Google+
Tampilkan postingan dengan label Yadnya dengan Benar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yadnya dengan Benar. Tampilkan semua postingan

Dewata Pawamana Soma penjelasan etika 1

Dewata Pawamana Soma


Ajarkan dengan kata-kata yang manis.

Samindra no manasa nesi gobhih saduam suribhirmaghawantsaduam swastya; Sam brahmana dewakrtam yadasti sam dewanaduam samatau yajniyanaduam swaha.

O guru yang terhormat dan terpelajar dan pengkhotbah, karena engkau menuntun kami dijalan yang benar dengan pikiran yang mulia, ajarkanlah kami usaha itu dengan kata-kata mu yang manis dan menyenangkan, memberi pengetahuan kepada kami melalui yang terpelajar dan ajaran-ajaran Weda, tunjukkan dihadapan kami contoh, perbuatan yang mulia yang dilakukan oleh para Resi melalui kebijaksanaan dan kata-kata yang benar, karena engkau patut mendapat penghormatan kami.

Memberi pengetahuan siang dan malam.

Sam warcasa payasa tanubhiraganmahi manasa saduam siwena; Twasta sudatro wi dadhatum rayo,numastum tanwo yadwilistam.

Upacara Yadnya – dalam kehidupan masyarakat Bali Hindu

Upacara Panca Yadnya – dalam kehidupan masyarakat Bali Hindu

Om Swastyastu
Om Anobhadrah krtavoyanthu visvataha (semoga pikiran yang baik datang dari segala penjuru).
Sejarah menyatakan, bahwa pada jaman dahulu kala di wilayah Nusantara Indonesia telah berdiri Kerajaan-Kerajaan Besar seperti salah satu di antaranya adalah Kerajaan Majapahit yaitu sebuah Kerajaan penganut Agama Hindu yang merupakan Kerajaan terbesar yang bisa menyatukan seluruh wilayahnya sampai ke Madagaskar.

Pada jaman itu sudah ada hubungan dagang dengan negara Luar Negeri terutama dengan Negeri Campa, yang saat ini Negara Cina.

Kerajaan ini bertempat di Jawa Timur, yang pada jaman keemasannya dipimpin oleh seorang Raja yang bernama Hayam Wuruk dengan Patihnya bernama Gajah Mada.