Google+

Gusti Agung Made Alangkajeng - Raja II Mengwi

Gusti Agung Made Alangkajeng - Raja II Mengwi

I Gusti Agung Putu setelah tua digantikan oleh puteranya yang terkemuka, yaitu:

  • I Gusti Agung Made Alangkajeng. 

Putera – putera yang lain, yaitu:

  • I Gusti Agung Panji, 
  • I Gusti Ketut Buleleng, 
  • I Gusti Agung Made Kamasan, 
  • I Gusti Agung Nyoman Alangkajeng, dan lain – lain, yang kesemuanya diberikan tempat dan rakyat. 

Sedianya I Gusti Agung Panji akan menggantikan ayahnya, namun beliau wafat di desa yang kemudian disebut Padekdekan.
I Gusti Agung Nyoman Alangkajeng pindah ke desa Munggu mendirikan istana Puri Munggu.

I Gusti Agung Made Alangkajeng menjadi raja bergelar I Gusti Ngurah Made Agung, atau oleh Dewa Agung Klungkung dipanggil I Gusti Agung Banya, sebab beliau sogol, sering mengucapkan banya (aku, kau). Adiknya I Gusti Agung Nyoman Alangkajeng, disuruh pulang ke Mangha-pura, membangun istana baru di Barat-daya Taman Ayun.

Pada tahun 1750 I Gusti Ngurah Made Agung, memaksa meminta seorang puteri dari Nambangan, yang bernama Ni Gusti Ratu Tegeh, puteri dari Kyai Anglurah Tegeh Kori XI. Puteri ini sudah dijodohkan dengan Kyai Ngurah Jambe Merik, putera Kyai Jambe Pule, sama – sama tinggal di Nambangan (Badung). Penyerahan puteri ini ke Mengwi menyebabkan kemarahan keluarga Jambe beserta rakyat Badung. Keluarga Jambe bersama dukungan sebagian besar rakyat Badung berhasil menjatuhkan kekuasaan Kyai Anglurah Tegeh Kori XI.

Dari isterinya Gusti Luh Patilik, berputera I Gusti Agung Made Agung. Dari puteri Ratu Tegeh ini beliau menurunkan seorang puteri I Gusti Ratu Istri Bongan, yang diperisteri oleh Kyai Anglurah Pemecutan III, menurunkan putera di Puri Kaleran Pemecutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar