Makna Visvarupa: Proyeksi, Bukan Esensi
Wujud Semesta yang Menipu Banyak Orang
Ketika Arjuna melihat Viśvarūpa—wujud semesta Kṛṣṇa dalam Bhagavad Gītā Bab 11—ia terguncang. Semua dewa, makhluk agung, dan waktu pemusnah muncul dalam satu pandangan. Tapi inilah kesalahpahaman besar: mengira bahwa Viśvarūpa adalah wujud asli Tuhan. Padahal, dalam perspektif Vedānta, Viśvarūpa bukanlah esensi Brahman, melainkan proyeksi kesadaran kosmis melalui layar Māyā.
1. Viśvarūpa Adalah Gambaran Totalitas, Bukan Sumber Segalanya
Secara harfiah, Viśva berarti semesta, dan rūpa berarti bentuk. Viśvarūpa adalah bentuk semesta—gambaran semua makhluk dan kekuatan alam. Tapi ini hanya totalitas efek, bukan penyebab utama. Dalam Muṇḍaka Upaniṣad 2.1.1 disebutkan:
"brahmaiva idam viśvamidam variṣṭham"
"Brahman-lah seluruh dunia ini, yang paling utama."
Artinya, yang utama bukan bentuk dunia ini, tapi Brahman yang tak berbentuk yang menopangnya. Viśvarūpa adalah produk final, bukan sumber abadi.
2. Viśvarūpa adalah Proyeksi dari Vāsanā dan Māyā
Wujud Viśvarūpa muncul karena Arjuna memohon melihat ‘kebenaran ilahi’. Tapi apa yang dia lihat adalah tayangan kosmis berdasarkan kapasitas indranya. Ini sesuai dengan prinsip Upaniṣad bahwa kesadaran membentuk realitas sesuai kebiasaan dan kecenderungan batin (vāsanā).
Seperti yang dikatakan dalam Kaṭha Upaniṣad 2.1.1:
"puruṣa eṣa seturvidhṛtiriyam lokānām"
"Sang puruṣa adalah jembatan dan penyangga semesta."
Tapi jembatan itu tidak pernah wujud sebagai bentuk tertentu. Viśvarūpa adalah pantulan, bukan wajah asli. Ia adalah film holografik dalam ruang kesadaran Brahman, bukan Brahman itu sendiri.
3. Arjuna Tidak Menemukan Kedamaian dalam Viśvarūpa
Jika Viśvarūpa adalah hakikat sejati Tuhan, seharusnya Arjuna tercerahkan dan damai. Tapi yang terjadi?
"bhīto ’smi drṣṭvā" – Bhagavad Gītā 11.45
"Aku takut melihat-Mu."
Arjuna tidak tercerahkan, justru gemetar. Ia memohon:
"tenaiva rūpeṇa catur-bhujena" (BG 11.46)
"Tampakkan wujud empat tangan-Mu saja!"
Bahkan bentuk Viśvarūpa membuat Arjuna mundur, bukan maju. Itu karena bentuk ini adalah proyeksi kekuatan (vibhūti), bukan esensi pencerahan (brahma-svarūpa).
4. Sruti: Brahman Tidak Pernah Berwujud
Viśvarūpa tampak menakjubkan, tapi ia terikat oleh rupa, warna, batasan waktu dan ruang. Sedangkan Brahman?
"nirvikalpam anādim ajam" – Māṇḍūkya Upaniṣad 7
"Ia tak terbagi, tanpa awal, tak lahir."
Brahman tidak memiliki bentuk Viśva atau personalitas apapun. Ia senyap, utuh, dan tidak terfragmentasi menjadi dewa-dewa dan sistem semesta. Maka Viśvarūpa adalah tampilan maya dari kebenaran dalam bentuk energi, tapi bukan substansi dari Kebenaran itu sendiri.
5. Proyeksi Kosmis Hanyalah Tahap Pembelajaran
Viśvarūpa punya fungsi penting: menyadarkan Arjuna bahwa semua ini ilahi, tetapi bukan untuk disembah sebagai bentuk final. Ini seperti peta—berguna untuk navigasi, tapi bukan wilayahnya sendiri.
Setelah menyaksikan Viśvarūpa, Arjuna siap mendengar ajñeya tattva—ajaran tentang yang tak bisa dijelaskan:
"avyaktam vyaktim āpannaṃ" – BG 7.24
“Yang tak tampak muncul sebagai yang tampak.”
Tapi jangan keliru: tampaknya bukanlah itu. Brahman tetap tersembunyi di balik semua rupa, termasuk Viśvarūpa.
Viśvarūpa Adalah Proyeksi Sang Ilahi, Bukan Dirinya
Viśvarūpa adalah presentasi kosmik, bukan identitas tertinggi Tuhan. Ia hanyalah pantulan Brahman dalam cermin alam semesta. Jika kita menyembah pantulan, kita tertahan di permukaan. Tapi jika kita menyadari bahwa cermin itu menunjuk ke sesuatu yang melampaui semua bentuk, kita masuk ke inti dari Vedānta.
"na tasya pratima asti" – Yajur Veda 32.3
“Tak ada bentuk bagi-Nya.”
Dengan itu, kita mengerti: Visvarūpa adalah wahyu proyektif, bukan esensi Brahman. Ia adalah peragaan panggung semesta, bukan aktor sejatinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar