Google+
Tampilkan postingan dengan label Keris Ki Bahan Kawu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keris Ki Bahan Kawu. Tampilkan semua postingan

Para Putra Arya Wayabiya berpindah tempat

Para Putra Arya Wayabiya berpindah tempat

Diceriterakan I Gusti Anglurah Tambaan Kancing Masuwi ketika beristana di Tambaan serta menjadi Anglurah Gelgel, ada putranya bernama:

  • I Gusti Ngurah Tambaan Saguna, 
  • I Gusti Ayu Jembung, 
  • I Gusti Ayu Raka serta 
  • I Gusti Tambaan Laca. 

I Gusti Tambaan Laca menyertai ayahnya di Tegal. 
 I Gusti Ayu Jembung sudah dipertemukan dan dinikahkan dan sudah diupacarai dengan I Gusti Ngurah Arsa Guwi. Tahu-tahu datang utusan sang ratu Taman Bali, meminang I Gusti Ayu Jembung. Utusan itu bernama Padanda Sakti Gde Mawang. 

Tatkala I Gusti Ngurah Tambaan keluar dari puri, dilihat sang pandita di halaman puri sedang memegang tateken beliau dan terlihat keluar api se-kepalan tangan bertingkat satu. Kemudian Ida I Gusti Ngurah Tambaan seraya menghaturkan ucapan selamat datang, juga memegang keris pusaka – pajenengan beliau dan keluar api se-hasta bertingkat 21. Saat itu merasa kalah kesaktian sang pandita dengan I Gusti Ngurah Tambaan. Lalu Ida pandita menyampaikan prihal akan meminang adiknya I Gusti Ayu Jembung akan dipakai isteri oleh I Dewa Taman Bali. 

Ki Pasek Gelgel di Desa Bulihan Membantu I Gusti Ngurah Tambahan

Ki Pasek Gelgel di Desa Bulihan Membantu I Gusti Ngurah Tambahan

Adapun keturunan I Gusti Pasek Gelgel di Banjar Pegatepan Desa Gelgel, yang berkuasa di desa Depaha, Buleleng, kemudian menurunkan Pasek Gelgel di Desa Bulihan, Buleleng. Sebab itu ia dijuluki Pasek Gelgel Bulihan

Pada masa pemerintahan Dalem Gelgel Cri Dhimade yang dinobatkan pada tahun1543 (tahun 1621M), I Gusti Ngurah Tabanan dilantik sebagai anglurah di desa Tambahan, Bangli. I Gusti Ngurah Tambahan mempunyai seorang anak perempuan bernama Ni Gusti Ayu Jembung. Wanita ini sangat termasyur kecamtikannya. Oleh karena itu tak heran jika para Bahudanda di Gelgel jatuh cinta kepada Ni Gusti Ayu Jembung. Namun mereka tidak berani menyatakan niatnya itu kepada I Gusti ngurah Tambahan karena segan dan malu.

Berita tentang kecantikan Ni Gusti Ayu Jembung akhirnya didengar oleh Dalem Gelgel Cri Dhimade. Beliau juga ingin mempersunting Ni Gusti Ayu Jembung. Lalu beliau mengirim utusan untuk menemui I Gusti Ngurah Tambahan dan meminang anaknya. Akan tetapi I Gusti Ngurah Tamabahan secara halus dan diplomatis menolak pinangan Cri Dhimade. Di dalam hatinya I Gusti Ngurah Tambahan berkata bahwa ia tidak bersedia anaknya dipersunting Cri Dhimade, karena beliau memiliki cukup banyak istri.