Google+

Proses Penguasan Ajaran Ghanta Yoga

Proses Penguasan Ajaran Ghanta Yoga

Seorang Grandmaster atau Maha Guru Ghanta Yoga dapat mengantarkan muridnya untuk merasakan seketika aliran energi Guna Sakti di dalam tubuhnya. Segera setelah diinisiasi, seorang murid akan merasakan sensasi rasa, seperti aliran hawa dingin atau panas yang menjalar di seluruh tubuh. Atau berupa energi halus yang merambat dalam tubuh. Setiap orang memiliki respon berbeda-beda terhadap masuknya aliran energi Ghanta Cakra Guna Sakti ke dalam tubuh. Waktu sensasi ini dirasakan, otomatis proses cleansing atau pembersihan jasmani rohani sedang berlangsung.

Selanjutnya, setiap praktisi Ghanta Yoga akan dibimbing secara intensif sampai yang bersangkutan mahir mengendalikan energi yang mengalir di tubuhnya. Selanjutnya, evaluasi kemajuan peserta Ghanta Yoga akan dipantau berdasarkan progress tiap orang. Dengan ketekunan yang sama, seorang praktisi Ghanta Yoga akan memperoleh hasil berbeda. Perbedaan ini disebabkan oleh guna karma atau pengaruh karma dari setiap orang. Karena itulah, bagi yang dipandang sudah cukup layak untuk menguasai teknik Ghanta Yoga dalam tingkatan basic (dasar), selanjutnya akan diberi panduan untuk meningkatkan kualitas penguasaan yoganya. Inilah sebabnya, mengapa dalam Ghanta Yoga diperkenalkan berbagai tingkatan atau level pencapaian. Artinya, level ini dibuat bukanlah untuk akal-akalan membatasi perkembangan individu yang berlatih, karena justru Ghanta Yoga bertujuan mendorong setiap pribadi menjadi maju dan unggul dalam hidupnya secara lahir bathin. Level ini dibuat semata-mata untuk memudahkan evaluasi pencapaian seorang peserta.

Tingkat Basic:
Setelah inisiasi selanjutnya peserta diberi panduan khusus dan selanjutnya tinggal melatih teknik Ghanta Yoga ini di rumah dalam bentuk meditasi yang waktunya tidak ditentukan lamanya. Praktisi dipersilakan mengambil posisi duduk yang nyaman dalam posisi meditasi yang rileks dan luwes. Peserta dipersilakan merasakan getaran energi itu saat latihan dalam batas yang bisa dinikmati. Artinya latihan tersebut hendaklah bisa dinikmati dan tidak dipaksa berapa durasi waktu untuk meditasi. Inilah yang dipelajari pada tingkatan basic (level 1).

Pada level dasar ini, energi Ghanta Cakra Guna Sakti menyentuh semua unsur Guna dalam diri. Di dalam diri ada 25 Guna: Sifat unggul dari zat padat dalam tubuh, sifat unggul dari zat cair dalam tubuh, sifat unggul dari panas dalam tubuh, sifat unggul dari udara dalam tubuh, sifat unggul dari zat ether dalam tubuh, sifat unggul dari rupa, sifat unggul dari bau, sifat unggul dari sentuhan, sifat unggul dari rasa, sifat unggul dari suara, sifat unggul dari penglihatan, sifat unggul dari pendengaran, sifat unggul dari penciuman, sifat unggul dari pengecap, sifat unggul kemaluan, satwam (kebijaksanaan), rajas (agresifitas), tamas (sifat lembam, malas), purusha-Guna citta.

Ilustrasi orang meditasi
Pertama-tama, energi Ghanta Cakra akan menggetarkan dan mengaktifkan semua unsur Guna tersebut, sehingga saat diinisiasi seseorang akan merasakan adanya gelombang hawa panas atau sejuk di tubuhnya. Ada juga yang merasakan seperti adanya energi yang merambat pelan dan halus dan lain-lain sensasi.

Proses cleansing bagi setiap orang akan berbeda-beda, sebab masing-masing orang memiliki gaya hidup berbeda, sehingga timbunan hawa negative dalam semua Guna dalam dirinya tentu juga berbeda. Toksin-toksin dalam sel tubuh sebagai residu dari hasil proses pencernaan. Juga bersumber dari kualitas udara yang dihirup, komposisi jenis makanan yang disantap setiap hari, aktifitas fisik, dan lainnya. Itu adalah faktor-faktor yang menentukan kadar timbunan energi negative dalam tubuhnya. Demikian memori negative sebagai hasil kebiasaan berpikir seseorang perlahan-lahan akan dibersihkan, sehingga praktisi akan merasakan manfaat kesegaran dalam dirinya.

Semua unsur Guna ini haruslah bersih terlebih dahulu, sehingga sifat-sifat unggul dari Guna kemudian dapat menonjol berkembang menjadi kemukjizatan. Semakin sering dilatih dan menjaga kesucian diri, maka perkembangan Guna Sakti pada diri akan semakin memancar.

Bagi yang dinilai sudah cukup masa latihannya di tingkatan basic, ditandai dengan baiknya kualitas Guna Sakti, selanjutnya Grand master akan memberikan teknik tambahan bagi peserta untuk maju ke tingkatan 2, di mana akan diperkenalkan teknik untuk menghimpun dan mengaktifkan energi suci itu menjadi Energi Ghanta Cakra Adi Taksu. Di level 2 ini juga diperlukan inisiasi khusus oleh Grandmaster.

Level 2:
Pada level 2 inilah Grandmaster akan menginisiasi siswa dengan memberi simbol rahasia yang bisa menuntunnya untuk mempertajam dan menjadikan energi Ghanta Cakra Guna Sakti menjadi Ghanta Cakra Adhitaksu. Di level 2, seorang siswa atau praktisi bisa mewujudkan atau mengobjektifkan energi suci itu, sehingga manfaat energi Ghanta Cakra Adhitasksu ini dapat memenuhi keinginan-keinginan yang mulia. Energi yang menuntun seseorang memiliki kemukjizatan, kharismatik, sakti, pengobatan (Adhitaksu) dan sebagainya.

Misalnya;
  • Adhi Taksu Guna Usada, yaitu munculnya kemampuan untuk mengobati, baik untuk diri sendiri dan masyarakat.
  • Adhi Taksu Guna Wibawa, yaitu bangkitnya kharisma diri. Seperti untuk pengobatan diri sendiri dan orang lain.
  • Adhi Taksu Guna Sri Sedana, yaitu kemampuan memunculkan dan mengaktifkan keterampilan bidang usaha.
  • Adhi Taksu Guna Pradnyan, yaitu kemampuan memunculkan dan mengaktifkan pengetahuan dalam diri.
  • Adhi Taksu Guna Semara, adalah munculnya vibrasi yang menyebabkan praktisi dikasihi dan disayangi banyak orang.
  • Adhi Taksu Guna Sri Rejeki (Meningkatkan potensi rejeki),
  • Adi Taksu Guna Gandharwa (Bangkit dan semakin besarnya kemampuan berkesenian),
  • Adi Taksu Guna Prabhu (Potensi sebagai pemimpin semakin kuat).
  • Adi Taksu Guna Pengraksa, yaitu kemampuan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain, termasuk dapat melindungi suatu tempat atau benda dengan kekuatan Guna Sakti. 
  • Dan banyak lagi Guna-Guna sesuai bidang profesi dan bakat setiap orang.
Munculnya kehebatan energi Guna Sakti pada level dua ini diawali dengan kepekaan Panca Indra. 
Misalnya, munculnya kemampuan penglihatan batin (Guna Caksu), kepekaan rasa semakin tajam, ketajaman intuisi dan lainnya.

Setelah berhasil menyelaraskan energi pada level 2 ini, kemampuan khusus seseorang akan muncul.
Misalnya; bagi yang memiliki kecenderungan bakat sebagai pengobat, maka ia akan maju dalam bidang ini, terserah apa sarana yang dia punya. Seorang dokter setelah menguasai energi ini akan menjadi dokter yang jitu, diagnosenya lebih tajam dan bisa mengantarkan pasiennya lebih cepat sembuh (dokter metaksu). Demikian juga bagi pengobat alternative akan ditunjang profesinya itu, sehingga penyaluran energi penyembuh yang ia lakukan bersifat semakin manjur. Begitu pula seorang pengusaha akan memiliki naluri bisnis yang lebih tepat dalam membaca prospek atau peluang. Semua ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas produktifitas seseorang meningkat, sehingga kehadirannya di tengah masyarakat dirasakan semakin berguna oleh banyak orang.

Bila seorang sisya telah dianggap memiliki kualifikasi cukup di level 2 ini, maka Guru akan membimbingnya untuk mempertajam lagi ilmu yoga-nya. Guru mengantar siswanya ke level 3, di mana inisiasi baru yang juga menggunakan simbol rahasia baru sebagai kunci pembuka gerbang energi suci ini.

Level 3:
Ghanta Cakra Asta Guna Sakti.
Pada level 3, pengolahan energi Ghanta Cakra semakin difokuskan. Di sini seseorang yang tekun dalam usaha olah Ghanta Yoga, selain memiliki kekuatan sakti yang semakin hebat, maka ia akan mulai masuk lebih dalam pada hakikat pengenalan Sang Diri (Spiritual).
Di level tiga, 8 unsur Guna aktif semakin tajam. Ada pun 8 aspek Guna Sakti itu, meliputi:
  1. Guna Sakti Pertiwi (padat),
  2. Guna Sakti Apah (Air),
  3. Guna Sakti Teja (panas),
  4. Guna Sakti Bayu (Udara),
  5. Guna Sakti Akasa (ether),
  6. Guna Sakti Matahari,
  7. Guna Sakti Bulan,
  8. Guna Sakti Bintang.
Misalnya di level ini, bagi yang sudah mampu mengendalikan dan menguasai energi ini, maka pada tataran realitas, seseorang mampu menjadi teguh, tidak tenggelam di air, tidak terbakar. Selain hal tersebut praktisi akan mulai mampu melihat jauh tanpa batasan jarak (clairvoyance). Kemampun seperti itu akan muncul dan aktif sepanjang yang bersangkutan tertarik dengan hal-hal semacam itu. Dan setelah ditekuni terus, praktisi dapat menguasai Asta Sakti dan Asta Sidi.

Kendati secara visual energi terobjektifkan ini memunculkan banyak tenaga sakti, tetapi sesungguhnya mulai level 3 inilah sifat energi terkhususkan ini mulai lagi mencari arahnya kembali ke sumbernya (alam keheningan/Tuhan). Energi Cakra Ghanta Guna Sakti mengalir kembali ke (Tuhan), sehingga pada diri manusia secara material menampakkan hal-hal yang di luar kebiasaan, seperti berbagai sidhi dan sakti yang muncul. Asta Sakti dan Asta Sidhi ini adalah langkah awal menuju Ghanta Cakra Dasa Guna Sakti. Kemampuan ini dialami di level 4.

Level 4:
Ghanta Cakra Dasa Guna Sakti
Bagi yang dipandang layak oleh Guru, selanjutnya akan dituntun memasuki level 4, di mana di sini sudah semakin halus sifatnya. Pada level ini mengarah pada spiritual, di mana praktisi akan digiring untuk memiliki kemampuan Dasa Guna Sakti. Dasa Guna Sakti itu adalah kemampuan yang semakin tajam, halus dan mukjizat. diantaranya:
  1. Guna Sakti Pertiwi
  2. Guna Sakti Apah
  3. Guna Sakti Teja
  4. Guna Sakti Bayu
  5. Guna Sakti Akasa
  6. Guna Sakti Rupa
  7. Guna Sakti Gandha (bau)
  8. Guna Sakti Sparsa (sentuhan)
  9. Guna Sakti Rasa
  10. Guna Sakti Sabda.
Wujud real dari bentuk Dasa Guna sakti ini, seperti menyembuhkan dengan satu sentuhan, memberikan kemampuan seseorang tampak tampan, cantik, awet muda, aroma tubuh yang harum, penyembuhan dengan bau, mewujudkan kemukjizatan lewat tatapan mata, kedamaian, yang semuanya menyangkut 10 sakti.

Level 5:
Ghanta Cakra Guna Eswarya
Ini tingkatan yang semakin halus. Bagi yang sampai pada level ini, dia akan menjadi serba berpengetahuan, mampu melihat jauh ke masa depan, dan lain-lain. Juga mampu menjelajah ke lapisan-lapisan kosmis hingga langit ke tujuh. Hakikatnya, pada level ini praktisi Ghanta Yoga sudah semakin menempatkan dirinya sebagai seorang spiritualis, yaitu yang serius mencari kesadaran diri. Karena itulah belajar Ghanta Yoga harus mendapat tuntunan secara teratur dari guru dengan maksud praktisi dapat mencapai tujuannya dengan benar. Bila mana perlu, Guru akan meningkatkan level siswa yang menunjukkan kemajuan seperti ini supaya perjalanannya semakin sempurna. Seorang siswa yang baik, bukanlah yang belajar sendiri kemudian lebih mengembangkan kesenangan untuk menikmati sensasi-sensasi kesaktian semata. Karena Guru Ghanta Yoga memiliki misi spiritual untuk menuntun praktisi Ghanta Yoga menjadi insan yang berguna di alam nyata dan memiliki kualitas spiritual yang baik. Karena itu setiap siswa senantiasa akan dituntun hingga yang bersangkutan dapat bertumbuh dengan baik.

Level 6:
Ghanta Cakra Sri Maha Dibya Guna (sang penguasa guna)
Bagi siapa saja yang berhasil menembus hingga level 6 ini, maka dia akan mengalami suatu keadaan mampu menguasai dan mengendalikan Guna dalam dirinya, dan juga mampu membangkitkan guna orang lain. Bilamana seseorang sudah mampu meletakkan aspek Guna di bawah kendalinya, maka orang tersebut sudah berhasil memahami hakikat jati dirinya. Orang seperti ini dikatakan yang memiliki kesadaran diri, sehingga mampu memahami hakikat hidup ini secara menyeluruh. Memahami apa makna kelahiran ini dan memiliki visi tentang arah tujuannya di masa datang. Bila yoga ini terus disempurnakan, maka ia akan sampai di tujuan akhir dari seluruh proses penciptaan ini.

Level 7:
Panunggalan/ Penyatuan
Ini adalah level terakhir dalam Ghanta Yoga, di mana seseorang dalam tingkatan ini akan mampu menyatukan semua Guna Sakti ke dalam sumbernya. Hal ini sama maknanya sang yogi sudah mampu menunggal dengan sumbernya (Tuhan). Karena itu, ia akan mengalami ananda (kebahagian) yang abadi, kesadaran tinggi tentang sebuah hakekat hidup dan kehidupan, hakekat Tuhan dan ciptaanNya, sehingga mampu melepaskan diri dari belenggu ikatan duniawi dan samsara serta perputaran kehidupan (punarbawa).

Kalau digambarkan proses penyatuan penunggalan dan peleburan kepada Yang Maha Agung atau Yang Maha Suci, maka proses ini bagaikan seekor laba-laba yang menarik sarangnya ke dalam dirinya. Sesungguhnya, laba-laba adalah sumber dari rajutan benang sarang yang nampak rumit itu. Sarang itulah ibarat keseluruhan aspek Guna dalam hidup seseorang yang menjelma dalam wujud berbagai sifat dan fungsi(guna). Itulah seseorang yang sudah mencapai level 7 ini, dia akan mampu mengendalikan dan mengembalikan semua guna sakti dalam dirinya, akhirnya menyatu dan manunggal dengan Pencipta.

1 komentar: