rumah tangga. Wanita sebagai pemegang ekonomi keluarga dan wanita juga merupakan guru pertama dari seorang anak yang baru lahir di bumi. Untuk itu pendidikan sangatlah penting bagi wanita. Intelektualitas seorang wanita dapat mempengaruhi seorang anak dikala wanita tersebut berperan sebagai ibu. Anak yang suputra, cerdas dan pandai, sebagian besar dimiliki oleh seorang ibu yang berintelektual serta berwawasan lebih. Intelektual wanita juga mempengaruhi kesuksesan seorang pria dikala wanita berperan sebagai istri. Tidak dapat dipungkiri bahwa kesuksesan suami didapat karena dorongan semangat seorang istri, begitu juga sebaliknya.

Tapi, lain dulu lain sekarang. Perbedaan kepribadian wanita zaman dulu dan sekarang bergantung pada tuntutan zamannya. Pada zaman dahulu saat wanita tidak tercerahkan pada pendidikannya, wanita cukup konsen pada problem domestik. Wanita pada zaman sekarang, dengan pendidikan tinggi menuntut agar aktualisasi diri yang lebih besar mengambil peran. Maka mereka menuntut untuk bekerja di rumah dan di luar rumah. Wanita bisa memilih mana yang membawa keberhasilan dan kebahagian hidup bagi dirinya, keluarganya dan masyarakatnya.

Lalu, bagaimana jika wanita menjadi pemimpin?
Memang beberapa agama menolak keras wanita untuk menjadi pemimpin dengan alasan wanita memiliki derajat dibawah pria. Namun dalam kenyataannya wanita lebih luwes dan sukses menjadi pemimpin serta panutan. Semakin banyak wanita yang menduduki kursi pimpinan. Di bidang pendidikan pun semakin banyak wanita-wanita yang memiliki gelar tertinggi yaitu guru besar, tanpa melupakan kodratnya sebagai seorang istri serta ibu bagi anak-anaknya. Terbukti mereka semua meraih kesuksesan. Hal tersebut membuktikan perkembangan wanita Indonesia sangat pesat dalam kurun waktu 120 tahun, semenjak dikumandangkan emansipasi wanita oleh R.A.Kartini di tahun 1890-an, baik dalam hal positif maupun negatif.

Untuk memperbaiki kehidupan, sebaiknya wanita harus bisa memilah dan memilih mana yang terbaik bagi hidupnya dan masa depannya. Keindahan fisik saja tanpa intelektual dan wawasan luas belum cukup bagi wanita untuk memperoleh masa depan yang indah. Jadikanlah pendidikan sebagai kosmetik terbaik bagi wanita dan jadikan agama sebagai landasan dan pijakan untuk menuntun ke arah yang lebih baik. Bangunlah sekolah-sekolah kecil di hati putra-putrimu jangan bangun lokalisasi dan kemaksiatan di hati mereka.

Tantri (S47-04-36)
Civil Engineering Geotechnical Concentration (Under Graduate Strata 1) Institute Technology Sepuluh Nopember-Surabaya City. buletinwiweka.blogspot.com (2008)
artikel terkait dengan Wanita, dibalik keindahan fisik dan Intelektualitas:
demikianlah sedikit saduran tulisan dari seorang mahasiswi (2008) tentang Wanita, dibalik keindahan fisik dan Intelektualitas. semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar