Google+
Tampilkan postingan dengan label pindah agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pindah agama. Tampilkan semua postingan

Alasan Tak Logis Orang Bali Pindah Agama

Alasan Tak Logis Orang Bali Pindah Agama

akibat pindah agama
alasan tak logis pindah agama hindu
Ada banyak hal yang membuat seseorang akhirnya memutuskan untuk pindah agama. Lalu, apa alasan orang Bali pindah agama?

Disamping kuat dalam memegang tradisi/adat, masyarakat Bali yang mayoritas pemeluk Hindu juga dikenal sebagai masyarakat yang religius dan taat dalam menjalankan agama. Bagaimana tidak, oleh orang asing Bali sampai dijuluki “The Island of thousand temple” (pulau seribu pura) saking banyaknya Pura (tempat pemujaan Tuhan dan segala manifestasinya) yang bisa ditemukan di pulau ini.

Namun, bukan berarti tidak ada orang Bali yang pindah agama. Justru, setidaknya menurut pengamatan saya, orang Bali yang semula pemeluk Hindu lah yang lebih banyak pindah ke agama lain dibandingkan sebaliknya.

Memang, idealnya, sekali memeluk suatu agama selamanya takkan berubah. Sayangnya, kita tidak hidup di dunia yang serba ideal. Ada banyak kondisi yang membuat seseorang — termasuk orang Bali — akhirnya memutuskan untuk pindah agama.

Lalu, apa alasan orang Bali pindah agama?

Inilah 5 alasan orang Bali — yang awalnya beragama Hindu — memutuskan untuk pindah agama, setidaknya yang terungkap ke publik.

  1. Terlanjur Jatuh Cinta
  2. Capek Miskin
  3. Jadi Orang Bali itu Repot dan Berat Di Ongkos
  4. Berprinsip “Semua Agama Sama”
  5. Agama Tidak Penting

berikut ini penjelasan Alasan Orang Bali Pindah Agama

Surga dan Neraka bukanlah Tujuan Agama

Surga dan Neraka bukanlah Tujuan Agama

mungkin ada yang bertanya, kenapa Surga dan Neraka bukanlah Tujuan Agama?
bila yang bertanya orang hindu, maka akan terlihat tingkat pemahaman agamanya, tetapi bila yang bertanya tentang hal diatas orang/umat non-hindu, sangat dipahami karena mereka baru belajar untuk mencari Sorga dan Neraka saja.

mungkin umat hindu sudah mengetahui, bahwa Tujuan Agama Hindu Adalah:
Moksatam Jagathita ya ca iti dharma
bahwa tujuan agama adalah mencapai MOKSA dan kebahagiaan dimasa hidup, caranya dengan jalan dharma. (silahkan baca: "Tujuan Agama Hindu").
bila hanya mencapai surga, tentu akan menjadi lebih mudah, hanya dengan menjalankan Tips Cepat Mencapai Sorga kita mendapat jaminan menperolehnya, tetapi MOKSA masih membutuhkan proses yang lebih dari itu semua.

Dalam agama Hindu sebagaimana dijelaskan sebelumnya, setelah mati, jiwa kita (1) mencapai moksa atau (2) lahir kembali kedunia.
Bila kita lahir kembali, maka dalam kelahiran itu kita menerima akibat-akibat dari perbuatan kita dari kehidupan yang terdahulu. Akibat baik atau akibat buruk. Disini dikenal istilah kelahiran surga dan kelahiran neraka.

  • Kelahiran surga artinya dalam hidup ini kita menjadi orang yang beruntung dan berbahagia.
  • Kelahiran neraka artinya dalam hidup ini kita akan menderita dan banyak mendapat kesulitan. Penderitaan itu sangat banyak jenisnya. Misalnya karena : sakit yang tidak dapat disembuhkan, penghianatan, kebencian, dendam, iri hati, sakit hati, dan kemarahan yang tak terkendali adalah bentuk neraka didunia ini.

tujuan sejati orang Hindu tidaklah mengejar sorga. 


sorga dan kenikmatan yang ada di dalamnya bukanlah idam-idaman pemeluk Hindu sejati. ada yang jauh lebih indah dan membahagiakan dibandingkan kenikmatan surga. kenikmatan surga sangat terbatas. dari demikian banyaknya level kehidupan sorga terindah adalah yang di miliki Dewa Indra. dalam kepercayaan Budhis malah ada 33 jenis level kehidupan, dan sorga ada di dalam level-level itu.

Apa yang salah dari Hindu?

Apa yang salah dari Hindu?

APA YANG SALAH DARI HINDU? “BANGGALAH ANDA TETAP DI JALAN DHARMA”

Om Swastyastu,
Belakangan ini kita cukup senang mendengar banyak saudara kita yang kembali ke ajaran dharma, ajaran yang bersumber dari Veda. Mereka telah di Sudhi Wadani menjadi seorang Hindu. Namun, saking senangnya kita melihat hal tersebut, kita malah tidak menghiraukan adanya bahaya yang terus memepet posisi kita.

Di tempat lain, malah banyak saudara kita yang pindah agama karena berbagai alasan. Mereka yang lemah, yang haus akan spiritual, yang tidak puas dengan jawaban “nak mula keto”, yang ingin mencari kedamain dengan jalan rohani, yang terpuruk karena ekonomi dan disibukkan dengan ritual yang menelan banyak biaya, mulai didekati oleh para kaum misionaris-misionaris untuk menawarkan produk yang tidak jelas kualitasnya.

Betapa sedihnya hati melihat saudara kita meninggalkan ajaran sanatana dharma karena kasus konversi. Maraknya kasus konversi agama belakangan ini sungguh membuat kita bingung. 
Kenapa hal ini bisa terjadi? 
Kenapa agama diperjual-belikan? 
Apa yang melandasi saudara-saudara kita pindah agama? 
Apa benar agama Hindu itu sulit? Apa benar agama lain lebih baik dari Hindu? 
Apa ada yang salah dari agama Hindu? 
Banyak pertanyaan di otak kita yang terus bermunculan akibat kasus seperti ini.

Hukum Hindu bagi Orang Bali Pindah Agama

Hukum Hindu bagi Orang Bali Pindah Agama

Prinsip predana ikut purusa disalah artikan.
Jika anak perempuan harus ikut suami walau suami beragama bukan Hindu.
Padahal yang dimaksud adat bahwa istri ikut suami adalah bukan agamanya melainkan mengikuti adat yang masih berdasarkan Hindu.
Untuk itu kita akan membahas di dalam blog ini akibat berpindah agama, yang mungkin dapat bisa memberikan pencerahan dalam hati kalian wahai 'generasi Muda Hindu Nusantara' . 
Banyak sekali kejadian kejadian saya temukan setelah berpindah agama malah menjelek-jelekkan agamanya yang terdahulu dengan mengganggap keyakinannya yang sekarang "Lebih Benar" tanpa tau akibat dari perpindahannya itu.

Seseorang pindah agama umumnya disebabkan suatu perkawinan. Mereka memandang bahwa perkawinan itu terjadi karena jodoh. Cara pandang mereka ini sangat keliru dan sangat berbahaya bagi generasi Hindu. Mereka seolah olah berlindung di bawah keagungan brahman padahal mereka itu tidak mempercayai Brahman. kalau memang setiap perkawinan itu karena jodoh, mengapa tidak ada orang eskimo dari kutub kawin dengan orang bali. mengapa tidak ada gadis uganda yang berkulit hitam pekat kawin dengan bujang ganteng dari bali.

Tidak ada mantra mata seloka dalam kitab suci weda yang mencantumkan tentang perkawinan karena jodoh. Brahman hanya mewahyukan hukum untuk dijadikan pegangan hidup umatnya. mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan tinggal kita yang melakoninya. Segala sesuatu yang kita lakukan dalam hidup di dunia maya ini tergantung dari kita. jadi nasi itu kita lah yang menentukannya. mau bernasib baik atau bernasib buruk tergantung dari diri kita.

Perkawinan Beda Agama

Perkawinan Beda Agama

Pada zaman global kini saya melihat beberapa tantangan akan dihadapi warga Hindu di Indonesia, tak terkecuali di Bali. Untuk itu, orang Hindu harus mampu memberikan jalan keluar cerdas sehingga aturan agama tetap teguh dijalankan. Di sisi lain keinginan orang lain memeluk Hindu pun tak patut dihalangi. Sehubungan dengan tantangan ke depan inilah, ada beberapa pertanyaan warga umumnya:. 
  1. Ada wanita pemeluk Hindu melangsungkan perkawinan dengan orang Barat yang non-Hindu. Pasangan ini menikah di negeri Barat lewat prosesi upacara bukan Hindu. Jika kedua mempelai sepakat tinggal di Bali dan memilih ikut agama Hindu, kemudian memiliki anak, bagaimana supaya anaknya bisa diupacarai layaknya warga Hindu di Bali?
  2. Ada wanita Hindu kawin dengan orang Barat dan menikah di negeri Barat juga dengan cara non-Hindu. Seandainya pasangan ini bercerai dan si wanita bersama anaknya memilih tinggal di Bali, bagaimana agar anaknya bisa diupacarai secara Hindu di Bali?
  3. Bila wanita Bali mempunyai anak di luar perkawinan (berdasarkan hasil kumpul kebo) dengan orang Barat, bagaimana cara supaya si anak ini bisa diberikan upacara yang lengkap sebagai orang Hindu Bali?
  4. Jika ada wanita Bali memiliki anak di luar perkawinan (hasil hubungan kumpul kebo) bersama orang Barat, tapi saat ini pasangan itu sudah pisah. Bagaimana caranya agar anaknya bisa diberikan upacara yang lengkap sebagai orang Hindu Bali? 
Itulah beberapa persoalan yang saya lihat dan tak mustahil akan terjadi di Bali atau dialami oleh orang Bali.