Google+
Tampilkan postingan dengan label Pasek Tangkas Kori Agung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pasek Tangkas Kori Agung. Tampilkan semua postingan

Babad Bali Keturunan Pasek Tangkas Kori Agung

Babad Bali Keturunan Pasek Tangkas Kori Agung

Pada masa pemerintahan I Dewa Ketut Ngulesir sebagai Dalem Gelgel dengan gelar Cri Smara Kapakisan dinobatkan pada Tahun Caka 1302 (tahun 1380 M) dan memerintah sampai dengan tahun Caka 1382 (tahun 1460 M), I Gusti Tangkas diangkat sebagai Anglurah di Kerthalangu bergelar I Gusti Pangeran Tangkas. Ia mempunyai seorang anak laki-laki bernama I Gusti Tangkas Dhimadya alias I Gusti Keluwung Cakti. Sayang, anaknya ini tidak bisa membaca. Kebodohannya ini berakibat fatal. Pada suatu hari, dalem Gelgel mengirim surat kepada I Gusti Pangeran Tangkas.

Surat itu dibawa oleh seorang yang dinyatakan bersalah. Surat itu isinya antara lain bahwa si pembawa surat harus dihabisi jiwanya oleh I Gusti Pangeran Tangkas. Namun setibanya perutusan dari Gelgel itu di Kerthalangu, I Gusti Ngurah Tangkas tidak ada dirumah karena sedang berpikat (mencari burung). Kemudian surat tersebut diberikan kepada I Gusti Tangkas Dhimadya. Dan si pembawa surat tadi kembali ke Gelgel dan terhindar dari malapetaka. Sebaliknya, I Gusti Tangkas Dhimadya menemui nasib malang. Akibat buta huruf, akhirnyamenjadi korban pembunuhan di tangan ayahnya sendiri. Sebab di dalam surat tersebut disebutkan siapa yang menyerahkan surat supaya dibunuh. Loyalitas I Gusti Pangeran Tangkas terhadap Dalem tampaknya tanpa perhitungan, sampai mengorbankan anaknya tanpa dosa.