Google+
Tampilkan postingan dengan label Rsi Bang Bujangga Panulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rsi Bang Bujangga Panulisan. Tampilkan semua postingan

Ida Wang Bang Wayabiya

Ida Wang Bang Wayabiya

Dikisahkan sekarang Ida Wang Bang Wayabiya mempunyai seorang putra laki-laki bernama sama dengan ayah beliau Ida Wang Bang Wayabiya atau Ida Bang Kaja Kauh bertempat tinggal di Besakih. Sang ayah, Ida Wang Bang Wayabiya, kemudian berusia lanjut, dan wafat moksa ke Sorgaloka.

Diceriterakan kemudian pada saat Ida Bang Panataran – putra Ida Wang Bang Tulusdewa, bertemu wicara dengan adik sepupunya Ida Bang Wayabiya. Ida Bang Wayabiya berkehendak ingin melamar putri Ida Panataran yang bernama Ida Ayu Puniyawati, namun sudah didahului oleh I Gusti Pinatih Rsi, dari Kerthalangu, Badung, keturunan dari Ida Wang Bang Banyak Wide. Karena tidak berhasil, maka Ida Wang Bang Wayabiya tanpa mohon diri kepada kakaknya meninggalkkan tempat itu. Tanpa arah tujuan perjalanan beliau, tidak jelas ke mana tempat yang akan dituju.

Lama kelamaan Ida Sang Bang Wayabiya menuju Dalem Balingkang, tidak lama beliau di sana, kemudian berdiam di Pura Panarajon Panulisan Tegeh Kuripan. Di Gunung Panulisan itu beliau mendapatkan anugerah, kemudian menjadi pendeta utama dan beliau bergelar Ida Sang Bang Bujangga Panulisan

Belakangan ada wabah sampar di kawasan Bangli, susah masyarakat Bangli karena tidak kuasa melenyapkan penyakit yang melanda masyarakat Bangli itu. Kemudian ada yang mendengar sabda , agar Ida Sang Bang Bujangga Panulisan turun menghilangkan penyakit sampar yang mewabah di Bangli. Memang banyak benar saat itu anggota masyarakat Bangli yang meninggal dan juga banyak yang sudah pindah berhamburan ke luar daerah, meninggalkan kawasan Bangli. Segera Ida Bang Bujangga turun ke Bangli yakni ke hutan Jarak Bang menuju Pura Hyang Ukir yang juga disebut dengan Pura Ida Hyang Api