Google+
Tampilkan postingan dengan label Arya Karang Buncing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arya Karang Buncing. Tampilkan semua postingan

Lahirnya Kebo Iwa - Arya Karang buncing Ndewasraja Di Pura Pasek Gaduh

Lahirnya Kebo Iwa - Arya Karang buncing medewasraja Di Pura Pasek Gaduh

Pada tahun saka 829 sang jayakaton menjadi patih berkedudukan di desa belah batuh,gianyar. Ia terkenal sangat pandai di dalam melakukan beberapa jenis pekerjaan. Karya besarnya antaralain adalah sebuah candi di desa belahbatuh. Kemudian sang jayakaton menurunkan seorang anak laki-laki bernama Arya Rigih. Selanjutnya arya rigih menurunkan dua anak laki-laki. Yang sulung bernama narottama yang seterusnya ikut kepada sri airlangga ke jawa. Selanjutnya di Bali, arya rigis menurunkan seorang anak laki-laki bernama arya kedi. Kemudian arya kedi menurunkan anak laki-perempuan yang lahir bersamaan, sebab itu dinamakan arya karangbuncing. Anak kembar itu lalu di kawinkan. Setelah cukup lama bersuami istri, tetapi belum menurunkan anak, menyebabkan mereka sedih. Lalu mereka memohon waranugraha ida sang hyang widi wasa dan leluhur pasek gaduh di banjar tengah, desa belahbatuh. Dengan ndewasraya di pura pasek gaduh, mereka mohon kemuran hyang widhi wasa dan leluhur pasek gaduh agar dikaruniai anak. Mereka juga mesesangi, apabila permohonannya berhasil, mereka akan ikut memelihara dan nyungsung pura pasek gaduh di banjar tengah, desa belah batuh, disamping memelihara dan nyungsung di Pura Karangbuncing.

Atas kemurahan Hyang Widhi Wasa dam leluhur pasek gaduh, mereka melahirkan seorang anak laki-laki dan dibernamaa kebo waruga