Google+
Tampilkan postingan dengan label Kala Tattwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kala Tattwa. Tampilkan semua postingan

Makna Filosofis Dalam Kala Tattwa

Makna Filosofis Dalam Kala Tattwa

Pada dasarnya, setiap yadnya sanagt terkait dengan Tattwa Kala, yang dalam hal ini lebih dikenal dengan Bhuta Kala dan setelah disomyakan menjadi Dewa. Karena itu jelas bahwa nilai filsafat yang secara langsung berkaitan dengan agama yang tercermin dalam cerita Tattwa Kala adalah sesuai dengan ajaran agama Hindu yang meliputi Tattwa (Filsafat), Susila (etika), dan upacara (ritual)

Kata tattwa merupakan:
  • istilah filsafat yang didasarkan atas tujuan yang hendak dicapai oleh filsafat itu, yakni suatu kebenaran sejati yang hakiki dan tertinggi.
  • tattwa artinya tutur, cerita, melajahin tattwa utama. Dalam ajaran agama Hindu pandangan tentang kebenaran disebut Tattwa. Kata Tattwa berasal dari bahasa sansekerta yang jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti “kebenaran, kenyataan”.
Lontar-lontar di Bali menyebutkan kata tattwa inilah yang dipakai untuk mengungkapkan kebenaran. Karena segi memandang kebenaran berlainan, maka benarnya sebuah kebenaran itu adalah sesuai dengan bagaimana orang memandangnya, walaupun kebenaran itu hanya ada satu.

Banten Caru Panca Sata dan Rsi Ghana

Banten Caru Panca Sata dan Rsi Ghana


Kekuatan perlindungan dari caru Panca Sata sesuai dengan penjelasan Lontar Kala Tattwa yaitu selama satu tumpek (35 hari)
Perlengkapannya sama dengan caru eka sata namun dibuat 5 tanding dasar caru dimana warna dan jumlah segehan dllnya sesuai dengan pengidernya
Tata cara pengaturannya : 

  1. Pada arah timur laut ditancapkan sanggah pasaksi, dimana hulunya menghadap timur laut. Hias dengan tikar, candiga, gantung-gantungan Letakkan didalam sanggah beberapa banten yaitu; Suci, pejati Letakkan dibawah pada depan sanggah berupa banten Gelar sanga 
  2. Di sebelah barat Sanggah Pasaksi ditancapkan 5 bh sanggah cucuk yang sudah dihias dan dilengkapi dengan tikar kecil. Pada bawah sanggah cucuk digantungkan sujang atau cambeng berisi tetabuhan seperti arak, berem, tuak dan toya anyar Letakkan banten didalam sanggah cucuk antara lain : banten peras, tulung sayut, ajuman/soda