Google+
Tampilkan postingan dengan label Proses Penciptaan Alam Semesta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Proses Penciptaan Alam Semesta. Tampilkan semua postingan

Penciptaan Alam Semesta Menurut ABRAMIC

Penciptaan Alam Semesta Menurut ABRAMIC

Penciptaan Alam Semesta Menurut Kristen

Allah menciptakan Langit dan Bumi, Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air, Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang” Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
Allah menjadikan cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air. Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Allah menamai cakrawala itu langit, itulah hari ke dua.
Segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering. Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu laut. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji di bumi, itulah hari ke tiga.
Matahari dan bulan serta bintang-bintang pada hari ke empat,
Semua burung dan hewan laut pada hari ke lima,
Binatang ternak, melata, liar dan laki-laki dan wanita pertama pada hari ke enam
Semua penciptaan diatas berdasarkan kutipan - Kejadian 1, 1-31.

Pada tahun 1951, Paus Pius XII menghubungkan Kata “Jadilah terang” dengan hipotesis Big Bang. Sejak saat itu Big Bang, meledak besar sebagai ‘teori’ asal mula semesta.
Pertanyaan:

Matahari diciptakan pada hari ke-4, bagaimana mungkin ada siang dan malam pada hari pertama jika matahari tercipta belakangan?

Penciptaan Alam Semesta Menurut Agama Hindu dan Perbandingannya dengan Teori Modern

Penciptaan Alam Semesta Menurut Agama Hindu dan Perbandingannya dengan Teori Modern


Photobucket
gambaran Galaksi (semesta)

Penciptaan Alam Semesta Menurut Veda

Dalam Matsya Purana 2.25-30, penciptaan diceritakan terjadi setelah Mahapralaya, leburnya alam semesta, kegelapan di mana-mana. Semuanya dalam keadaan tidur. Tidak ada materi apapun, baik yang bergerak maupun tak bergerak. Lalu Svayambhu, self being, menjelma, yang merupakan bentuk di luar indra. Ia menciptakan air/cairan pertama kali, dan menciptakan bibit penciptaan di dalamnya. Bibit itu tumbuh menjadi telur emas. Lalu Svayambhu memasuki telur itu, dan disebut Visnu karena memasukinya.