Satria Dalem yang tertulis dalam Lontar sangat minim dalam mengupas silsilah garis keturunan
keluarga trah Ksatria Dalem di Kerajaan Bali, sehingga penting menyamakan
persepsi guna bisa mengungkap keberadaan "trah" tersebut.
"Sejarah atau silsilah tentang keberadaan 'trah' keluarga satria Dalem ibarat kertas tersobek-sobek yang sukar dibaca oleh generasi penerus dari pihak keturunan maupun 'pengelingsir' (tokoh)," kata Pengageng Ageng (ketua umum) Kerta Semaya Trah Dalem Suhunantara Provinsi Bali, I Dewa Made Suamba Negara di Gianyar, Minggu.
Minimnya keberadaan lontar tertulis terkait keturanan dari salah satu "trah" leluhur di Bali itu, memunculkan perselisihan dan perbedaan pendapat soal keberadaannya. "Untuk itu sangat penting dilakukan penyamaan persepsi," ucapnya.
"Sejarah atau silsilah tentang keberadaan 'trah' keluarga satria Dalem ibarat kertas tersobek-sobek yang sukar dibaca oleh generasi penerus dari pihak keturunan maupun 'pengelingsir' (tokoh)," kata Pengageng Ageng (ketua umum) Kerta Semaya Trah Dalem Suhunantara Provinsi Bali, I Dewa Made Suamba Negara di Gianyar, Minggu.
Minimnya keberadaan lontar tertulis terkait keturanan dari salah satu "trah" leluhur di Bali itu, memunculkan perselisihan dan perbedaan pendapat soal keberadaannya. "Untuk itu sangat penting dilakukan penyamaan persepsi," ucapnya.