Google+
Tampilkan postingan dengan label Ki pasung Grigis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ki pasung Grigis. Tampilkan semua postingan

Karang buncing - Sri Indracakru di dalam Piagem Dukuh Gamongan

Karang buncing - Sri Indracakru di dalam Piagem Dukuh Gamongan


Arca Peninggalan Sri Jaya Katong Sebagai ‘Pangulu’ Sri Kebo Iwa,di Stanakan di Pura Puseh, Blahbatuh, Gianyar.
Piagem Dukuh Gamongan, Sri Indracakru Menurunkan Dua Putra, Sri Pasung Grigis dan Sri Jaya Katong

. . . . prasama anuhun sajnya Sri Maha Dewa Lencana, risampun mawerdha pwa sira, metu putra sanunggal, apuspa ta sira Sri Taruna Jaya, risampun tugtug ikang kasmalan, mantuk pwa sira Sri Maha Dewa Lencana maring antralaya, wetning Sri Taruna Jaya rare pwa sira, manggala arinira, Sri Maha Dewa Indracakru anyakradhala, yusaning bumi isakawarsa, Netraning Rsi Nyuryaning Ulan, risapemadegan nira Sri Indracakru, tan madoh lawan kakanira, satru tan wani lumihat, para pandita Siwa Sogata, mwang Bhujangga sutrepti ngastiti Widhi, angaturaken yadnya, anangun tapa Samadhi, maring paryangan nira,

Lahirnya Sang Panca Tirta Bhatara Kawitan

Lahirnya Sang Panca Tirta Bhatara Kawitan

Alkisah Empu Withadarma alias Sri Mahadewa melakukan yoga samadi dengan teguh dan dIsiplin. Dari Kekuatan panca bayu nya lahirlah dua orang anak laki-laki, diantaranya

  • Mpu Bhajrashattwa alias Mpu Wiradharma , dan
  • Mpu Dwijendra alias Mpu Rajakretha.

Mpu Dwijendra kemudian melakukan yoga samadi. Berkat yoga samadinya itu, lahirlah dua orang anak laki-laki;

  • Gagakaking alias Bukbuksah , dan
  • Brahma Wisesa.

Selanjutnya Brahma Wisesa melakukan Yoga Samadi. Dari kekuatan Panca Bayu nya lahir dua anak laki-laki masing-masing bernama

  • Mpu Saguna , dan
  • Mpu Gandring wafat ditikam dengan keris buatannya oleh Ken Arok .

Sedangkan Mpu Saguna , dari yoga samadi nya melahirkan seorang anak laki-laki bernama Ki Lurah Kapandean yang selanjutnya menurunkan wangbang yaitu Pande Wesi,