Google+
Tampilkan postingan dengan label Sekte Brahmana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekte Brahmana. Tampilkan semua postingan

Agni Hotra versi Hindu Bali

Agni Hotra versi Hindu Bali

banyaknya kalangan warga bali yang ikut sekta/sampradaya dibali, yang sering melakukan pemujaan Agni hotra atau homa di berbagai tempat dibali, yang dikatakan merupakan salah satu yadnya utama dalam weda, membuat banyak kalangan pencinta bali bertanya-tanya:
  • Siapakah Dewa Agni (dewa api)?
  • apakah benar, kalau dibali sejak dahulu tidak pernah memuja dewa agni?
  • apakah agni hotra tersebut tidak pernah diajarkan dibali? sehingga upacara tersebut terkesan baru bagi masyarakat awam dibali?
  • jika Agni hotra (memuja dewa api) itu dikatakan penting, dimanakah posisi dewa agni di jajaran dewa penting di hindu bali? mungkinkah beliau termasuk dewa tertinggi menyamai trimurti?
untuk menjawab hal tersebut, saya akan mencoba mengupas tentang agni hotra yang intinya merupakan pemujaan kepada dewa api.

Dewa Agni 

adalah perwujudan Tuhan sebagai Dewa Api (Fire God). Dalam Rig Weda, Dewa Agni adalah salah satu dari tiga dewa utama (three supreme deities) yakni Agni, Vayu dan Surya. Ketiga dewa ini penguasa atas tanah (earth), udara (air) dan angkasa (sky). Dalam Rig Weda terdapat 200 mantra yang ditujukan pada Dewa Agni. Ini menunjukkan pentingnya peran Dewa Agni dalam kehidupan. Ia adalah api dari matahari, api dari semua sinar, api pada cahaya hati semua manusia.

Sejarah Sekte-Sekte di Bali

Sejarah Sekte-Sekte di Bali

Sumber ajaran Agama Hindu adalah kitab suci catur veda. Syair-Syair kitab suci Weda Sruti disebut Mantra. Sedangkan syair-syair kitab Sastra weda disebut Sloka. Kitab suci Catur Weda itu terdiri dari 20389 Mantra. Empat kitab suci weda itu dipelajari oleh 1180 Sakha atau kelompok spiritual. 
  • Rg Weda dengan jumlah Mantra sebanyak 10552 dipelajari oleh 21 Sakha. 
  • Sama Weda dengan jumlah Mantra 1.875 dipelajari oleh 1000 Sakha.
  • Yajur Weda dengan jumlah Mantra 1975 Mantra dipelajari oleh 109 Sakha ,dan 
  • Atharwa Weda dengan jumlah Mantra 5.967 dipelajari oleh 50 Sakha.

SAMPRADAYA (sekta) lahir dari Upanisad

Setiap Sakha dibahas atas bimbingan Resi yang benar-benar menghayati Weda baik teori maupun praktek. Resi itu disebut Sadaka karena telah mampu melakukan Sadana atau mewujudkan ajaran suci Weda dalam kehidupannya sehari-hari. Orang yang mampu melakukan Sadana itulah yang disebut Sadaka. Sakha itu ibarat sekolah. Sedangkan kitab suci Weda itu ibarat “kurikulum” yang harus diterapkan oleh sekolah tersebut. Meskipun kurikulum yang diterapkan oleh setiap sekolah itu sama, pasti setiap sekolah itu memiliki ciri khas tersendiri yang membedakan satu sekolah dengan sekolah yang lainnya. Demikian jugalah halnya dengan proses mendalami kitab suci Weda sumber ajaran Hindu. Disamping itu Weda adalah kitab suci yang sangat memberikan kemerdekaan pada setiap orang yang meyakininya menyerap ajaran Weda sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing umat.
Dari system Sakha itulah melahirkan kitab-kitab Upanisad.