Google+
Tampilkan postingan dengan label Kali Yuga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kali Yuga. Tampilkan semua postingan

tentang Catur Yuga - Perputaran Jaman menurut Weda

tentang Catur Yuga - Perputaran Jaman menurut Weda

Dalam konsep Hindu kita kenal dengan empat jaman yaitu Catur Yuga. Yuga (Dewanagari: युग) atau 1 Mahayuga adalah suatu siklus perkembangan zaman yang terjadi di muka bumi, yang terbagi menjadi empat zaman
Adapun zaman tersebut secara berturut-turut berputar searah jarum jam adalah zaman:
  1. Kerta Yuga atau Satya Yuga, 
  2. Treta Yuga, 
  3. Dwapara Yuga, dan 
  4. Kali Yuga. 
Menurut ajaran Hindu, keempat zaman tersebut membentuk suatu siklus, sama seperti siklus empat musim. Siklus tersebut diawali dengan Satyayuga, menuju Kaliyuga. Setelah Kaliyuga berakhir, dimulailah Satyayuga yang baru. Perubahan zaman dari Satyayuga (zaman keemasan) menuju Kaliyuga (zaman kegelapan) merupakan kenyataan bahwa ajaran kebenaran dan kesadaran sebagai umat beragama lambat laun akan berkurang, seiring bertambahnya umat manusia dan perubahan zaman. Dimana pada akhirnya manusia akan merasa bahwa di suatu masa yang sudah tua, ketika bumi renta, ketika kerusakan moral dan pergeseran budaya sudah bertambah parah, maka sudah saatnya untuk kiamat.

Dewa Siwa menghancurkan Tripurasura

Dewa Siwa menghancurkan Tripurasura

OM Swastiastu,
Dengan memuja nama Tuhan Yang Maha Esa, semoga terwujudkan kedamaian dan kesejahteraan.

Melanjutkan bagian pembahasan tentang Sri Kalki Awatara dan Mahamadha dalam artikel  "Benarkah Nabi Muhammad SAW adalah Kalki Awatara?"
Mari kita menyimak kejadian sebelum Mahamadha hadir dari reinkarnasi Tripurasura dan berhasil bertemu dengan Raja Bhojaraja seperti yang disampaikan dalam Bhawisya Purana, berikut adalah apa yang terjadi sebelumnya seperti apa yang dijelaskan dalam Bhagawata Purana.

Tripusura adalah nama gabungan yang diberikan kepada tiga Asura dalam Purana atau sejarah Agama Hindu yaitu Widyunmali, Tarakaksha dan Wirayawana, yang ketiganya merupakan anak dari Asura Tarakasura. Tarakasura adalah seorang Asura yang berkeinginan menguasai Triloka dan dia meminta ketiga anaknya untuk memohon kekuatan kepada Dewa Brahma untuk mampu mengalahkan Siwa Mahadewa dan kemudian menguasai Triloka. Ketiga Asura tersebut mulai melakukan Tapa Bratha. Selama ratusan tahun mereka melakukan Tapa Bratha dengan berdiri pada satu kaki. Selama ribuan tahun berikutnya mereka hidup di langit dan melakukan Tapa Bratha. Untuk ribuan tahun selanjutnya mereka melakukan Tapa Bratha dengan berdiri menggunakan kepala mereka sebagai tumpuan.