Google+
Tampilkan postingan dengan label Pura di Denpasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pura di Denpasar. Tampilkan semua postingan

Tradisi Upacara Pengerebongan (kerauhan) di Pura Petilan Kesiman Denpasar

Tradisi Upacara Pengerebongan (kerauhan) di Pura Petilan Kesiman Denpasar

Pura Petilan terletak lebih kurang 4 km arah timur Kota Denpasar, di wilayah Desa Kesiman dan sangat mudah dijangkau dengan transportasi baik pribadi maupun umum. Pura ini dikenal dengan upacara‘Ngerebong’, suatu tradisi yang melibatkan seluruh penyungsung pura yang mengalami ‘Kerauhan’ dengan menusukkan ‘keris’ ke dadanya sambil mengelilingi wantilan sebanyak tiga kali. Di pagi hari berlangsung ‘tabuh rah’ yang merupakan bagian ritual upacara. 
Piodalan di Pura ini berlangsung setiap 210 hari sekali (6 bulan kalender Bali), yaitu Redite Pon Medangsia, delapan hari setelah hari raya Kuningan.
Bertepatan dengan puncak upacara ratusan masyarakat mengeremuni areal pura. Upacara berlangsung dengan meriah karena upacara sangat unik, khususnya di Kota Denpasar

Pura Taman Sari Kerobokan

Pura Taman Sari Kerobokan

Pura yang satu ini, berlokasi di jalan raya Kerobokan menuju Canggu, adalah pura sungsungan warga Pasek Kayu Selem, tapi prakteknya memberikan berlimpah-limpah berkah bagi umat dari mana saja. Karena terdapat berbagai keunikan. Salah satunya yeh klebutan yang manfaatnya sangat ampuh untuk sembuhkan berbagai penyakit dan tirta panglukatan. Berikut ulasan selengkapnya.

Pura Tamansari Agung yang terletak di Butyeh, Banjar Anyar Kaja, Desa Adat Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Badung erat kaitannya dengan Pura Peti Tenget. Ini diketahui dari Bhisama Ida Bhatara Kawitan Leluhur Penyungsung/Pengempon dan penyiwi Pura Tamansari Agung terdapat pada lontar yang ada di Pura Tamansari Agung.

Disebutkan sejarah Pura Tamansari Agung, merupakan parahyangan linggih Ida Bhatara sebagai tempat semua umat Hindu menghaturkan sembah bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi sane mapragayang Sang Hyang Siwa mapelemahan ring marcapada dados Sang Hyang Daniswara. Beliau dalam menjalankan sesana kawikuan atau Brahmana Siwa nyukla Brahmacari. Sang Hyang Daniswara merupakan dewane balian yang menjalankan tetambaan dan memberikan panglukatan segala leteh di jagat ini.