Google+

Profil Ketut Darsana (Ketut Genduk): Pengrajin dan Dalang Wayang Kulit dari Banjar Babakan, Sukawati

Profil Ketut Darsana (Ketut Genduk): Pengrajin dan Dalang Wayang Kulit dari Banjar Babakan, Sukawati

Pengerajin Wayang Kulit Bali

Di jantung Desa Sukawati, Gianyar—wilayah yang sejak lama dikenal sebagai pusat seni pewayangan Bali—hidup seorang pengerajin dan dalang wayang kulit yang namanya pelan-pelan menanjak di kalangan seniman dan peminat ritual: Ketut Darsana, yang akrab dipanggil Ketut Genduk. Ia berasal dari Banjar Babakan, Desa Sukawati, sebuah lingkungan yang sejak dulu dihuni banyak seniman ukir, pelukis, dan dalang.

Rumahnya berdiri tenang di timur SMPN 1 Sukawati, atau di timur Pura Penataran Dalem Sukawati, tepat di jalur yang setiap hari dilewati warga dan pengunjung pasar seni. Dari halaman rumahnya, sering terdengar bunyi ritmis tatah memahat kulit—suara khas pengerajin wayang Bali.

Pengerajin Wayang Kulit Berkualitas dari Sukawati

Ketut Darsana dikenal sebagai salah satu pengerajin wayang yang tetap setia pada pakem Sukawati:
anatomi tokoh yang proporsional, garis tatahan yang bersih, warna berlapis yang tahan lama, dan bahan kulit yang disamak dengan cara tradisional.

Wayang buatannya sering dipuji dalang karena ringan, lentur digerakkan, dan tetap kokoh, tiga kualitas yang sangat dicari dalam panggung Parwa maupun dramatari. Dengan pengalaman bertahun-tahun, ia memahami benar perbedaan karakter tokoh halus, keras, raksasa, dewa, maupun panasar. Karena itu, karya-karyanya terasa hidup ketika dimainkan di panggung.

Banyak dalang dari Sukawati maupun desa lain datang langsung ke rumahnya untuk memesan tokoh tertentu. Ada yang memesan lengkap satu set paket Parwa, ada pula yang memesan hanya karakter penting seperti Rama, Wibhisana, atau Kumbakarna. Ketut Darsana mengerjakan semuanya dengan cara yang sama: sabar, teliti, dan penuh hormat pada tradisi.

Dalang Wayang Lemah dan Wayang Gledog

Selain sebagai pengerajin, Ketut Darsana juga aktif sebagai dalang upacara. Ia sering memimpin:
Wayang Lemah untuk piodalan, metatah, melaspas, hingga manusa yadnya lainnya.
Wayang Gledog / Gedog atau pentas malam, baik untuk kebutuhan adat maupun permintaan keluarga.

Pengalamannya sebagai dalang membuatnya memahami fungsi sakral wayang. Dalam ritual, wayang tidak hanya menjadi tontonan, tetapi sarana komunikasi antara buana alit manusia dan buana agung para leluhur. Karena itu, setiap pementasan yang ia lakukan dijalankan dengan disiplin dan rasa tulus.

Kemampuannya memainkan dua peran—pengerajin sekaligus dalang—menjadikannya sosok yang menyeluruh di dunia pewayangan: ia tahu bagaimana membuat wayang yang baik, dan ia tahu bagaimana sebuah wayang harus hidup ketika dipentas.

Akses Mudah bagi Masyarakat yang Membutuhkan Dalang atau Pengerajin Wayang

Bagi masyarakat yang sedang mencari:
pengerajin wayang kulit berkualitas di Sukawati,
tokoh wayang Parwa, Ramayana, atau wayang kreasi,
dalang wayang lemah,
dalang wayang gledog / pentas malam,

nama Ketut Darsana (Ketut Genduk) menjadi rujukan yang tepat. Informasi tentang dirinya mulai bermunculan di blog, kanal YouTube, dan media sosial, tetapi kontak langsung tetap menjadi cara terbaik menghubunginya.

Kontak/WA/HP: Chat WhatsApp: 0895-3946-13112

Di tengah banyaknya produksi wayang instan, kehadiran sosok seperti Ketut Darsana menjadi bukti bahwa seni pewayangan Bali masih hidup dengan cara yang paling murni: melalui tangan-tangan yang tekun, melalui pementasan yang dijalani dengan hati, dan melalui pengabdian seniman lokal yang tak pernah berhenti merawat tradisi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar