Hukum Hindu bagi Orang Bali Pindah Agama
Prinsip predana ikut purusa disalah artikan.
Jika anak perempuan harus ikut suami walau suami beragama bukan Hindu.
Padahal yang dimaksud adat bahwa istri ikut suami adalah bukan agamanya melainkan mengikuti adat yang masih berdasarkan Hindu.
Untuk itu kita akan membahas di dalam blog ini akibat berpindah agama, yang mungkin dapat bisa memberikan pencerahan dalam hati kalian wahai 'generasi Muda Hindu Nusantara' .
Banyak sekali kejadian kejadian saya temukan setelah berpindah agama malah menjelek-jelekkan agamanya yang terdahulu dengan mengganggap keyakinannya yang sekarang "Lebih Benar" tanpa tau akibat dari perpindahannya itu.
Seseorang pindah agama umumnya disebabkan suatu perkawinan. Mereka memandang bahwa perkawinan itu terjadi karena jodoh. Cara pandang mereka ini sangat keliru dan sangat berbahaya bagi generasi Hindu. Mereka seolah olah berlindung di bawah keagungan brahman padahal mereka itu tidak mempercayai Brahman. kalau memang setiap perkawinan itu karena jodoh, mengapa tidak ada orang eskimo dari kutub kawin dengan orang bali. mengapa tidak ada gadis uganda yang berkulit hitam pekat kawin dengan bujang ganteng dari bali.
Tidak ada mantra mata seloka dalam kitab suci weda yang mencantumkan tentang perkawinan karena jodoh. Brahman hanya mewahyukan hukum untuk dijadikan pegangan hidup umatnya. mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan tinggal kita yang melakoninya. Segala sesuatu yang kita lakukan dalam hidup di dunia maya ini tergantung dari kita. jadi nasi itu kita lah yang menentukannya. mau bernasib baik atau bernasib buruk tergantung dari diri kita.